Arranged Marriage

Arranged Marriage
Kenapa jadi romantis?


__ADS_3

Semua orang baru saja ingin memulai sarapan, tetapi tertunda karena menunggu suatu hal. Ya, kedua kekasih yang tadi malam melakukan kegiatan rutin mereka terlihat tidak ada di jejeran kursi makan pagi ini.


"Apa mereka masih tidur?" Tanya tuan Malik kepada salah satu pelayan yang sedang menghidangkan makanan di piring - piring.


"Iya tuan, tadi saya sudah berusaha mengetok pintu kamar tuan dan nona, tetapi tidak ada sahutan sama sekali." Jawab pegawai tersebut.


Hm padahal aku ingin bicara hal yang penting dengan mereka berdua, tapi sudahlah. Nanti saja aku bicara hal itu. Malik.


"Ya sudah biarkan saja mereka, lanjutkan saja pekerjaan mu. Ayo lanjutkan makan kalian juga." ucap Malik kepada istri dan anak - anaknya.


Tumben sekali Ayah menanyakan kakak dan kakak ipar. Luna menatap ayahnya sarkas lalu memakan makanan di depannya.


Sementara itu, masih di dalam rumah, di tempat yang berbeda.


"Hoamm, jam berapa ini?" Raga mengucek - ngucek matanya yang kesilauan akan cahaya matahari dari jendela.


Dia masih tidur. Raga.


Kemudian dengan sangat hati - hati, Raga mencoba menarik tangannya yang semalaman dijadikan bantal oleh Anin.

__ADS_1


Tanganku rasanya kram sekali, dia benar - benar menjadikan tanganku bantal tidurnya. Tetapi alih - alih marah, Raga justru tersenyum dan mengusap wajah Anin lalu pergi berlalu ke kamar mandi dan berangkat ke kantor. Tapi sebelum pergi ia sudah menyuruh pelayan mengantarkan sarapan ke kamar Anin setelah ia bangun nanti, tak lupa ia menyelipkan sebuah kertas kecil diantara tumpukan piring berisi makanan itu.


***


Anin mengerjapkan matanya berulang kali sesaat kembali terbangun setelah ia tertidur tadi. Menyadari bahwa ia sendirian di atas kasur ini, tanpa suaminya.


"Apa dia sudah pergi bekerja?" dengan suara parau nya khas bangun tidur, Anin beranjak dari tempat ternyaman itu dan bergegas ke kamar mandi dengan santai, karena rasa sakit nya tidak terlalu terasa untuk yang kesekian kalinya ini.


Saat Anin sudah bersiap untuk pergi ke toko, terdengar suara ketokan pintu yang mengagetkannya. Saat ia beranjak dan membuka, ternyata pelayan suruhan Raga tadi mengantarkan sarapan untuknya.


"Nona, maaf mengganggu anda. Tadi tuan Raga menyuruh saya mengantarkan sarapan ini setelah nona bangun tidur." Pelayan tersebut menyerahkan nampan berisi makanan itu ke tangan Anin lalu segera pergi setelah Anin mengucapkan terima kasih padanya.


Anin mulai menyantap makanan paginya. Di kamar ini, sendiri. Tidak sengaja tangannya menjangkau sesuatu di balik piring kaca itu. Sebuah surat kecil berwarna kuning yang terlipat itu berhasil mengubah mood nya pagi ini.


"Aaaa kenapa dia jadi romantis begini! Aku kan jadi baper dibuatnya! Dan apa tadi katanya? Mencintaimu? Sayangku? Ah sungguh rasanya jantungku ingin meledak pagi ini." Berteriak saking gugupnya sembari tersenyum senang, mengambil telepon genggam nya dan mencari nomor seseorang. Lalu mengetik beberapa kalimat juga, yang tanpa ia sadari itu juga bisa mengubah mood seseorang.


Terima kasih sarapannya, aku akan pergi ke toko. Semangat bekerja nya, aku juga mencintaimu. Awalnya ragu untuk mengirimkan pesan itu tetapi akhirnya ia mengirimkannya dengan perasaan campur aduk.


Ah aku malu sekali. Jika bukan dia yang mengirimkan ini bagaimana? Tapi jika bukan dia siapa lagi? Ah sudahlah. Dengan cepat menghabiskan makanan di depannya lalu keluar kamar dan berpamitan ke semua orang. Sebuah mobil taksi berhenti saat tangan Anin melambai di depan rumah suaminya yang super besar itu.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan menuju toko kue nya, Anin tidak sengaja melihat seorang wanita yang sepertinya ia kenal masuk ke dalam sebuah bangunan yang tampaknya seperti sebuah sekolah, yang berada di tengah - tengah kampung. Lalu ia menyuruh supir taksi berhenti dan bergegas mengikuti wanita itu sampai ke dalam.


***


"Sebenarnya aku malas sekali pergi ke kantor hari ini, tapi aku harus tetap pergi demi mendapatkan proyek besar itu." Ucapnya dengan langkah gontai memasuki lift menuju ruangannya. Suara getaran handphone yang berada di sakunya ia ambil. Melihat - lihat ada pesan dari siapa saja pagi ini dan terhenti saat sebuah nama kesayangannya ada diantara pesan - pesan itu.


Terima kasih sarapannya, aku akan pergi ke toko. Semangat bekerja nya, aku juga mencintaimu. \~My sunshine.


Hampir berteriak saking senangnya, tetapi kembali sadar akan tempatnya berada saat ini, lucu sekali jika pegawainya sampai datang dan melihatnya karena teriakannya sendiri.


Mulai memikirkan balasan dari pesan itu, mengetik, menghapus lagi, mengetik, menghapus lagi. Begitu seterusnya hingga akhirnya ia tidak jadi mengirimkan pesan itu.


***



Sok jual mahal banget sih tuan Raga!!! \~*Author :D


__ADS_1


Hai semuanya, apa kabar? Maaf banget baru bisa update setelah sekian lama, dan kemungkinan aku akan seperti ini untuk kedepannya karena harus mempersiapkan ujian. Mohon doanya supaya dilancarkan ya semua :D. Semoga urusan kalian dilancarkan juga. Dan maaf atas kelamaan update terus sekali up cuma satu bab satu bab:(( karena jujur aku lagi sibuk banget. Semoga kalian sehat selalu, terima kasih banyak atas supportnya selama ini. Jika ada waktu senggang nanti aku pasti akan up lagi! So, stay tune ya! Semangat terus semuanya. Stay safe.


Author.


__ADS_2