Arranged Marriage

Arranged Marriage
Sungguh memalukan


__ADS_3

"Ini adalah bayaran untukmu. Kerjamu sangat bagus sekali. Lain kali teruslah seperti itu." seorang wanita menyodorkan amplop coklat kepada lelaki gagah di depannya.


"Terima kasih banyak, nona. Anda tidak perlu sungkan untuk menyuruh saya lagi." jawab pria itu sembari mencium amplop coklat itu dengan seringai nya.


"Hem sana pergilah sebelum ada yang melihat kita." perintah wanita itu sembari melirik - lirik sekitar dan langsung dituruti oleh pria itu.


Flashback


"Halo, aku punya pekerjaan untukmu." Ufa terlihat menelpon seseorang sebelum Raga menjemputnya.


"Apapun asal saya laksanakan nona. Asal ada.." belum selesai lelaki itu berbicara, Ufa langsung menyahutinya.


"Ya aku tahu, aku sudah mempersiapkan segalanya. Kau hanya perlu berakting seakan - akan menjadi kekasih Anin, istri Raga." ucap Ufa mantap.


"Apa yang harus saya lakukan, nona?" tanya pria itu kembali.


"Nanti saat jam makan siang datanglah ke cafe ***** ajaklah wanita ini berkenalan. Karena aku yakin, dia pasti datang ke cafe tempat ku dan Raga berkencan." ucap Ufa sembari mengirimkan foto Anin kepada lelaki itu.


"Baiklah nona, saya akan melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan." ucap lelaki itu mantap.

__ADS_1


"Bagus, buatlah dirimu berguna!" perintah Ufa dijawab anggukan kepala oleh lelaki gagah itu sembari pergi meninggalkan Ufa untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan Ufa kepadanya.


Flashback off


Tidak sia - sia aku membayar mahal orang suruhan ku itu. Setelah ini, hanya tinggal beberapa langkah saja lagi, maka aku akan memisahkan Raga dengan Istri kampungan nya itu. Ufa dengan seringai jahatnya.


***


"Anin anakku, apa kamu sakit nak?" tanya tuan Malik saat mereka sedang makan bersama.


Akhirnya, Anin memang tidak bisa membantah kata - kata Raga untuk tidak pergi ke toko hari ini. Mereka pergi sarapan bersama setelah tadi Raga menuntun Anin yang mencoba berjalan sebisa nya ke meja makan. Dan itu membuat semua keluarga menatap heran.


"Hanya apa nak?" tanya Ibu melanjutkan.


"Dia hanya kelelahan bu." sahut Raga yang langsung ditatap Anin.


"Kelelahan apa? memang kamu melakukan apa nak?" tanya Ibu kembali.


Anin dan Raga sama - sama bungkam, mereka saling bertatap mata. Bingung untuk mencari alasan. Cukup lama keheningan terjadi, hingga suara Raga memecahkan keheningan yang terjadi.

__ADS_1


"Aku hanya kelelahan karena semalam pergi dari pagi hingga malam bu. Mungkin aku hanya kurang istirahat karena akhir - akhir ini banyak sekali pekerjaan di toko." jawab Anin sembari mencoba menutupi leher nya dengan rambut panjang nya, tetapi Luna bisa melihat itu.


"Begitu ya, baiklah kalau begitu makanlah sekarang lalu minum vitamin. Supaya kamu cepat segar lagi." perintah ibu.


"Iya baiklah, terima kasih bu." jawab Anin sembari memegang dadanya diikuti oleh Raga.


***


"Ada apa adik ipar, kenapa kamu menarik - narik tanganku seperti ini? lepaskan aku adik ipar!" Luna menarik tangan Anin menuju taman belakang rumah tanpa sepengetahuan semua orang.


"Kenapa kamu membawaku kesini, apa rencanamu?" tanya Anin sembari memegang pergelangan tangannya yang memerah.


Tiba - tiba, Luna memegang leher Anin dan menyibakan rambutnya ke belakang. Dia tersenyum sarkastik.


"Hahaha, sudah ku duga kakak ipar. Kamu bukan kelelahan karena bekerja di toko kue mu itu. Tapi kamu kelelahan karena semalam kamu bekerja untuk kakak ku. Kamu sudah ketahuan kakak ipar, tidak perlu menutupinya seperti itu." ucap Luna sembari tertawa sekeras mungkin. Wajah Anin memerah malu.


Astaga ini sungguh memalukan. Anin.


***

__ADS_1


Maaf baru bisa update, jangan lupa like dan vote nya ya. Terimakasih🍓🍓🤗


__ADS_2