Arranged Marriage

Arranged Marriage
Hari yang menggembirakan (Part 1)


__ADS_3

"Kalau begitu tutup matamu." Perintah Anin yang segera dituruti oleh Raga.


Anin mengeluarkan sebuah kotak kecil yang ia beli di supermarket hotel itu sepulang dari klinik tadi.


"Kamu mau ngasih kejutan apa? Jangan macam - macam ya!" Peringatan suaminya itu kepada Anin, wanita ia berusaha menahan tawa bahagianya.


Setelah ia mengeluarkan kotak kecil yang tadi ia isi dengan alat tes kehamilan beserta scan USG dan tulisan kecil "happy birthday ayah" Anin kemudian menyuruh suaminya itu untuk membuka matanya setelah ia membuang nafas dengan kasar untuk melepas rasa gugupnya.


Raga membuka matanya masih dengan senyum yang tidak memudar, perlahan ia membuka kotak kecil pemberian istrinya itu, penasaran sekaligus terharu.


Deg!


"Sayang apa ini?" Tanya Raga setelah sepersekian detik membisu mengamati isi dari kotak tersebut. Ada setitik air diujung matanya.


"Selamat ulang tahun ayahnya kami." Bisik Anin seraya tersenyum dengan lebar, ia bisa melihat ada kesenangan yang mendalam di wajah suaminya.


"Anin, kamu.." Raga langsung menghamburkan pelukannya kepada istrinya itu, baru kali ini Anin melihat Raga menangis, tentunya tangisan bahagia.

__ADS_1


"A- aku, aku tidak tahu harus bilang apa, tapi ini adalah kado ulang tahun terindah yang pernah aku miliki, aku akan menjadi seorang ayah, ini nyata kan? Aku tidak berhalusinasi kan?" Tanya nya lagi kepada Anin dijawab anggukan kepala oleh istrinya itu sesaat sebelum Raga membenamkan ciuman yang lembut dan dalam di bibir manis istrinya.


"Sayang kita harus mengabarkan berita baik ini kepada orang rumah." Ajak Raga dengan semangat yang tidak luntur.


"Ayo kita telepon ibu, eh jangan, kita lakukan panggilan video saja." Saran Anin yang langsung diikuti oleh suaminya, hatinya hari ini benar - benar sedang berbunga - bunga.


"Halo nak, Raga selamat ulang tahun untukmu nak, semoga kamu diberikan kemudahan di setiap langkahmu nak. bagaimana kabar kalian? Apakah bulan madu kalian lancar?" Terdengar suara ibu di balik panggilan video tersebut, ia terlihat sedang berkumpul dikamar bersama ayah, Luna, dan Danu.


"Terimakasih bu, kami baik - baik saja, bagaimana keadaan ayah?" Tanya Anin yang selalu mencemaskan ayah mertuanya itu.


"Kami semua baik - baik saja nak, kondisi ayah juga berangsur membaik, ayah sudah mulai kerja dari rumah." Sahut ibu membuat Raga langsung bereaksi.


"Kakak tidak perlu khawatir, kami juga ada disini bersama ayah, ayah hanya ingin memiliki sedikit kesibukan karena ia bosan, kami tidak akan membiarkan ayah kelelahan kok kak." Sahut Danu yang ikut menimpali.


"Kakak selamat ulang tahun untukmu, semoga kau diliputi bahagia selalu, cepatlah pulang aku sangat merindukanmu dan kakak ipar." Tanya Luna yang daritadi hanya menyimak saja.


"Kakak selamat ulang tahun, semoga segala urusan kakak dilancarkan." Danu ikut mengucapkan.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun nak, semoga kalian cepat diberikan momongan oleh Tuhan Yang Maha Esa." Ucapan terakhir dari ayah yang terlihat lebih membaik dari biasanya.


"Terima kasih atas ucapan dari kalian, aku menelpon karena juga ingin memberikan kejutan kepada kalian semua." sahut Raga yang langsung tersenyum melihat ke arah istrinya yang saat ini ada di pelukannya.


"Kejutan apa nak?" Tanya Ibu "apa kalian akan pulang lebih awal?" Lanjutnya.


"Iya bu, kami akan pulang lusa, kami sangat merindukan kalian." Anin akhirnya buka suara setelah diam mendengarkan pembicaraan itu daritadi.


"Dan juga, selamat kepada kalian karena akan menjadi nenek dan kakek." Raga ikut menimpali, sungguh rasanya tubuhnya bergetar tak karuan setiap membahas tentang anaknya yang mungkin masih sangat kecil.


Setelah Raga mengucapkan itu, tidak ada yang bersuara dari pihak sebelah, mereka melongo, tidak percaya, dan terlihat aura bahagia yang terpancar, terutama di mata ayah dan ibu.


"Nak.." ayah bersuara walaupun sangat kecil sekali.


"Kakak tidak bercanda kan?" Tanya Luna lagi. "Aaa aku senang sekaliiii kakk!!" Ucapnya lagi sembari melompat - lompat dan memeluk Danu yang ada di sebelahnya, Danu pun merespon dengan memeluknya balik.


Hari itu adalah hari yang sangat menggembirakan bagi keluarga Wijaya, cucu pertama di keluarga mereka sedang bersemayam di tubuh ibunya.

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya ya semua, makasih banyak


__ADS_2