
Sementara itu, Raga sudah siap dengan pakaian santai nya yang tampak sangat rapi. Dia terlihat sedang menelpon seseorang.
"Halo, apakah kau sudah menemukan orangnya?" tanya nya.
"Sudah tuan, sesuai permintaan anda. Dia sudah kami sekap dan sekarang ada di gudang kosong dekat pabrik ***** yang tidak terpakai di jalan ***** di dekat perkebunan teh." jawab seseorang tersebut.
"Berapa jam kira - kira dari kediaman ku?" tanya Raga memastikan.
"Sekitar empat puluh lima menit tuan jika anda jalan darat. Anda tidak perlu mengebut." pinta seseorang itu.
"Baiklah, kau jaga dia baik - baik jangan biarkan dia bergerak sedikitpun dari tempatnya! aku akan segera kesana." perintah nya sembari mengambil kunci mobilnya dan segera beranjak dari rumah.
***
Setelah hampir empat puluh lima menit perjalanan, Raga akhirnya sampai ke gudang yang dikatakan oleh orang suruhan nya tadi. Ia langsung masuk dan menghampiri seorang lelaki yang terduduk lemas dengan tangan dan kaki nya yang terikat, serta mulut nya yang di tutup menggunakan lakban. Ia terlihat sangat ketakutan.
"Jadi kau orangnya?" ucap Raga dengan seringai khas nya dan melepas lakban yang menempel pada mulut pria itu.
__ADS_1
"Sa- saya minta maaf tuan. Saya hanya orang suruhan saja tuan. Saya mohon ampuni saya." pinta lelaki itu sembari memohon dengan sangat.
"Siapa yang menyuruhmu?" Raga yang awalnya ingin langsung menghajar lelaki itu tiba - tiba dibuat penasaran oleh nya.
"Emm itu ti- tidak tuan saya tidak bisa memberitahu anda maaf tuan." lelaki itu terlihat gugup.
"Huh memangnya berapa kamu dibayar oleh orang yang menyuruhmu itu hah? memangnya dia sebenci itu dengan istriku sehingga ingin menghancurkan nama baik nya?" tanya Raga.
"Bu- bukan begitu tuan. Orang itu hanya ingin agar anda berpisah saja dengan istri anda, karena dia berpikir bahwa anda tidak menyukai istri anda. Dia berpikir bahwa anda hanya ingin terlihat menjadi suami yang baik oleh awak media." kegugupannya membuatnya mengungkapkan segala fakta yang lebih merumitkan Raga.
Sepertinya orang ini tidak berbohong, ia terlihat sangat gugup sekali. Aku tidak boleh menggertaknya agar ia mau memberitahuku segalanya. Raga.
"Jangan membuatnya rumit! cepat katakan apa tujuanmu! jangan membuat tuan Raga menunggu!" ucap orang suruhan itu dengan kasar.
"Ti- tidak tuan saya mohon tuan. Ampuni saya tuan. Sebenarnya, saya ingin mengatakannya tapi tuan pasti tidak akan percaya dengan apa yang saya katakan dan malah memukul saya." ucap lelaki itu gemetar ketakutan.
"Tidak akan, jika kau jujur aku tidak akan menghukum mu. Tapi jika kau berani sekali saja membohongiku. Maka, " suara Raga terhenti, ia mendekatkan mulut nya ke telinga lelaki itu.
__ADS_1
"Maka aku akan membunuhmu saat ini juga!" seperti ada batu besar menghantam dada lelaki itu, ia benar - benar sangat ketakutan. Suaranya seakan tercekat di tenggorokannya.
"Jangan tuan, kasihanilah saya tuan." pintanya.
"Huh ternyata cuma badanmu saja yang besar tapi nyalimu ciut hanya dengan ku berkata seperti itu." ucap Raga meremehkan.
"Jadi sebelum aku benar - benar menghabisimu, sebaiknya kamu katakan kepadaku siapa orang yang menyuruhmu?" tanya Raga sekali lagi.
"Yang menyuruh saya adalah..."
"Siapa? cepat katakan!" ucap Raga tidak sabar.
"Maafkan saya tuan Raga, orang yang menyuruh saya adalah, adalah nona Ufa." ucap lelaki itu jujur hingga keringat menetes di dahinya.
"Kau mau mati?!" Raga emosi dan menghajarnya.
***
__ADS_1
Maafin baru update setelah sekian lama, karena kemarin hp aku sempat mati total dan nggak mau di charger😭. Harap maklum ya aku juga sudah kasih info kok di instagram. Terima kasih kalian yang sudah setia membaca jangan lupa like dan vote nya. Terimakasih😊