Arranged Marriage

Arranged Marriage
Best seller


__ADS_3

Sesaat setelah Anin menghabiskan es krimnya tadi, Raga langsung mengajaknya pulang, tapi sebelumnya, ia membawa Anin mampir di salah satu restoran termahal di kota itu dan mengajaknya makan siang.


"Pesanlah apa saja, kau pasti lapar sekali." Raga memanggil pelayan dan menyuruh Anin memesan makanan terlebih dahulu.


Sebenarnya dia ini kenapa sih? Kenapa jadi aneh beginii! Aku kan jadi takut, kebaikan nya terlihat menyeramkan sekali sih. Anin.


"Eh iya, terimakasih tuan. Tapi, saya ikut tuan saja, tuan pilihlah terlebih dahulu. Saya tidak terlalu tahu menu makanan di sini." pura - pura tidak tahu saja dan lihat apa yang akan dia lakukan. Eh tapi memang benar tidak tahu sih.


"Hm kalau begitu, keluarkan saja makanan paling best seller disini. Yang paling enak, dan yang paling mahal. Keluarkan semuanya." perintah Raga di jawab anggukan oleh pelayan restoran.


Apa? apa dia mau memakan semuanya, mengapa memesan banyak sekalii. Orang kaya memang berbeda ternyata ya, aku saja tidak pernah berani menginjakan kaki di restoran mahal seperti ini. Dan dia? dia malah memesan banyak makanan paling best seller. Yang benar saja, sepertinya perbandingan antara kami sangat jauh sekali ya, hiks. Anin.


Anin melamun dan memikirkan banyak hal sembari menunggu makanan datang. Sementara Raga, sedari tadi hanya memperhatikannya secara diam - diam.

__ADS_1


Sebenarnya, dia ini manis juga jika dilihat - lihat. Matanya sangat indah sekali, senyumannya teduh sekali. Eh aku ini bicara apa? Dan apa yang ku katakan tadi? Dia manis? matanya indah? senyumnya teduh? yang benar saja. Tidak aku hanya bercanda saja tadi. Raga.


Mengapa anda saya melihat seperti itu tuan? berhentilah menatap saya seperti itu. Atau anda mau saya mencongkel mata anda yang sangat dingin itu. Anda tidak tahu apa jika jantung saya ini berdetak tak karuan dari tadi. Memangnya anda mau membawa saya ke rumah sakit jika saya jantungan? tidak kan! anda pasti akan meninggalkan saya disini. Anin.


Cukup lama mereka menunggu dalam keheningan. Tidak ada yang memulai pembicaraan, hingga tidak lama kemudian, seorang pelayan datang membawakan banyak makanan. Sangat banyak. Sehingga memenuhi meja yang mereka tempati. Alhasil, Raga memesan tempat VIP di restoran itu dan mengajak Anin untuk berpindah kesana.


Mengapa harus memesan tempat VIP seperti ini sih tuan? Tempat yang tadi juga nyaman kok, saya lebih suka disana. Daripada harus berduaan dengan anda disini. Anin merasa tidak nyaman karena harus berdua saja di dalam sana dengan lelaki ini, walaupun mereka sudah menikah. Rasanya seperti aneh saja, dan takut.


"Makanlah, habiskan saja jika kamu mau." Raga dengan santainya mengatakan membuat Anin membelalakan matanya.


"Tidak, aku masih kenyang. Kau habiskan lah saja semuanya." ucap Raga.


Aaa jadi ini perasaan tidak enak yang sedari tadi muncul. Aku sudah menduga nya. Tolong maafkan lah kesalahan ku semasa hidup Tuhan. Kenapa dia ini sungguh sangat seenaknya sekali. Anin.

__ADS_1


"T t- tapi tuan, ini banyak sekali." kumohon mengertilah, aku bukan robot yang tidak bisa kenyang, pikirnya.


"Lalu, mengapa? Habiskan ya, awas saja tidak habis." sudah seperti nada mengancam membuat Anin tak mampu berkutik. Ia hanya bisa diam dan makan, makan saja, makan lagi, makan terus.


***


"Tuan, kita mau kemana lagi?" mereka berdua sudah berada di dalan mobil, setelah bertarung dengan pikirannya, akhirnya Anin memberanikan diri untuk memulai percakapan.


"Kemana lagi? tentu saja pulang." jawab Raga sekenanya.


"Baiklah, tuan." sahut Anin.


Mereka duduk dalam keheningan. Sama - sama terkubur dalam pemikiran masing - masing. Hingga senja menyambut akhirnya mereka sampai ke rumah dan langsung istirahat di kamar masing - masing.

__ADS_1


***


Jangan lupa like, vote dan dukungan nya ya, terima kasih.


__ADS_2