Arranged Marriage

Arranged Marriage
A 8


__ADS_3

Vote, komen, like, rate 5 biar semangat up terus


.


.


Happy reading


.


.


Dengan lihai tangan agatha bergerak mengusapkan kuas make up kewajah cantik Anna. Merias wajah itu sedemikian rupa dengan make up tipis untuk membuat penampilan putrinya itu semakin sempurna.


Rambut panjang Anna juga tidak terlewatkan. Agatha menatanya dengan indah. Mengkepang sedikit bagian kanan dan kiri rambut Anna kemudian di satukan ke belakang. Agatha juga memberikan sentuhan curly pada rambut Anna untuk memperindahnya.


"Selesai..." ucap agatha dengan riang Anna menatap pantulan dirinya dicermin. Kemudian sebuah senyum terukir dibibirnya.


"Gimana karya mommy bagus nggak?" Tanya agatha. Anna mengangguk mantap.


"Bagus banget mom, Anna suka" Anna bangkit dari duduknya. Ia memeperhatikan penampilannya dari atas sampai bawah.


Gaun panjang berwarna hijau yang ia desain sendiri terlihat sangat cocok dan pas di tubuhnya.


"Mommy yakin pasti semua orang akan terpesona sama kamu, terutama leo" ucap agatha. Membuat senyum Anna sedikit surut.


Agatha bingung melihat perubahan raut wajah putrinya. Anna menghela nafasnya. Ia terduduk kembali di kursi meja riasnya.


Hari ini adalah hari pertunangannya dengan leo. Acaranya dilakukan sangat mendadak dan terkesan buru buru.


Anna tau, Leo melakukan ini karena terpaksa dan itu membuat hati anna terasa mengganjal. Ia ingin menikah dengan leo, namun dengan kesungguhan dan ketulusan dari pria itu. Bukan karena keterpaksaan seperti ini.


Agatha berjalan mendekati Anna. Menyentuh kedua bahu Anna dengan lembut. Wanita paruhbaya yang terlihat masih cantik dan awet mudah itu memeluk Anna dari belakang.


"Sayang kalau kamu ga yakin lebih baik jangan dilanjutkan. Ini belum terlambat" ucap agatha.


Anna menggeleng.


"Anna yakin kok mom" ucap Anna meski sebenarnya ia tak yakin.


"Sayang kamu ga bisa bohong sama mommy" ucap agatha.


"Pernikahan bukan hal main main nak. Kalau kamu memang masih ragu lebih baik yakin kan diri kamu terlebih dahulu" Anna menundukkan kepalanya. Ia semakin bimbang


"Cinta tidak bisa dipaksakan sayang. Dulu mommy pernah memaksakan diri untuk mencintai uncle dipta, tapi nyatanya mommy tidak bisa. Mommy tetap cinta sama daddy kamu, dan akhirnya mommy berpisah dengan uncle dipta dan menikah dengan daddy. Mommy hanya tidak ingin apa yang terjadi sama mommy dimasa lalu terulang kembali" jelas agatha.


Anna menghela nafasnya. Ia membalikkan tubuhnya sambil mengenggam kedua tangan agatha.


"Anna yakin kok mom. Anna cinta sama kak leo, dan kak leo cinta sama Anna. Kak leo hanya gengsi untuk mengungkapkan. Suatu saat kak leo pasti menunjukkan cintanya ke Anna. Sama seperti dulu" Anna berusaha meyakinkan agatha dan juga dirinya. Membuat sugesti bahwa hari itu akan tiba.


"Kamu janji sama mommy bahwa tidak akan ada perpisahan?"


"Anna janji mom" ucap Anna dengan mantap. Agatha mengangguk.


Mereka saling berpelukan begitu erat. Hingga tanpa mereka sadari ada dua orang yang sedang memperhatikan mereka di ambang pintu.


"Ngikut napa sih, pelukan ga ajak ajak" ucap Thunder membuat agatha dan Anna terkejut.


Tiba tiba Thunder langsung ikut membaur kepelukan itu. Diaz tersenyum melihat tiga orang yang sangat ia sayangi terlihat bahagia.


Tuhan telah bertindak adil padanya. Setelah berbagai masalah yang ia alami dimasa lalu untuk bersama agatha, kini akhirnya ia bisa bahagia. Dengan keluarga kecilnya yang ia bangun bersama agatha.


