
"Ragaa, Aninn. Akhirnya kalian sampai juga, ibu dari tadi sudah menunggu kepulangan kalian. Kenapa kalian lama sekali!" Ibu Faiza yang melihat anak dan menantunya mulai memasuki rumah mereka langsung berlari dan memeluk erat tubuh Anin dan Raga, tentu saja disambut pelukan yang tak kalah erat dari keduanya.
"Iya bu, tadi pesawatnya sempat delay beberapa jam, oleh sebab itu kami agak sedikit terlambat." Ucap Anin seraya tersenyum.
Ya, saat ini Anin dan Raga sudah pulang kembali ke Indonesia setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan, apalagi tadi pesawat mereka sempat delay dan mengharuskan mereka menunggu di bandara beberapa jam.
"Nak, bagaimana keadaan kalian? Kalian baik - baik saja kan? Kalian semua sehat kan nak?" Pertanyaan itu keluar dari mulut cinta pertama Anin, siapa lagi jika bukan ayah Roy.
"Ayah disini? Kami baik - baik saja, malah kami sangat sehat sekali yah, hehe. Bagaimana kabar ayah? Anin sudah lama sekali tidak bertemu ayah. " Jawab Anin dengan manja sembari memeluk ayah kesayangannya.
"Kami semua baik - baik saja nak, disini ada ibu dan adik - adikmu juga. Kami sengaja kemari karena ingin menyambut kepulangan kalian." Ucap ayah Roy yang sesaat kemudian menghampiri Raga yang ada di sebelah Anin.
"Nak, bagaimana kabarmu?" Tanya Ayah Roy kepada Raga yang sesaat sebelumnya mencium tangan ayah mertuanya itu disambung pelukan hangat yang singkat.
__ADS_1
"Kami baik dan sangat bahagia yah, anak kami juga." Jawab Raga sembari mengelus lembut perut Anin dan mengalihkan perhatian semua orang.
"Oh iya ibu hampir lupa, ya ampun. Cucu ibu!" ibu Faiza yang hampir saja beranjak dari sana kembali berputar menghampiri Anin, lalu ia mengusap lembut perut Anin hingga tidak terasa air mata mengalir dari wajahnya.
Ibu sangat bahagia sekali sepertinya. Raga.
"Apakah ibu bahagia?" Tanya Raga yang membuat ibunya itu langsung menoleh padanya.
"Tentu saja, ibu sangat sangat bahagia sekali." Ucap ibu Faiza.
"Kau sehat sehat saja kan nak? Kalian sehat sehat saja kan?" Tanya Ibu Pertiwi kepada Anin lalu menoleh ke Raga, dijawab senyuman oleh menantunya itu.
"Tentu saja bu, aku sangat sangat sangat merindukan ibu." Anin memeluk ibu kesayangannya itu hingga air matanya menetes, ia sangat merindukan ibunya. Sudah sangat lama ia tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
"Ibu apakah kami boleh menginap lusa ke rumah ibu dan ayah?" Tanya Raga yang membuat ibu Mertuanya itu langsung berekasi heboh.
"Kenapa tidak boleh nak? Tentu saja sangat boleh sekali, rumah ibu selalu terbuka lebar untuk kalian semua." Sahut ibu mertuanya dengan senyuman yang mengembang.
"Iya nak, kami malah senang jika kalian bermalam di rumah, karena rumah jadi semakin ramai." Timpal Ayah.
"Oh iya bu, Luna dimana? Kenapa dia tidak terlihat?" Tanya Anin yang sedari tadi tidak melihat keberadaan adik ipar perempuannya satu - satunya itu.
"Aku disini kakak!!" Sahut suara Luna dari belakang sembari masuk ke dalam rumah, diikuti oleh Danu dan juga Roman, rupanya ia baru pulang dari luar diantar oleh kakaknya dan kakak iparnya sembari membawa sebuah kue coklat yang lumayan besar.
"Aku membawa kue coklat untuk perayaan kecil - kecil an atas hadirnya keponakanku!" Seru nya dengan sangat bersemangat langsung menarik meja yang ada di dekat mereka.
"Permisi, apa aku boleh bergabung atas perayaan ini?" Suara seorang wanita mengalihkan perhatian semua orang yang ada disana.
__ADS_1
***
Hmm siapa ya kira - kira?? Hehe maaf baru bisa update ya aku update dua bab semoga bisa mengobati kerinduan dengan Anin dan Raga, jangan lupa like dan komen ya, terimakasih!