
Matahari mulai menampakan sinarnya, membangunkan semua orang di rumah Wijaya.
"Hoamm, apa ini sudah pagi? kenapa rasanya sebentar sekali? perasaan aku baru saja tidur." gumam Anin dalam hatinya.
Kenapa rasanya sesak sekali! Dann, apa ini! astaga kenapa aku bisa terjebak dalam pelukan ini. Pantas saja rasanya sesak, rupanya tuan Raga memeluk ku dengan erat sekali. Aku benar - benar lupa jika malam tadi aku kan melakukannya lagi dengan tuan Raga. Ya ampun! ucap Anin dalam hati selepas terlejut melihat tubuh polos nya dipeluk erat oleh Raga yang masih tertidur nyenyak di sampingnya.
__ADS_1
Entah dari mana munculnya keberanian itu, Anin mengurungkan niat nya untuk bangun dan lebih memilih memindahkan posisi tidurnya menghadap ke arah Raga.
"Huft, sebenarnya, seperti apa sih tuan, perasaan anda kepada saya? saya jadi penasaran! saya sudah lama ingin mempertanyakan ini, tetapi saya tidak pernah berani. Anda sudah melakukan nya dengan saya seperti ini, apa itu hanya karena anda tidak ingin melewatkan kesempatan di hadapan anda? anda memanfaatkan saya lalu melakukannya dengan saya. Dan nanti jika anda bosan, anda akan meninggalkan saya dan pergi bersama kekasih anda. Lalu nasib saya? saya akan terbuang di antara sampah - sampah yang tidak terpakai dan saya tidak akan pernah lagi mampu untuk menampakkan wajah saya ke semua orang. Semua orang akan menghina saya, keluarga saya juga pasti akan malu dan tidak mau lagi menerima saya. Teman - teman saya juga pasti akan menjauhi saya. Hiks, sungguh menyedihkan sekali nasib saya. Saya tidak menyangka segalanya akan seperti ini. Kenapa anda tega sekali tuan? apa anda tidak kasihan dengan saya. Huft, oke baiklah tidak apa - apa jika hanya saya yang terluka dalam hal ini, tapi masalahnya keluarga saya juga akan sakit hati, tuan. Kami memang orang miskin, tetapi kami memiliki hati!" suara Anin tercekit di tenggorokan nya, dadanya terasa sesak, air matanya tak mampu ia bendung saat ia mengutarakan segala isi hatinya kepada Raga, walaupun mungkin menurutnya Raga tidak akan pernah mendengar ini semua.
"Maafkan saya, tuan. Seharusnya saya tidak egois seperti ini dan tidak memedulikan perasaan anda. Anda juga berhak bahagia dengan wanita pilihan anda. Saya sadar, saya hanya benalu dalam kehidupan anda. Saya datang dalam keluarga anda dan membuat hubungan anda dengan ibu mertua menjadi canggung. Saya tidak bisa menjadi menantu seperti yang diidam - idamkan ibu mertua. Tetapi, jujur ternyata tuan Malik adalah pribadi yang sangat baik. Saya senang bisa bertemu dengan nya. Begitu juga adik ipar Luna dan Danu. Saya berharap, jika suatu saat hubungan kita berakhir, anda akan mendapatkan wanita yang lebih baik daripada saya, yang akan selalu membahagiakan anda, memberikan anda segalanya, cinta, kasih sayang, dan kenyamanan. Saya akan selalu berdoa untuk kebahagiaan anda, selalu. Anda sudah baik kepada saya, anda sudah mau menampung orang miskin seperti saya. Dan tidak mencebloskan ayah saya ke penjara. Maafkan saya tuan, suatu saat jika masanya tiba, saya akan pergi dari kehidupan anda dan berjanji tidak akan kembali lagi. Terima kasih atas segala kebaikan yang anda berikan." Anin mengusap lembut wajah Raga yang kadang tampak garang tetapi tidak mengubah ketampananya, tak terasa air mata menggenangi wajah cantiknya hingga membuat tangan Raga yang menumpu kepala Anin ikut basah.
__ADS_1
Ternyata seperti itu ya perasaan yang kau rasakan selama ini, kau masih mempertanyakan perasaanku kepadamu? aku sangat mencintaimu, Anindira. Jika aku tidak mencintaimu, untuk apa aku melakukan hal ini kepadamu. Aku melakukan hal ini karena aku tidak ingin kau menjadi milik orang lain. Kau hanyalah milikku, hanya milikku. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kau akan bersamaku. Tidak akan ada yang pergi, tidak akan ada! aku sangat mencintaimu. Dan ku harap kau juga mencintaiku. Raga.
Raga semakin mempererat pelukannya terhadap wanita mungil didepannya, seakan takut miliknya diambil orang lain. Mereka kembali tertidur dalam pelukan penuh cinta.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih!