Arranged Marriage

Arranged Marriage
Ulang tahun Raga


__ADS_3

Anin sudah berada di tempat yang disarankan oleh Ella, ya pusat kesehatan terdekat. Awalnya ia kebingungan, lalu tidak lama salah seorang perawat disana menanyakan keperluannya.


"Nyonya, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Perawat tersebut.


Anin dengan canggung mengiyakan "em jika saya ingin periksa kesehatan bagaimana caranya nona?" Tempat itu terlihat membingungkan bagi Anin, sangat berbeda dengan pusat kesehatan biasanya.


"Mari saya tunjukkan nyonya." Sahut perawat itu dengan tersenyum, Lalu mengarahkan Anin ke tempat pemeriksaan.


"Terima kasih banyak nona." ucap Anin setelah beberapa saat. "Tidak masalah nyonya, anda bisa masuk, dokter ada di dalam." Jawab perawat itu. Lalu setelah Anin mengiyakan ia pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.


Tok tok tok


"Silahkan masuk, pasien selanjutnya." Terdengar suara wanita dari dalam ruangan itu yang diduga Anin adalah dokter disana.


"Nyonya siapa nama anda? Dan apa ada yang bisa saya bantu? Apa ada keluhan sakit?" Tanya dokter sesaat setelah dokter tersebut menyuruh Anin untuk duduk.


"Em nama saya Anindira. Begini dokter, saya hanya ingin bertanya tentang kehamilan." jawab Anin, dokter tersebut mengernyitkan matanya, bingung, seperti berfikir.


"Iya, apa nyonya sedang mengandung?' Tanya dokter tersebut.

__ADS_1


Lalu Anin menjelaskan segalanya disana, tentang tes kehamilan pertamanya yang hanya menunjukkan dua garis yang pudar, lalu yang kedua kalinya warna kedua garis itu sangat tajam tapi ia benar - benar ragu.


"Nyonya bisa berbaring disini, kita lakukan USG ya nyonya." Padahal dokter tersebut sudah yakin bahwa wanita di depannya ini hamil saat Anin menunjukkan alat tes kehamilannya, tapi ia menawarkan USG untuk meruntuhkan keraguan Anin.


"Nyonya anda benar hamil, kandungan anda sudah berusia sepuluh minggu atau Sekitar dua bulan nyonya." Ucap dokter itu seraya tersenyum, berbeda dengan Anin yang terkejut, ia benar - benar tidak tahu menahu tentang ini.


"Tetapi kenapa saya terus mual mual dokter? Apa terjadi sesuatu dengan kandungan saya?" Tanya nya lagi.


"Tidak nyonya, itu hal yang wajar bagi ibu yang hamil muda di trimester pertama, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Saya akan memberikan hasil scan USG nya ya nyonya." Ucap dokter itu dan dijawab anggukan kepala oleh Anin yang masih termenung.


"Anakku." Ucapnya sesaat sembari mengelus perutnya yang datar, tanpa disadari cairan bening kembali keluar dari mata indahnya, lalu ia tiba - tiba teringat Raga yang tidak tahu bahwa ia keluar sendiri, lalu ia menepuk jidatnya.


Matilah aku jika Raga tidak menemukanku di kamar mandi bagaimana? Mana tadi aku tidak mengunci pintunya! Anin.


"Nyonya ada apa?" Tanya nya dengan ekspresi yang masih terkejut.


"Hah, eh tidak dokter, tidak apa - apa. Maaf saya mengejutkan anda." Ucapnya.


"Tidak masalah nyonya, ini hasil usg dan resep vitamin untuk anda, jaga kesehatan dan makanan anda nyonya." sahut dokter tersebut sembari tersenyum ramah.

__ADS_1


***


Anin sudah berada di apotek terdekat untuk menebus vitamin yang telah di resepkan dokter tadi, setelah selesai ia lalu beranjak pulang. Bodohnya, ia lupa bahwa tadi ia keuar dari pintu belakang kamar mandi, seharusnya ia keluar dari pintu utama kamar mandi itu agar Raga tidak mencurigainya. Sekarang ia diintrogasi habis - habisan oleh suaminya itu.


"Kau darimana?! Apa Kau tau aku mencarimu di seluruh hotel ini! Kau tadi kan mandi, kenapa tidak ada dikamar mandi? Kau kemana saja?!" Tanya nya membuat Anin seketika membeku, lalu ia dengan cepat memeluk suaminya itu.


"Aku tadi habis membelikanmu hadiah ulang tahun, selamat ulang tahun sayangku." Raga yang awalnya panik gara - gara Anin yang menghilang seketika langsung lemas lunglai mendengar jawaban polos wanita itu.


"Kamu ingat ulang tahunku? Aku bahkan tidak mengingatnya." Jawab Raga, lalu Anin mencium bibir suaminya itu seraya memeluknya dengan erat.


"Aku punya hadiah yang sangat spesial untukmu." Ucap Anin lagi.


"Hadiah? Kenapa kamu repot - repot?" Tanya Raga.


"Ini hanya hadiah kecil saja, maafkan aku ya aku tidak bisa menyiapkan pesta untukmu." jawab Anin yang langsung menundukan kepala membuat hati Raga langsung melemah karena terharu.


"Aku tidak perlu pesta, aku hanya perlu kau disisiku selamanya." Sahut Raga membuat Anin semakin mengeratkan pelukannya.


"Kalau begitu tutup matamu."

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya ya, keponakan online sedang otw hehe


__ADS_2