Arranged Marriage

Arranged Marriage
Pingsan


__ADS_3

Setelah tadi berhasil membujuk Luna, Anin langsung berpamitan untuk pergi ke toko. Awalnya Luna berniat mengantarkan kakak iparnya itu, tetapi Anin menolak dan memilih untuk naik taksi agar tidak mengganggu Luna.


"Taksiiiii!" teriak Anin sembari melambaikan tangannya kepada mobil berwarna biru yang berlalu lalang.


"Mau kemana mbak?" Tanya seorang supir taksi yang berhenti.


"Ke toko kue Nindir's di jalan ***** bisa pak?" Tanya Anin kepada supir taksi.


"Oh tentu saja bisa, mbak. Ayo saya antarkan." Jawab sang supir taksi yang rambutnya tampak sudah ber uban.


Di jalan Anin membuka telepon seluler nya yang dari tadi ia rasa terus bergetar, tetapi ia abaikan begitu saja.


Astaga matilah aku, aku lupa menghubungi tuan Raga. Anin.


Setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya Anin sampai di toko kue nya. Tak lupa ia membayar ongkos kepada supir taksi, dan sedikit melebihkannya.


"Terima kasih ya, mbak. Semoga usaha mbak nya lancar terus." Begitu tadi sang supir taksi mendoakan Anin saat ia sudah menggenggam uang berwarna pink kemerah - merahan itu tanpa mengembalikan kembaliannya karena pinta sang pemberi.


"Semoga doa yang sama juga berbalik ke bapak." Ucap sang pemberi yang langsung buru - buru masuk ke toko kue miliknya, mengambil telepon selulernya dan menghubungi seseorang disana.


***


"Halo tuan, maaf saya tadi lupa menelpon anda." Anin memulai percakapan dan sedikit gugup.


"Apa kamu sesibuk itu?" Bertanya dengan suara ketus.


"Maaf tuan, saya lupa." Jawab Anin sekenanya.

__ADS_1


"Apa? Lupa? Iupa kamu bilang?" Teriak Raga.


Eh aku ngomong apa barusan? Lupa? Astaga pakai nge blank segala sih. Kan jadi masalah. Anin.


"Maaf tuan bukan lupa, tadi saya banyak pembeli jadi sangat sibuk. Maafkan saya tuan mungkin anda salah dengar." Mencoba berbohong meski tau tidak akan berhasil.


"Kamu jangan berbohong!" Tegas Raga.


"Ti- tidak tuan. Saya bersumpah tidak bohong." Maafkan saya tuan karena sudah berbohong, ucap anin dalam hati.


"Ya sudah, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu. Nanti jika sudah selesai telepon saja aku. Aku akan menjemputmu." Berbicara seenaknya yang mengagetkan Anin.


"Apa!" Berteriak karena terkejut mendengar pernyataan Raga.


"Apa! Kenapa kamu berteriak kepadaku!" Terdengar suara ketus dibalik telepon.


"Kabari aku jika sudah pulang, ingat!" penuh penekanan, terdengar sedikit lebih memaksa.


"Iya tuan." jawab Anin singkat dan telepon langsung terputus.


Setelah selesai menelpon yang mulia raja, Anin melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda karena hal tidak penting yang baru saja terjadi.


"Sungguh aneh sekali dia itu." gumam Anin.


***


Sudah hampir seharian Anin bekerja, pelanggan yang selalu berdatangan membuatnya dan karyawan yang lainnya begitu kewalahan. Tapi rasanya ia benar - benar lelah hari ini.

__ADS_1


"Mbak Anin, kalo capek istirahat aja." Tegur seorang karyawan.


"Eh engga kok, nggak sama sekali, hehe." Jawab Anin dengan santai sembari menyapu peluh di dahinya.


"Tapi mbak Anin kelihatan pucat banget." Tegur karyawan itu lagi.


"Kenapa kak?" Tiba - tiba Ella datang begitu saja melihat perdebatan antara kakaknya dan seorang karyawan itu.


"Astaga kakak pucat sekali. Kakak sakit? Kamu kenapa nggak bilang kalo kakak sakit?" Ella langsung menyalahkan pegawai di depannya.


"Ma-maaf mbak Ella saya juga baru tau. Maaf mbak." ucap pelayan itu.


"Ella kamu nggak boleh menyalahkan orang lain seenaknya. Kakak nggak apa apa kok. Cuma kecapean aja." Tegur Anin sembari masih memegangi kepalanya yang terasa berat.


"Kakak lebih baik kita ke rumah sakit saja. Kakak pucat sekali." Tawar Ella.


"Sudah jangan berlebihan, kakak baik - baik saja." Tolak Anin yang langsung ingin beranjak pergi, tetapi tiba - tiba.


Brukk!!!


Anin jatuh saat ingin beranjak dari tempatnya berdiri, membuat Ella dan para karyawan lain langsung terkejut. Hingga akhirnya Ella bersama salah satu pelayan membawa Anin ke rumah sakit setelah menelepon Roman.


Karena panik, tanpa mereka sadari mereka lupa mengabari seseorang yang 'mungkin' akan lebih panik dari mereka.


***


Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya! Jangan lupa follow juga @dedewinthap untuk informasi ter update, terimakasih. Maaf lama update nya ya karena menunggu lolos review😭

__ADS_1


__ADS_2