
Sudah lima menit Raga memeluk tubuh istrinya yang serasa panas dalam pelukannya, ia seakan tidak ingin melepaskan tubuh mungil wanita itu.
"Tuan.." Anin mencoba menyadarkan Raga tetapi yang diterima Anin malah suara isakan dari mulut lelaki itu.
Huh dia menangis? ada apa dengannya ya hari ini, sudah tadi memanggilku sayang. Benar - benar aneh. Tapi semua perlakuan manisnya yang secara tiba - tiba ini membuat kadar cintaku semakin bertambah. Anin.
"Biarkan saja seperti ini dulu. Apa kau tau aku tadi langsung kesini saat Roman mengabariku kalau kamu pingsan, aku sudah menduga yang tidak - tidak. Dan benar saja ternyata kata Deon kamu sakit demam berdarah." berbicara sambil mencoba mengontrol emosinya sendiri agar tidak terdengar seperti suara orang menangis, tetapi Anin tidak bisa dibohongi. Raga tadi sudah menyuruh adik - adik iparnya untuk pulang dan memberitahukan keluarga yang lainnya jika Anin sakit, maka dari itu ia tidak malu jika ingin menangis diruangan ini berdua istrinya.
"Tuan apa anda menangis?" memberanikan diri untuk bertanya dan siap menanggung segala resiko yang ada.
"Aku sangat mengkhawatirkanmu." tiga kata itu sebenarnya sudah mengguncang perasaan Anin dan memanipulasi otaknya bahwa ia yakin jika suaminya ini mencintainya. Tetapi dugaan itu hancur seketika saat mendengar kalimat selanjutnya dari mulut Raga.
"Dulu, Ufa juga pernah sakit demam berdarah hingga ia drop, dan aku tidak mau hal itu juga terjadi padamu. Hanya kamu satu - satunya yang ada." Anin meremas tangannya sendiri, merasa kecewa dengan kata - kata Raga, kenapa ia harus membicarakan dan bahkan membandingkannya dengan wanita itu.
Anin menarik nafasnya dalam - dalam dan melepas pelukan Raga, ada raut kecewa yang tertutupi dibalik senyuman manisnya.
"Tidak apa - apa tuan, saya ini wanita tangguh, saya tidak mungkin mengalami hal seperti itu haha." terlihat raut yang berbeda dari wajah Anin, tapi lelaki yang sangat tidak peka itu bahkan tidak menyadarinya.
__ADS_1
"Tetap saja, pokoknya kamu harus cepat sehat ya." Ucap Raga sembari mencium kening Anin hingga membuat air mata wanita itu menetes, tapi ia langsung buru - buru menghapusnya agar Raga tidak melihat.
***
"Kakak ipar.."
"Nak.."
"Anin sayang..."
"Ayah, ibu." Anin terkejut melihat kedua orang tua dan kedua mertua nya datang menjenguk ia yang sebenarnya 'tidak sakit - sakit amat' tapi mereka malah datang untuk menjenguknya.
"Naakkk, kamu nggak apa - apa kan nak?" tanya ibu Pertiwi yang langsung datang dan menghujani Anin beribu pertanyaan. (Ibunya tidak ada bedanya sama suaminya :D)
"Anin tadi kata Ella dan Roman kamu sakit demam berdarah, apa itu benar?" tanya ayahnya dengan tidak sabar.
"Kenapa kamu jadi sampai sakit demam berdarah nak. Tadi ayah juga sudah memanggil orang untuk menyemprot rumah kita agar tidak ada lagi yang sakit, ayah sangat khawatir." timpal ayah mertua Anin yang juga terlihat panik, karena selama beberapa tahun ini tidak ada diantara anggota keluarganya yang sakit, apalagi sampai masuk rumah sakit. Hanya ia saja yang mask rumah sakit, itupun karena kecelakaan.
__ADS_1
"Anin sayang, tadi ibu bawakan buah dan makanan yang sehat dari koki rumah dan itu sudah sesuai dengan petunjuk gizi, jangan lupa dimakan ya nanti sayang." ucap ibu mertuanya.
Hari itu, rasanya Anin tidak seperti orang yang sakit, tetapi seperti orang yang paling bahagiaa. Dihari itu ia mendapatkan perhatian lebih dari seluruh anggota keluarganya, termasuk suaminya yang tidak pernah ia bayangkan akan mencintai dirinya juga.
"Kakak ipar, semoga kakak cepat sembuh. Nanti aku akan mengajak kakak untuk membantuku men desain sekolah untuk renovasi." Saat semua berpamitan, Aluna membisikan kata - kata itu kepada kakak iparnya hingga membuat mata Anin terbuka lebar dan langsung menampakan senyum bahagia.
"Aku pasti sembuhhh Lunaaa. Ingat janjimu yaaaaa!!!!!" teriak Anin saat Luna sudah keluar dari ruangannya.
"Janji apa?" tapi laki - laki kepo disebelahnya ini tidak ada hentinya menanyakan pertanyaan itu kepada Anin hingga membuat Anin pusing.
"Janji untuk mencintaimu." ucap Anin sembari tertawa dan malah mendapatkan sebuah ciuman di bibirnya.
"Dasar genit." bisik Raga disahuti tawa yang keluar dari mulut Anin.
***
Hai jangan lupa like dan vote nya yang kenceng ya, soalnya author belum ada dapat vote sebulan ini😪 makasih banyakkk, jangan lupa follow @dedewinthap untuk info update selanjutnya
__ADS_1