
Sesaat setelah sampai tadi, Anin langsung mandi dan merebahkan diri sampai akhirnya terlelap dalam tidurnya karena kelelahan setelah seharian menghabiskan waktu di luar, dan juga mungkin efek kekenyangan. Raga sempat mengecek nya tadi di dalam kamar wanita yang telah menjadi istrinya itu karena Anin tidak ikut makan malam bersama. Ia tersenyum perlahan.
Baru sehari aku menghabiskan waktu denganmu, tapi ada rasa yang aneh di hatiku. Aku takut jatuh cinta padamu. Setelah ku pikir - pikir sepertinya kita bisa berteman. Tapi, mungkin tidak untuk itu. Sebaiknya aku menjaga jarak denganmu. Raga.
Lalu, ia pergi kembali ke kamarnya dan ikut terlelap di bawah alam sadar hingga pagi menyambut.
***
Tok! tok! tok!
Tok! tok! tok! Kakak, kakak ipar. Apa kalian sudah bangun? Mari kita sarapan bersama. Terdengar suara pria dibalik pintu yang sedari tadi berusaha membangunkan Anin dan Raga.
"Siapa itu? Hoamm. Pagi - pagi sudah mengetok pintu." Anin mencoba mengerjapkan matanya berulang kali dan sedikit mencoba mengendurkan otot - otot lengan dan kaki nya sebelum akhirnya beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.
"Adik ipar? Kamu? Ada apa?" Setelah melihat lelaki yang berada di balik pintu senyum Anin mengembang dengan sempurna. Akhir - akhir ini mereka memang banyak mengobrol dan mulai akrab.
__ADS_1
"Kakak ipar dimana kakak? Ayah dan Ibu sudah menunggu di bawah untuk sarapan. Kakak dan kakak ipar bersiaplah." ucap Danu diselingi senyum tipis di wajahnya saat melihat wajah bangun tidur kaka iparnya yang tetap terlihat cantik.
"Oh iya maafkan aku karena terlambat bangun. Semua pasti sudah menunggu ya? maaf ya." Anin memasang wajah memelas.
"Tidak apa - apa kok, kak. Kami hanya tinggal menunggu kakak dan kakak ipar saja." ucap Danu.
"Hah memangnya dia belum bangun?" tanya Anin terkejut.
"Dia siapa kak?" tanya balik Danu.
"Kenapa kakak ipar malah menanyakan kakak? Bukannya kalian satu kamar? mengapa kakak ipar jadi tidak tahu jika kakak belum bangun tidur?" pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Danu, ekspresinya seakan bingung. Bagaimana bisa kakak iparnya ini bisa tidak tahu kalau suaminya sendiri belum bangun? bukankah mereka satu kamar? apa jangan - jangan--
Pikiran Danu mulai kesana kemari memikirkan hal yang tidak - tidak tentang kakak sulungnya dan istrinya ini. Lalu, suasana menjadi canggung. Danu yang tersadar akan pertanyaan nya yang terasa melebihi batas mulai menundukan pandangannya.
"Maafkan aku, kakak ipar. Aku mungkin terlalu ikut campur urusan kalian berdua. Aku tidak sengaja mengatakan nya." Danu memasang wajah memelas, dan merasa tidak enak telah berbicara seperti itu kepada kakak ipar nya.
__ADS_1
"Eh tidak apa - apa kok, adik ipar. Kamu nggak salah kok, wajar aja kalo kamu khawatir dengan hubungan kakak mu. Dia, dia, maksudku dia ada di dalam. Hanya saja aku tadi tidak melihatnya saat bangun tidur karena buru - buru membuka pintu." jawab saja seadanya dan coba mengubah asumsi adik ipar tentang hubungan mereka yang sebenarnya memang tidak baik, begitu pikirnya.
"Oh begitu ya, baiklah kak. Kalau begitu kami tunggu kakak dan kakak ipar untuk segera ke ruangan makan ya, kak." ucap Danu seraya tersenyum dan lantas pergi saat Anin mengiyakan nya.
Ya Tuhan, hampir saja ketahuan. Anin menutup kembali pintu kamarnya dan mengelus dadanya. Menetralkan keringatnya yang entah kapan datangnya.
"Siapa itu yang datang?" Raga yang sudah rapi menggunakan jas kantornya menghampiri Anin di kamar yang disembunyikan nya di samping kamar tidur nya. Melihat raut gugup istrinya, Raga pun menanyakan langsung perihal yang terjadi.
"Eh, tuan, tuan Raga em. Itu tadi--" suara Anin serasa tercekat di tenggorokan saat melihat wajah tampan suaminya.
Astaga, kenapa dia tampan sekali, ya Tuhan semoga aku tidak sampai menyukainya. Tolong lah aku. Anin.
Kenapa dia gugup begitu melihat ku? Raga menyunggingkan senyum di satu sisi bibir nya sembari menatap Anin yang masih terlihat gugup.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya, ya. Maaf author nggak update sabtu kemarin karena lagi buntu banget. Terima kasih sudah setia menunggu up nya. Jangan lupa juga baca novel author yang lain judulnya Menikahi Pangeran Tampan. Terima kasih😉