"Daddy sini ikut pelukan" ucap Anna.


Diaz tersenyum sambil mengangguk. Diaz berjalan kemudian memeluk mereka. Beberapa saat mereka saling berpelukan. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya saling berpelukan dan menikmati waktu bersama dalam posisi itu. Hanya terdengar suara jarum jam yang terus berdetak.


"Emm gess, aku punya hot news loh. Mau tau nggak?" ucap Thunder tiba tiba dengan bahasa alay nya.


Anna, agatha dan diaz hanya diam. Mereka mulai merasakan sesuatu hal yang tidak mengenakkan akan terjadi. Namun mereka masih setia dalam posisi saling berpelukan


"Kenapa kak?" Tanya anna.


"Aku mau kentut"


Seketika mereka langsung bubar. Diaz dan agatha langsung keluar dari kamar Anna. Dan Anna buru buru mengambil tas kecilnya dan sepatu yang akan ia kenakan. Kemudian mengambil langkah seribu untuk kabur dari sana.

__ADS_1


Saat Anna sudah di ambang pintu barulah bom itu meledak. Dengan suara begitu dasyat menggema diseluruh kamar. Anna sampai syok mendengarnya. Apalagi bom itu meledak dikamarnya. Ia bur buru pergi dan berharap saat kembali nanti bau efek dari bom itu sudah musnah.


Sedangkan Thunder malah tertawa terbahak bahak saja. Entahlah ketika ia kentut, Thunder akan merasakan sedikit beban hidupnya berkurang. Aneh. Tapi nyata.


***************


Leo menyandarkan tubuhnya di sofa. Menikmati suasana sore harinya. Matanya terpejam. Ia memikirkan banyak hal. Dan hal itu membuat kepalanya sedikit pening


"Leo apa apaan kamu ini!!" Ucap mr. Afsheen yang tiba tiba datang dan membentak Leo dengan suara menggelegarnya.


Leo yang terkejut langsung menegakkan tubuhnya. Ia menatap heran ke arah papanya.


"Pa ada apasih? Kenapa teriak teriak?" Ucap anika yang datang setelah mendengar suara suaminya yang marah marah.


"Lihat putramu itu ma" ucap mr.afsheen sambil menunjuk kepada leo.


"Loh leo, kamu kok belum siap sih? Mama sama papa aja udah rapi begini" Leo memperhatikan penampilan mama dan papanya. Ya memang bebar. Kedua orang tuanya itu sudah rapi.


"Acaranya masih nanti kan ma. Kenapa Leo harus siap siap sekarang" ucap leo dengan malas dan kembali menyandarkan tubuhnya. Membuat mr.afsheen geram melihatnya.


"Kamu ini niat gak sih Leo tunangan sama Anna?"


"Niat pa" ucap Leo malas. Anika menghela nafasnya.


"Kamu jangan jadi cowok pengecut dengan lari dari tanggung jawab leo "


"Leo ga lari pa. Leo cuma lagi istirahat" Leo masih terlihat enggan beranjak dari sofa. Baru saja mr.afsheen akan kembali bersuara namun Anika memberi isyarat agar suaminya itu meninggalkan dirinya dan Leo disana. Karena jika mereka masih disatu tempat yang sama perdebatan akan terus terjadi.


Setelah mr. Afsheen pergi, anika mengambil duduk disebelah leo. Mengusap kepala Leo dengan lembut


"Kamu kenapa nak?"


"Gapapa ma, Leo cuma capek aja"


"Kamu ada masalah?" Tanya anika lagi. Leo mengangguk.


"Biasa masalah kantor" ucap leo lagi.


"Mama tau, Anna adalah gadis kecil yang dulu sering kamu ceritain ke mama" ucap anika tiba tiba. Membuat Leo terkejut. Leo langsung menegakkan tubuhnya dan menatap mamanya dengan serius.


mama. Dan saat itulah mama ingat kalau anna itu little princess kamu"


"Itu dulu ma. Sekarang enggak" balas Leo kembali cuek.


"Kenapa? Anna cantik kok. Dia baik juga. Apa kurangnya?"


"Leo yang kurang ma. Leo yang kurang baik buat Anna" Leo memejamkan matanya.


