
"Bicaralah dan katakan segalanya Roman.." ucap Raga hingga membuat Anin memelototi adik laki - lakinya itu.
"Tidak ada apa - apa sayang, apa yang harus dibicarakan? Tidak ada apa - apa sungguh, Roman hanya berbicara sembarangan saja." Timpal Anin yang langsung panik dan menghampiri Raga yang sedang berdiri di samping Roman.
"Kenapa kau panik? Apa benar kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Raga dengan tegas sembari menatap mata Anin.
"Ti- tidak, tidak ada sama sekalii, aku tidak berbohong sayangg."
"Ehm, lebih baik kita mandi dulu setelah itu bersiap untuk makan malam." Ajak Anin yang langsung menarik Raga tetapi sebelumnya ia berpamitan kepada semua orang untuk beranjak ke kamar. "ibu, kami ingin berganti baju dan mandi dulu, setelah itu kami akan ke bawah lagi untuk makan malam tidak apa - apa kan?" Tanya nya kepada ibu mertuanya.
"Tidak apa - apa nak, kamu memang harus banyak istirahat apalagi kalian dari perjalanan jauh, terlebih kamu sedang hamil nak. Istirahat lah saja, nanti pelayan akan memanggil kalian untuk makan malam." Ufap Ibu Faiza yang langsung diiyakan oleh Anin dan Raga, lalu mereka segera beranjak ke kamar.
__ADS_1
***
"Apa yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya Raga dengan tegas saat mereka baru saja menginjakan kaki di kamar yang sudah lama mereka tinggalkan itu.
Anin yang tadi berjalan mendahului Raga tiba - tiba menghentikan langkahnya dan meremas pergelangan tangannya.
Aduh bagaimana ini.
"Anin.." panggil Raga saat Anin tidak menghiraukannya dan malah diam di tempat.
"Maaf, maafkan aku Raga. Maafkan aku, ini semua salahku, tidak seharusnya kau mengetahui ini semua, tolong maafkan aku, maafkan aku, jangan marahi siapapun termasuk Ufa, marah saja kepadaku tidak apa - apa, tapi tolong jangan marahi mereka, hiks." Suara tangisan itu seakan meremas jantung Raga dan menggugurkan semua perasaan kesal yang sedari tadi menumpuk di hatinya, ia mencoba melepaskan pelukan erat dari istrinya itu, tapi Anin menolaknya dan malah semakin erat memeluknya.
__ADS_1
"Tidak, jangan marah, maafkan aku, tolong maafkan aku, ini semua salahku, jangan marahi siapapun ya." Tangis Anin masih terdengar disana, bahkan mungkin matanya sudah membengkak saat ini.
"Anin, sayang, hey, kamu kenapa? Aku tidak marah, aku tidak akan marah dengan siapapun, aku janji, aku hanya ingin tahu apa yang terjadi, aku tidak mau Ufa menyakitimu tanpa sepengetahuanku, hanya itu saja." Lalu Raga menggiring istrinya itu untuk duduk di tepi kasur, ia menghapus sisa air mata yang masih membanjiri wajah cantik di depannya ini, lalu memeluknya lagi sembari menghujani ciuman di puncak kepalanya.
"Aku tidak akan pernah marah kepadamu, aku sangaaattt mencintaimu dengan seluruh hatiku, mana mungkin aku memarahi kelinciku yang manis ini." Ucapnya dengan gemas sembari mengusap kepala Anin.
Sebenarnya Raga sangat penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi antara Anin dan Ufa, tetapi ia memilih bertanya di waktu yang tepat walaupun rasa penasaran itu mengguncang pikirannya, ia tidak ingin membuat Anin stres apalagi ia sedang mengandung.
"Sekarang kamu mandi duluan ya, terus istirahat dulu baru makan malam, lalu kita istirahat lagi. Sudah jangan menangis sayang, aku tidak akan marah sama kamu. Aku sangat mencintaimu." Ucap Raga dengan manisnya membuat Anin merasa lega, lalu ia segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Bagaimanapun aku harus tetap mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Anin dan Ufa, aku tidak mau wanita itu menyakiti istriku tanpa sepengetahuanku, aku harus mencari tau! Raga.
__ADS_1
***
Temen - temen ini kita mau menuju puncak konflik yaa, siapkan hati dan pikirannya hehehee jangan lupa like dan vote nyaa yaa, makasii yang selalu setia menunggu.