Arranged Marriage

Arranged Marriage
Kemana Anin pergi?


__ADS_3

"Sayang bangunlah, ini sudah siang." Raga mengguncang tubuh Anin hingga wanita itu membuka matanya.


"Hm kenapa kau membangunkan ku pagi sekali?" Tanya Anin sembari mengucek matanya karena kesilauan.


"Pagi sekali? Kamu mengigau, matahari saja sudah tersenyum kepadamu tuh." jawab Raga sembari tersenyum dan memeluk tubuh istrinya itu kembali.


"Minggir lah, aku gerah sekali rasanya ingin mandi!" Usir Anin yang mencoba melepaskan tubuhnya dari pelukan suaminya.


"Padahal kita tidur di hotel bernuansa alam tapi kenapa kamu jadi kegerahan? Ya sudah jangan lama - lama ya sayang." Jawab Raga yang langsung melepaskan pelukannya disertai senyuman yang penuh arti, Anin hanya diam dan memutar bola matanya, lalu ia beranjak pergi ke kamar mandi yang memang disediakan disana.


Kata orang - orang jika tes kehamilan di pagi hari hasilnya akan akurat, aku coba saja. Anin yang masih penasaran dengan tes kehamilan itu.


Ia mengambil alat tes kehamilan yang hanya tersisa satu, seperti harapannya.


"Semoga saja ya Tuhan, semoga saja aku bisa membawa kebahagiaan di keluarga ini. Jika aku positif ini akan menjadi kado ulang tahun terbaik untuk Raga hari ini. Sembari menunggu alat tes kehamilan itu bereaksi, ia hanya bisa berdoa dalam hatinya sembari menutup matanya. Harap - harap cemas.


"Aku tidak berani melihatnya, tidak, aku tidak mau melihatnya, aaa aku takut sekalii." Anin menutup matanya sembari berbicara sendiri di kamar mandi itu.


Tetapi rasa penasaran dalam dirinya menampik hal itu, ia perlahan membuka salah satu matanya, mengintip. Lalu ia terdiam, tubuhnya melemas.

__ADS_1


"Gagal sudah, mungkin belum rezeki ku." Ucapnya sembari menguatkan dirinya sendiri.


Ia duduk termenung cukup lama sembari meratapi dinding kamar mandi di depannya. Sampai suara ketokan pintu dari Raga yang memanggilnya sesaat kemudian menyadarkan lamunannya. Ia mengusap sisa air mata yang masih bersemanyam di ujung matanya.


"Kenapa kamu lama sekali? Apa kamu baik - baik saja." teriak Raga dari luar yang semakin sering karena tidak mendengar sahutan dari Anin.


"I- iya, iya aku baik - baik saja. Kamu tunggu lah dulu sebentar lagi di tempat tidur ya, aku sebentar lagi selesai. Jangan menunggu di depan pintu!" Berusaha untuk tidak mengeluarkan yang mencurigakan.


Kemudian setelah Raga mengiyakan, Anin beranjak berdiri, mengusap air matanya dan membasuh wajahnya, kemudian melihat lagi alat tes kehamilan, tapi tiba - tiba matanya melotot saat mengamati alat tes kehamilan itu.


deg..


Tiba - tiba perutnya terasa mual, seperti ingin muntah, padahal pagi ini ia belum ada makan apa - apa.


"Ya Tuhan apa benar aku hamil? aku hamil, ini nyata kan? Iya kan, aku tidak mimpi kan?" Anin benar - benar terkejut, Anin masih bimbang, ia lalu mengirim foto tespek yang bergaris dua itu kepada adiknya Ella, karena ia masih takut dan ragu.


Mengirim foto


"Kakak kamu hamil, sungguh aku tidak percaya ini, aku akan menjadi bibi, huaa aku akan punya keponakan." Ella.

__ADS_1


"Aku masih ragu apakah aku benar hamil, tapi disini menunjukan dua garis, aku benar hamil kan?" tanya Anin.


"Ya ampun kakak, benar, ini nyata! Kenapa kakak ragu? jangan lupa memberitahu kak Raga!" Saran Ella


Setelah cukup lama berbicara dengan Ella, Anin mengiyakan semua perintah Ella dan segera pergi ke tempat yang dianjurkan Ella yang ada di hotel itu dari pintu belakang kamar mandi, agar Raga tidak tahu.


***


"Anindira, jika kamu tidak keluar dalam hitungan ketiga maka aku akan membuka paksa pintu ini!" Raga yang sudah habis sabar karena Anin tidak keluar dari kamar mandi sudah satu jam lamanya.


Dia ini benar - benar! Eh


Saat mencoba mendobrak pintu itu tiba - tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya, tidak dikunci. Raga kemudian termenung, menyadari tidak ada siapapun disana saat ia mengecek semua ruangan disana.


"Kemana dia? Kenapa pintunya tidak dikunci?" Raga mengedarkan pandangannya ke semua arah, kosong, hanya ada dirinya dan suara angin. Kemana istrinya pergi?


***


Jangan lupa like dan vote nya ya huhu terimakasih banyak! Sehat selalu!

__ADS_1


__ADS_2