Namun ia mengerutkan keningnya saat tak lagi mendengar mamanya bersuara. Aneh, karena mamanya adalah type orang yang cerewet. Akhirnya Leo membuka kedua


matanya dan bertapa terkejutnya ia saat melihat mamanya sedang menatap kearahnya dengan air mata mengalir begitu deras dikedua matanya.


Leo langsung mengusap air mata itu.


"Maaf ma, Leo ga bermaksud kayak gitu. Maafin leo, jangan nangis" ucap leo merasa sangat bersalah sambil terus mengusap air mata mamanya.


"Mama ga suka kamu kayak gini leo"


"Iya maafin leo ma, maafin leo"


"Mama ga suka kamu selalu merendahkan diri kamu. Mama yakin kamu bisa, kamu akan lepas dari beban ini.Mama yakin itu" ucap anika sambil menangis. Leo mengangguk kemudian memeluk mamanya.


"Iya ma iya. Leo minta maaf" ucap leo sambil memeluk anika. Anika menguraikan pelukannya.


"Sekarang kamu siap siap. Berpakaian yang rapi. Anak mama harus terlihat tampan, oke" ucap anika sambil membingkai wajah leo. Leo mengangguk dan tersenyum. Anika mengecup kening leo sejenak. Kemudian wanita paruh baya itu pergi dari sana. Meninggalkan leo sendirian disana.


Leo menghela nafasnya. Ia tak bisa menghindar lagi. Ini adalah takdirnya. Dan ia harus menghadapinya.


************


Sebuah ruangan di gedung mewah, sudah didekor dengan begitu cantik dan terkesan elegan. Disana juga sudah banyak berbagai macam makanan dan minuman. Para tamu undangan juga sudah mulai berdatangan.


Leo, mr. Afsheen, galen dan juga diaz saling berbincang bincang disana sambil membawa segelas minuman di tangan kanan mereka. Lebih tepatnya diaz dan mr. Afsheen yang berbincang.Keempat pria itu sudah terlihat rapi dengan tuxedo yang mereka kenakan.


Leo dan Thunder hanya diam. Mereka bahkan enggan saling bertatapan.

__ADS_1


Thunder sibuk mendengarkan percakapan diaz dan mr. Afsheen sambil sesekali menimpali obrolan mereka. Dan Leo sibuk memperhatikan sekitarnya.


"Bagaimana? Apa bisa kita mulai acaranya?" Tanya diaz pada mr. Afsheen.


"Ya kurasa sudah saatnya" ucap mr. Afsheen. Diaz mengangguk.


"Thunder bilang sama mommy acaranya akan dimulai" ucap diaz pada Thunder. Thunder mengangguk dan pergi dari sana.


Tak lama datanglah agatha, anika dan tentu saja Anna yang terlihat sangat cantik memasuki ruangan itu. Semua orang melihat ke arah mereka.


Anna terus tersenyum merekah. Menunjukkan raut bahagianya. Namun saat bertatapan dengan leo yang menatapnya dengan wajah datar senyum Anna berubah. Seperti dipaksakan.


Ketiga wanita itu berjalan mendekat ke arah diaz, mr. Afasheen, leo dan juga Thunder yang baru tiba. Semua orang melihat ke arah mereka sambil berbisik bisik membicarakan kencantikan mereka.


Saat berhadapan dengan leo, Anna bisa melihat tak ada eskpresi diwajah Leo. Pria itu hanya menatapnya dalam diam. Membuat Anna semakin lesu.


"Kita mulai acaranya" ucap diaz.


Ting ting ting...


Diaz mendentingkan gelasnya untuk meminta perhatian dari para tamu undangan.


"Selamat malam semuanya" sapa diaz pada semuanya.


Diaz mulai membuka pembicaraan. Mengatakan jika putrinya akan bertunangan dengan putra dari rekannya. Mr. Afsheen juga turut berbicara disana. Mengatakan jika ia juga bahagia dengan pertunangan ini. Dan ia berharap hubungannya dengan diaz akan semakin dekat dengan terjalinnya hubungan antara Leo dan Anna.


Sudah cukup mereka memberikan sambutan untuk membuka acara malam ini. Dan kini saatnya Leo dan Anna saling bertukar cincin untuk meresmikan hubungan mereka.


