Arranged Marriage

Arranged Marriage
Terpergok


__ADS_3

"Kak, aku mau dua ya, aku sudah lama tidak makan es krim." pinta Ella.


"Iya, pesanlah yang kamu mau." sahut Anin sambil tersenyum.


Saat mereka sedang menunggu eskrim mereka jadi, mata Ella tidak sengaja melihat sosok lelaki bertubuh tegap dan berpakaian jas lengkap bersama seorang wanita sedang makan siang di cafe itu. Dia mencoba mengingat kembali sosok itu, ternyata..


Apa itu sungguh dia? Ella.


"Kakak, kakak, coba kakak lihat deh itu yang duduk dipojok, itu tuan Raga kan?" Ella menarik tangan Anin untuk bersembunyi.


Ternyata mereka makan siang bersama ya. Anin


"Kakak, kenapa kakak diam saja! Cepat temui mereka berdua kak, labrak dia kak! Tarik saja rambut wanita itu, menjijikan sekali. Apa orang tua nya tidak mengajarinya untuk tidak mendekati suami oranglain. Aku sangat benci situasi seperti ini!" Ella marah - marah tidak jelas melihat kedekatan Raga dan Ufa.


"Kakak! Kenapa kakak diam saja! Cepat hampiri mereka!" Suruh Ella.

__ADS_1


Bagaimana ini. Aku tidak mungkin menghampiri mereka berdua. Anin.


"Kakak, jika kakak tidak mau menghampirinya, aku saja yang kesana!" Ella hampir saja pergi menemui Raga dan Ufa yang tampak sedang makan siang berdua dengan sangat romantis karena Raga sempat menyuapi Ufa. Tapi, ia dicegah Anin.


"Kakak, kau ini kenapa? Biarkan aku yang menemuinya jika kakak tidak mau! Aku sungguh geram sekali, Tuhan." Ella berteriak - teriak tidak jelas membuat Anin harus segera menariknya keluar cafe dari jalan samping.


"Kakak!"


"Sudah, diamlah! Kamu tau kan hubungan kakak dengan tuan Raga itu bagaimana? Kita itu nikahnya terpaksa! Dan kakak memang sudah salah, kakak sudah menghancurkan hubungan diantara mereka. Kakak yang salah Ella! Kakak!" ucap Anin dengan perasaan berdebar, matanya memanas. Entah mengapa hatinya seakan teriris melihat suaminya bersama wanita lain. Padahal, ia tidak mencintai suaminya yang dinikahinya satu hari yang lalu.


"Kakak." Ella dengan sigap memeluk kakaknya itu dan ikut hanyut dalam perasaannya.


"Kakak ingin bertemu ibu." pinta Anin dengan mata sendunya.


"Iya, ayo kak. Berhentilah menangis, apa kakak mau ibu melihat kakak seperti ini?" Ella mencoba menghibur.

__ADS_1


"Hehe, iya kakak hanya terbawa perasaan tadi." sahut Anin diiringi senyuman manis yang sudah menjadi ciri khas kecantikannya itu.


Diperjalanan menuju rumah ibu Pertiwi, baik Anin maupun Ella hanya diam, tidak ada yang berbicara. Mereka sama - sama terhanyut dalam pikiran masing - masing.


Apa aku benar cemburu? Tidak mungkin! Aku sangat membencinya! Anin.


Apa ya kira - kira yang sekarang dirasakan kak Anin setelah melihat tuan Raga dengan wanita tidak tahu diri itu. Ella.


***


Setelah hampir dua puluh menit mereka diperjalanan menuju rumah ibu Pertiwi, akhirnya mereka sampai. Tetapi bukannya senang, ibu Anin malah terkejut dan berperang dengan dirinya sendiri, melihat putri sulungnya pulang bersama putri bungsunya dengan mata sembab.


"Nak, kamu kenapa? Apa terjadi sesuatu padamu? Kenapa kamu menangis? Dimana tuan Raga?" Pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan kepada putri sulungnya yang sedari sampai tadi hanya diam saja dan melamun.


"Ibu, tuan Raga.. dia.."

__ADS_1


***


Sudah hari senin, jangan lupa votenya ya readers🥰


__ADS_2