Arranged Marriage

Arranged Marriage
Janji tidak marah


__ADS_3

"Sebenarnya, tadi siang.."


"Kenapa, ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Raga.


"Emm.." Anin benar - benar bingung harus cerita atau tidak, tapi suaminya ini terus mendesaknya.


"Apa! Berbicara lah dengan benar!" Raga yang sudah kesal melihat Anin yang sedari tadi hanya menggumam langsung mengeraskan suaranya.


"Tapi kamu janji dulu jangan marah?!" Perintah Anin untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Tergantung masalahnya dulu!" Jawab Raga santai dan langsung merubah raut wajah Anin.


"Iiiih kalo gitu aku nggak mau cerita aja deh!" tolak Anin mentah - mentah.


"Kamu gimana sih, kalo kamu diapa - apain sama penjahat masa aku harus diam aja! Nggak mungkin lah!" Balas Raga tak kalah heboh.


"Aku nggak di apa - apain penjahat, pokoknya kamu dengar dulu, jangan marah." Pinta Anin dengan wajah nya yang memelas.

__ADS_1


"Ya sudah, baiklah, baiklah, aku nggak akan marah." jawab Raga dengan malas karena ia sudah pasti tidak tega memarahi istrinya dengan wajah seperti itu.


"Janji?" ucap Anin seraya mengangkat jari kelingking layaknya seorang anak yang meminta ibunya berjanji untuk membelikan es krim.


"Ashhh kau ini seperti anak kecil saja!" Raga sebenarnya malas sekali berjanji karena apabila menurutnya hal yang terjadi itu sangat mengganggu ketenangan istrinya ia tidak akan tinggal diam.


"Sayanggg." Lagi - lagi dengan wajah memelas itu.


Ya ampun dia ini sudah tau kelemahanku ya. Raga.


"Iya iya janji nihh." sahut Raga sembari menautkan kelingking nya dengan kelingking Anin.


"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Raga lagi.


"Dia menyebutku sebagai perebut kekasih orang lain di hadapan semua pegawai ku dan pengunjung yang ada." ucap Anin dengan gugup, sebenarnya ia takut apabila Raga marah dan melakukan yang tidak - tidak dengan Ufa.


Raga langsung mengenali wanita yang Anin sebutkan tadi, walau Anin tidak menceritakan secara detail, tapi Ia langsung faham wanita yang dimaksud istrinya.

__ADS_1


"Apa dia sering mengganggumu seperti itu?" Tanya Raga yang langsung memotong cerita Anin.


"Tidak, tidak kok, kamu nggak marah kan? Jangan marah ya sayang, dia ngga ngapa - ngapain aku kok." Jiwa Anin sang wanita tidak enakan mulai keluar.


Raga menatap wajah istrinya, ia tahu bahwa wanita ini memiliki sifat tidak enakan jadi ia akhirnya hanya mengangguk saja mengiyakan.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, lebih baik kita tidur saja." Tawar Anin, ia benar - benar ingin menyudahi semua ini.


Raga mengiyakan, senyum yang penuh arti muncul dari wajahnya, Anin yang sudah menyadari hal itu lantas saja langsung pura - pura tertidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya sampai ujung rambut. Raga yang sudah kegerahan dari tadi langsung menarik selimut istrinya dan terjadilah semua sesuai kehendak Raga.


"Menyebalkan sekali!" ucap Anin di sela - sela nafas mereka yang masih tersengal - sengal.


"Kenapa? Apa kamu mau lagi? Baiklah, ayo kita buat cucu untuk ayah dan ibu." tanpa mendengarkan celotehan istrinya itu Raga langsung menyerang nya kembali, peluh mereka mengucur dengan deras.


Akhirnya malam itu, hanya terdengar suara desahan yang sangat panjang dan lama, hingga Anin tertidur karena lelah dan tidak sanggup lagi, tapi tidak dengan Raga.


Sepertinya aku harus berbicara dengan wanita itu agar dia tidak mengganggu Anin lagi. Raga.

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya ya, maaciii🐣


__ADS_2