
Tiba - Tiba Raga mencengkram erat kedua bahu wanita di depan nya ini dan membisikkan sesuatu.
"Jagalah selalu jubah mandi mu itu, jika kamu lupa sekali saja memakai nya saat keluar kamar mandi, maka kamu sendiri yang akan merasakan akibatnya." sudah seperti ancaman membuat yang darah Anin berdesir dan bulu kuduk nya merinding.
"I- iya tuan, ma- maaf saya terlupa tadi." jawab Anin gugup.
"Sudah sana pergilah dan pakai pakaian mu, setelah itu masuk ke kamar ku, ada yang ingin aku bicarakan!" ucap Raga sembari berlalu meninggalkan kamar istrinya itu.
"Sial, kenapa dia seperti itu, ah aku hampir saja tidak bisa mengontrol diriku tadi." ucap Raga sembari mengacak acak rambutnya yang sudah rapi setelah berlalu dari kamar Anin.
"Ya ampun kenapa tuan Raga masuk secara tiba - tiba seperti itu, aku gugup sekali huft." Anin menggerutu.
***
Tok tok tok!
"Tu- tuan apakah saya boleh masuk?" tanya Anin ragu.
"Masuklah saja, pintunya tidak dikunci." terdengar suara dari dalam kamar itu.
Setelah Raga mempersilahkan nya masuk, Anin sebenarnya sangat ragu untuk melangkahkan kaki nya, tapi setelah suara Raga terdengar kembali di telinga nya baru ia memberanikan diri.
__ADS_1
Anin masuk ke dalam kamar Raga sembari melirik - lirik sekitar dan mendapati Raga sibuk menghambur - hamburkan isi lemari nya. Memilah pakaian yang sekiranya pantas digunakan nya untuk pergi berkencan bersama Ufa.
"Duduklah disitu, tugas mu hanya memberikan komentar pakaian yang cocok untuk ku pakai berkencan dengan Ufa."
Glekk.
"Em.." Anin.
"Kenapa? kamu tidak mau?" tanya Raga.
"Tidak tidak tuan, saya, saya mau tuan." jawab Anin cepat.
Huh ternyata seru sekali membuatnya takut seperti itu. Raga.
***
"Yang ini bagaimana?" tanya Raga.
"Emm sepertinya yang itu terlalu kebesaran untuk anda pakai tuan?" jawab Anin.
"Huh, sebenarnya kamu ini bisa tidak sih memilih kan pakaian yang cocok?" ketus Raga kesal.
__ADS_1
Bagaimana tidak, sudah dua jam Raga bolak - balik ruang ganti untuk memakai pakaian yang sekiranya pantas untuk dipakai saat berkencan. Tapi, wanita di depannya ini selalu menyebut pakaian nya tidak pantas, terlalu formal, kebesaran, terlalu kecil, bahkan dia menyebut pakaian yang dipakai Raga jelek sekali tanpa ragu atau takut Raga akan memarahinya.
"Tuan, jangan marah - marah. Bukannya tuan sendiri yang meminta saya untuk memilihkan pakaian yang pantas untuk anda berkencan?" tegur Anin.
"Iya tapi dari tadi tidak ada satupun pakaian yang ku pilih, cocok bagimu! Susah sekali ternyata selera wanita!" jawab Raga.
"Hmm ya sudah jika begitu. Bagaimana kalau anda pakai saja yang ini tuan?" ucap Anin sembari tertawa menyodorkan sebuah dress wanita diatas lutut yang tadi ia bawa secara sembunyi - sembunyi sebelum masuk ke kamar Raga.
Huh dia ini! Ingin memancingku ya. Raga.
"Oh rupanya kau ingin memancing ku? Apa kau sudah tidak sabar?" tanya Raga seketika menghentikan tawa di wajah Anin.
"Ti- tidak tuan. Saya hanya bercanda. Maaf tuan saya benar - benar tidak bermaksud." Anin mundur beberapa langkah seirama dengan langkah Raga yang semakin mendekatinya.
Glek. Ya ampun dia mau apa pagi - pagi begini. Anin.
"Ehm, ehm tuan anda kan harus pergi berkencan dengan nona Ufa. Jangan sampai terlambat atau membuat nona Ufa menunggu tuan. Anda pakai saja baju yang sudah anda kenakan itu. Itu bagus dan cocok tuan. Saya akan bersiap pergi ke toko. Semoga hari anda menyenangkan tuan." ucap Anin yang tadi sempat kabur melalui celah tangan Raga dan langsung berdiri di depan pintu hingga bayangannya tak terlihat.
Sial lagi - lagi aku gagal. Baiklah, tidak apa gadis muda. Lihatlah malam ini bagaimana kau akan ku buat menjerit sepanjang malam. Malam yang paling bersejarah bagiku dan bagimu. Aku tidak akan melepaskanmu. Tunggu saja. Raga mencengkram tangan nya.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih. Jangan lupa juga follow ig author @dedewinthap for more information insyaa Allah di follback🍓🤗