
Pagi menjelang, sudah hampir jam sembilan pagi mereka baru saja terbangun dari mimpi indah itu. Dan segera menuju restoran untuk sarapan.
"Jadi kamu mau makan apa?" tanya Raga yang sedari tadi memperhatikan raut kebingungan dari istrinya.
"Aneh sekali nama makanan - makanan ini, aku tidak mengerti. Kamu pesankan aja ya." pinta Anin yang langsung disambut senyum manis dari suaminya.
"Kamu manis banget sihh." ucap Raga secara tiba - tiba yang membuat wajah Anin langsung memerah karena malu, suaminya itu memang suka sekali memuji.
"Kalau begitu aku pesan lasagna saja dua porsi." ucap Raga kepada pelayan restoran itu dengan bahasa Italia yang sangat fasih, lagi - lagi membuat Anin melongo karena takjub.
"Kamu emang hebat banget." puji Anin yang lagi - lagi hanya dijawab tawa oleh suaminya. Padahal tidak dipungkiri sejujurnya ia sangat senang sekali mendapat pujian itu.
Tidak lama makanan itu datang, mie pasta pipih yang lebar dengan bahan - bahan yang sederhana seperti ragù (saus daging), saus béchamel, dan keju, biasanya keju mozzarella atau Parmigiano Reggiano. Membuat perut mereka semakin keroncongan. Ditambah dengan lemon tea yang segar semakin membuat Anin tidak sabar untuk memakannya.
"Ini benar - benar enak sekali!" racau Anin.
***
Setelah makan, Raga pun menepati janjinya semalam untuk membawa Anin berjalan - jalan mengelilingi semua sudut kota ini. Wanita itu sangat senang sekali, tidak lupa dengan Raga yang selalu standbye berada disampingnya untuk memotretnya.
"Bagaimana hasilnya? bagus tidak?" tanya Anin.
"Bagus sekali, pergilah ke sisi sana sedikit agar lebih bagus lagi." Raga sudah seperti fotografer professional yang memotret Anin dengan bermacam view.
__ADS_1
"Tunggu dulu." ucap Anin yang membuat Raga bertanya - tanya.
"Ada apa?" tanya Raga.
"Apa kamu tidak ingin ikut berfoto juga?" tanya Anin.
"Kamu mengajakku?" tanya Raga balik, wajahnya kaku namun hatinya sangat senang sekali.
"Iya lalu siapa lagi! Kau ini!" ketus Anin.
"Permisi tuan, boleh kah aku meminta tolong kepada anda untuk memotret kami berdua disini." pinta Anin dengan salah satu pemandu wisatawan disana dengan bahasa inggris nya.
"Tentu saja, nyonya, dengan senang hati." jawab sang pemandu yang langsung memotret mereka, hingga beberapa kali.
Sudah puluhan kali dan pemandu wisata itu tetap sabar memotret kedua pasangan suami istri ini, mereka benar - benar membawa sang pemandu berkeliling di sudut kota, sesuai janji Raga.
"Hm tunjukkan kami semua tempat bagus disini." sahut Raga yang kemudian beranjak membuntuti pemandu wisata tersebut.
"Sayang apa kamu mau es krim?" tanya Raga yang tidak sengaja melihat toko es krim saat mereka sedang asiknya berfoto, ia ingat bahwa Anin sangat menyukai es krim.
"Mauu, memangnya boleh?" tanya Anin dengan polosnya.
"Tentu saja, kenapa tidak sayang? Tunggulah disini ya, aku akan membelikannya." ucap Raga sembari menunjuk kursi yang ada di sekitar tempat itu.
__ADS_1
"Terima kasih." sahut Anin dengan penuh kegembiraan.
***
"Tuan ini adalah kebun anggur yang terkenal di daerah sini." ucap pemandu wisata itu saat mereka sudah sampai di tempat yang ditunggu - tunggu oleh Anin.
"Wah ini benar - benar luar biasa! menakjubkan sekali! apa aku boleh memetiknya?" tanya Anin kepada pemandu wisata dengan penuh harap.
"Tentu saja nyonya, ini adalah tempat umum, nyonya boleh memetiknya." sahut sang pemandu wisata dengan ramahnya.
"Wah seru sekali! terima kasih banyak!" ucap Anin lagi dengan girangnya.
Raga yang sedari tadi memperhatikan Anin yang terlihat bersemangat sekali tiba - tiba tersenyum, ia benar - benar senang karena istrinya itu terlihat sangat bahagia sekali, ia sampai tidak sadar jika Anin sedari tadi memperhatikannya yang tersenyum tiada akhir.
"Sayang, kamu kenapa? kenapa senyum - senyum sendiri?" tanya Anin yang sedari tadi mengajak Raga berbicara tapi suaminya itu tidak mendengarkannya.
"Tidak apa - apa, ayo kita memetik buahnya bersama - sama." ajak Raga yang tanpa ragu langsung disambut anggukan oleh Anin.
"Apa aku boleh memakannya?" tanya Anin dengan bisik - bisik.
"Boleh saja, tetapi harus di cuci dulu ya." sahut Raga dan lagi - lagi membuat Anin kesenangan.
Mereka terlihat bahagia, mereka bersenda gurau, dan berfoto - foto tanpa ada yang mengganggu seorang pun, hingga malam mulai larut dan mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.
__ADS_1
***
jangan lupa like nya ya dan vote nya pastinya, terimakasih yang sudah mau menunggu update.