Anika sudah membawa kotak cincinnya. Leo mengambil tangan Anna, dengan wajah datarnya dan seperti tanpa beban Leo memasangkan cincin itu di jari Anna.


Kini saatnya untuk Anna. Dengan tangan dinginnya ia memasangkan cincin itu dijari Leo. Tak sepertikan leo yang cepat Anna terkesan lebih lambat saat memasangkan cicinnya. Anna sangat gugup. Dan ketika cicin sudah disematkan tepuk tangan begitu


riuh terdengar disana.


Leo tersenyum sekilas saat mendapatkan ucapan selamat dari para tamu undangan. Sedangkan Anna terlihat tersenyum dipaksakan.


Musik romantis mulai dimainkan. Orang orang disana mulai berdansa dengan pasangan mereka masing masing. Tak ketinggalan diaz-agatha, mr.afsheen-anika dan tentu saja leo dengan Anna. Thunder? Pria itu entah pergi kemana, tak ada yang tau. Atau mungkin mereka melupakan keberadaan Thunder yang jomblo itu.


Jarak Anna dan leo cukup dekat. Bahkan mereka bisa merasakan deru nafas masing masing. Anna tak berani menatap Leo . Mereka hanya bergerak pelan mengikuti alunan musik yang diputar.


"Ann.." panggil Leo tiba tiba. Membuat Anna sedikit mendongak dengan ragu ragu untuk menatapnya.


"Iya kak?" Ucap Anna pelan. Sejak tadi baru kali ini mereka berbincang.


Leo masih diam. Seperti memikirkan apa yang akan ia katakan.


"Kalau lo mikir, gue ngelakuin ini karena gue merasa bersalah atas kejadian tempo hari. Ya lo benar, ini cara gue untuk tanggung jawab atas apa yang gue lakuin ke lo" ucap leo .


Baru kali ini Leo berbicara padanya dan langsung menyakiti hati anna. Sakit tentu saja. Namun anna berusaha untuk tetap tersenyum.


"Iya aku tau. Tapi kalau emang gamau, kak Leo ga harus ngelakuin ini kok. Aku udah maafin kak Leo dan lupakan kejadian itu"


"Tapi gue udah janji sama bokap lo dan gue ga mau ingkarin janji yang gue buat sendiri. Itu melanggar prinsip hidup gue" ucap leo lagi. Kali ini Anna langsung menurunkan pandangannya. Ia tak sanggup lagi menatap


Leo. Atau air matanya akan jatuh saat itu juga.


Anna berusaha menetralkan perasaanya. Ia tak boleh terlihat sedih. Atau orang akan berfikiran yang tidak tidak. Meskipun memang nyatanya begitu.


Mereka kembali berdansa mengikuti alunan musik dalam diam. Tak ada perbincangan lagi. Lebih baik begini, karena jika Leo berbicara itu akan menyakiti hatinya lagi.


Namun tiba tiba..


Leo pelan mengehentikan pergerakannya. Anna mengerutkan keningnya saat Leo menatap lurus ke arah belakangnya. Semua orang juga melihat kearah sana.


Akhirnya anna membalik tubuhnya untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata yang ia lihat adalah Thunder. Yang membuat Thunder mencuri perhatian semua orang adalah karena Thunder berdansa dengan seorang gadis yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Gadis itu


tak lain adalah rebeca.


Thunder merengkuh pinggang rebeca dengan erat, membuat tubuh rebeca terangkat. Rebeca mengalungkan kedua tangannya dileher Thunder. Thunder bergerak kekanan dan kekiri dengan langkah kecil sambil membawa tubuh rebeca.


Terlihat senyum cerah diwajah keduanya. Rebeca juga terlihat bahagia meski matanyamenatap Thunder dengan berkaca kaca. Tak ada hubungan lebih diantara keduanya. Namun tak bisa dipungkiri jika perasaan mereka lebih dari teman.


Meski memiliki keterbatasan fisik, rebeca masih beruntung. Karena ada Thunder yang sangat mencintainya, mendukungnya dan selalu ada untuk dirinya. Setidaknya orang yang rebeca cintai bisa membalas cintanya.


Tak seperti Anna Yang tidak mendapatkan keberuntungan itu.

__ADS_1


__ADS_2