Arranged Marriage

Arranged Marriage
Kenapa harus kembali


__ADS_3

"Mulai sekarang panggil aku sayang!" tegas Raga.


Anin melongo tidak percaya. Kenapa ia harus memanggil dengan panggilan itu, pikirnya.


"Menjijikan sekali, aku tidak mau!" Protes Anin.


"Aku juga tidak mau tau, kamu harus panggil dengan nama itu!" Perintah Raga.


"Tidak mau tuan, saya sudah nyaman dengan panggilan saat ini." Anin semakin membantah.


"Anindira, sekarang aku lihat kamu semakin berani ya." Kata - kata Raga seakan menjadi sambaran petir bagi Anin, ia langsung bungkam tanpa suara.


Anin menarik nafas panjang setelah terdiam lama, lalu duduk tegap dihadapan Raga, ia terdiam menatap suaminya itu dengan tersenyum. Yang ditatap hampir salah tingkah, namun mencoba untuk tetap cool.


"Kenapa menatapku seperti itu, apa kamu baru menyadari bahwa ketampananku ini sudah overdosis." dengan pedenya Raga menyebut hal itu, membuat Anin juga semakin gemas dengan suaminya itu.


"Ayo tunggu apalagi, cepat panggil aku sayang sekarang!" Perintah Raga.


"Kenapa harus sekarang? Apa tidak bisa besok?" Lagi - lagi wanita ini protes, tapi saat melihat raut wajah Raga yang terlihat datar dan tidak menyenangkan akhirnya ia mengalah dan lebih dulu melaksanakan perintah dari Raga tadi.


"Iya, iya baiklah, kamu mau aku panggil apa? Sayang, hanny, baby, suamiku, tampanku, lelakiku, pujaan hatiku, cintaku, atau apa?" Anin dengan tidak sadarnya duduk tepat diatas tubuh atletis Raga. Raga yang terkejut karena perlakuan Anin itu langsung terperanjat, tapi ia membiarkan saja.


Berani sekali dia ini. Ucap Raga dalam hati sembari menyunggingkan senyumnya.


"Panggil sayang saja, tidak usah berlebihan!" perintahnya lagi.

__ADS_1


"Baiklah, tapi tidak ada yang marah kan jika aku memanggilmu dengan nama itu?" Tanya Anin menggoda.


Raga mengeryitkan dahi nya dan terdiam. "Memang siapa yang memarahimu?" Tanyanya setelah terdiam beberapa saat mencerna kata - kata Anin.


"Yaaa, siapa lagi? Tentu sajaa, kekasihmu. Nona Ufa." Anin menggigit bibir bawahnya gugup, ia sadar sekali sudah membangunkan singa yang tertidur.


"Anindiraa, apa kamu sudah lupa dengan apa yang pernah ku katakan.." suara Raga mengecil, menandakan ia tidak suka dengan kata - kata Anin yang masih membahas mantan itu.


"Tapi kan saat kita menikah, tuan masih punya hubungan dengannya! Tidak mungkin sekali jika hubungan kalian berakhir secara tiba - tiba!" Anin berteriak sembari turun dari atas tubuh suaminya dan duduk berselonjor di sebelah Raga.


Dia yang membuat masalah, dia juga yang marah. Memang wanita sangat aneh sekali. Aku sangat tidak paham dengan mereka. Raga.


"Kenapa kamu malah marah dan berteriak kepadaku?" Raga mencoba menurunkan nada bicaranya, mengingat Anin yang baru saja pulih dari sakitnya.


"Maaf, tuan. Maaf, maafkan saya." Anin mencoba meminimalisir keadaan dengan meminta maaf terlebih dahulu.


Aduh aku harus bagaimana ini, aku tidak mau menyebutkan panggilan menggelikan itu. Anin.


Belum sempat Anin berbicara, suara ketokan pintu yang mengganggu itu menggema di telinga mereka.


"Ada orang!" ucap Anin.


"Aku tahu!" Raga langsung beranjak keluar untuk membuka pintu, sedangkan Anin langsung lari terbirit - birit ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


***

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera turun." ucap Raga kepada pelayan lelaki itu.


Anin yang baru saja keluar dari kamar mandi hampir terkejut karena melihat Raga masih berbicara dengan pelayan itu.


Untung saja tadi aku memakai baju di dalam kamar mandi. Anin.


"Ayo ikut aku ke bawah!" Ajak Raga.


"Kenapa? Mau kemana?" dia ini selalu banyak tanya.


"Main lompat tali!" ketus Raga.


"Kenapa harus membawaku!" Protes Anin.


"Cepatlah saja, jangan membantah!" Perintah Raga.


"Iya, ayo kita ke bawah." Anin menggelayuti tangan Raga sepanjang perjalanan mereka ke bawah.


Sesampainya di bawah, belum selesai Raga dan Anin turun dari tangga, seorang wanita langsung berlari dan memeluk Raga dengan eratnya di depan mata istrinya.


Anin yang terkejut langsung melepaskan tangannya dari tangan Raga dan mundur beberapa langkah.


"Raga aku sangattt merindukanmu." wanita itu memeluk erat Raga sembari menenggelamkan wajahnya di dada bidang lelaki itu.


No-nona Ufa... kenapa dia harus kembali. Anin meremas pergelangan tangannya yang basah.

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya ya! Terimakasih banyak atas apresiasi readerss❤️🙏🏿


__ADS_2