Arranged Marriage

Arranged Marriage
Mulai akrab


__ADS_3

"Katakan saja apa mau mu sekarang, jangan terlalu berbasa - basi!" perintah Anin kepada adik ipar nya itu.


"Kamu hari ini libur kan kak?" tanya Luna.


"Bukan libur, tapi aku tidak bisa bekerja dengan keadaan seperti ini! Dan satu lagi, gara - gara ulah kakak tersayangmu itulah yang membuat ku harus di rumah saja. Rasanya badan ku sakit semua." jawab Anin.


"Ya, aku tahu itu. Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat." ucap Luna mantap.


"Mau kemana? aku ini berada dirumah dan tidak bekerja karena ingin menutupi ini, kamu malah ingin membawaku pergi!" ucap Anin sembari menunjuk leher nya.


"Sudahlah, itu bisa ditutup menggunakan syal. Lalu nanti setelah kita sampai ke tempat yang ku bilang tadi, kakak bisa melepasnya." tawar Luna.


"Kamu kira ini musim dingin aku harus menggunakan syal? orang - orang akan menertawakan ku nanti!" masih berusaha menolak dengan cara baik - baik.


"Astaga kakak ini sungguh banyak bicara sekali! ikuti saja apa kataku kak, aku tidak mungkin juga membawa mu ke jurang lalu mendorong mu kesana!" geram Luna.


"Cepatlah bersiap kak! aku akan menunggumu. Cepatlah, cepat!" perintah Luna sembari mendorong - dorong Anin.


"Iya, iya baiklah. Kenapa kamu jadi menyebalkan sekali sih." sahut Anin sembari menjauhi Luna.


"Aku tidak perduli." sahutnya dengan nada mengejek.


***

__ADS_1


Akhirnya, mereka berdua benar - benar pergi setelah bersusah payah meminta izin dengan Raga yang hampir mengatur jadwal pergi mereka setiap menitnya.


"Huh, bahkan sekarang kakak sama bawel nya dengan kakak ipar." ucap Luna saat Raga memberikan seribu instruksi kepadanya.


"Heh, kamu bilang apa tadi! Kakak ini ingin menjaga mu supaya kamu tidak macam - macam!" jawab Raga.


"Memangnya aku mau macam - macam apa? bahkan aku belum pergi dan kakak sudah menuduhku!" kesal Luna.


Kakak beradik itu belum berhenti berdebat hingga Anin sudah bersiap rapi dengan baju rajut yang menutupi lehernya. Raga yang melihatnya tersenyum penuh arti.


"Wah, wah kamu mencoba menutupi itu ya?" tegur Raga.


"Ehm, tidak begitu maksud saya tuan, tapi kan mana mungkin saya keluar dengan keadaan seperti itu." tawar Anin.


"Iya, iya baiklah kakak ku yang sekarang bawel!" ketus Luna.


"Apa kamu bilang?" ucap Raga tidak terima.


Kaburrr!! Luna langsung lari dan menarik tangan Anin.


Senang sekali rasanya melihat Luna sudah bisa menerima Anin, semoga kalian selalu akur ya, sayang - sayangku. Raga tersenyum.


"Sekarang aku hanya perlu mencari tahu tentang lelaki yang kemarin bersama Anin, lihat saja kamu nanti!" ucapnya geram sembari mengepal tangannya, tubuhnya bergetar.

__ADS_1


***


"Kita sebenarnya mau kemana, sih?" tanya Anin yang sedari tadi hanya melirik - lirik jalanan ibu kota yang sangat padat.


"Mau bersenang - senang." jawab Luna sembari tertawa seperti anak kecil.


"Bersenang - senang kemana?" tanya Anin kembali.


"Hari ini, aku akan mengubah kakak ipar menjadi bidadari." ucap Luna santai.


"Apa bidadari? yang benar saja. Kamu mau ngapain aku sih!" tanya Anin tidak sabar.


"Kakak ipar lihatlah dirimu! kakak terlihat sangat lusuh dan tidak bersemangat sekali. Aku akan mengajakmu ke salon dan mengubah mu agar terlihat sempurna." ucap Luna dengan bangga nya.


"Apa? ke salon? astaga yang benar saja. Bahkan seumur hidupku aku tidak pernah melirik tempat itu, dan kamu ingin membawa ku dan mengubahku disana?" ucap Anin berapi - api.


"Sudahlah kakak ipar diam saja! Biar aku yang urus segalanya! ini juga akan membantu mu mengatasi badan mu yang katamu sakit." ucap Luna.


"Benarkah? apakah bisa? memangnya bagaimana caranya?" sahut Anin langsung dengan mata berbinar - binar. Akhirnya rasa remuk ini akan hilang, pikirnya.


"Ya makanya diamlah!" tegur Luna.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya, follow juga ig author @dedewinthap for more informationšŸ¤—šŸ¤—


__ADS_2