Arranged Marriage

Arranged Marriage
Wanita gila


__ADS_3

"Jadi, bagaimana? Kamu setuju tidak?" tanya Raga dibalik sana.


"Emm tuan setuju tidak?" Istrinya itu memang suka sekali bertanya balik.


"Tuan? Siapa yang kamu panggil tuan?" Terdengar nada ketus di balik sana.


Astaga aku lupa, aku sungguh sudah terbiasa dengan panggilan itu. Anin.


"Em, a, ma- maksudku, kalau kamu setuju aku juga akan setuju." jawab Anin dengan nada lemah lembut.


"Aku setuju, bahkan sebulan juga tidak apa - apa." laki - laki ini memang usil sekali, suka membuat masalah.


"APA?! sebulan? Yang benar saja!" protes Anin tidak terima dengan ide yang terlihat seperti menguntungkan suaminya saja.


"HAHAHA, benar kok aku nggak bercanda, kalo kamu mau aku bisa- " suara Raga langsung diputus oleh Anin yang sudah mengomel - ngomel padanya.


"Tidak! Tidak bisa! Aku tidak bisa! Aku tidak mau meninggalkan pekerjaan ku, apalagi ini terlihat seperti hanya menguntungimu!" Ketus Anin yang langsung dibalas tawa nakal dari dalam sana.


"Haha, kamu semakin hafal ya sifatku, ya sudah aku nanti akan memberitahumu keputusanku ya, tapi janji kamu akan menyetujuinya, lagian kamu ditawarin berpendapat malah ngikutin aku aja." Raga mewanti - wanti apabila istrinya itu nanti akan menolak pendapatnya.

__ADS_1


"Iya iya, tapi jangan aneh - aneh juga ya, awas aja!" Sewot Anin.


"Iya, sudah dulu ya aku ada pekerjaan yang harus aku urus." ucap Raga yang langsung dijawab dengan kata - kata manis oleh Anin.


"Iya sayang, semangat ya bekerja nya, aku mencintaimuuu." Raga tidak menyangka Anin akan mengatakan hal - hal manis seperti itu kepadanya, wajahnya terlihat bersemu merah.


"Awas saja nanti jika sudah pulang aku akan memakan dirimu habis - habis." Sahut Raga yang langsung mematikan ponsel nya tanpa mendengarkan omelan istrinya.


"Dasar tuan Raga yang aneh." Anin tersenyum - senyum sendiri saat telepon itu sudah diakhiri oleh suaminya.


Tadi, selepas sarapan Raga langsung mengantarkan Anin ke toko kue, setelah sebelumnya banyak protes - protes yang dilayangkan oleh Anin kepada Raga saat di perjalanan mereka karena ide - ide bulan madu konyol yang di berikan suaminya itu.


***


"Dimana bos kalian!" Teriak wanita itu tiba - tiba kepada pegawai toko hingga membuat perhatian semua orang tertuju padanya.


"Nona mohon maaf, tolong pelankan nada suara anda, demi kenyamanan pengunjung yang lain." pegawai toko itu terlihat mencoba menenangkan nona pembeli yang pemarah ini.


"Kenapa memangnya, itu terserah ku! Cepat panggil bos kalian!" Teriak wanita itu lagi hingga tanpa dipanggil Anin sudah keluar terlebih dahulu."

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa ada yang berteriak - teriak, Lyn?" Tanya Anin kepada salah satu pegawainya.


"Kenapa memangnya, wanita sepertimu memang pantas untuk dimaki, karena sudah merebut kekasih orang lain!" Anin sangat terkejut melihat keberadaan Ufa disana, semua mata tertuju kepada Anin, apalagi saat Ufa mengatakan Anin adalah wanita yang merebut kekasih orang lain.


Tanpa basa - basi Anin langsung menarik tangan Ufa keluar dari tokonya dan pergi ke tempat yang lebih sepi.


"Lepaskan tanganku! Kau menodai tanganku!" teriak Ufa saat Anin menyeretnya ke samping toko kue yang lumayan besar itu.


"Diam! Dan lebih baik kau kunci mulutmu yang kotor itu, kau lah yang sudah menjadi perusak hubunganku dengan suamiku!" Teriak Anin yang sudah habis sabar menghadapi wanita di depannya ini. Rasanya ia ingin sekali menjambak rambut wanita itu.


"Kau yang sudah merebut Raga dariku! Kehadiranmu memang membawa sial! Kau merebut kekasihku!" Teriak Ufa, wanita itu sangat marah saat mendengar Anin dan Raga akan merencanakan bulan madu.


"Aku tidak merebut kekasihmu, justru kau sendiri yang membuatnya jauh dari dirimu! Masih untung dia dan keluarganya masih menganggapmu seperti bagian dari keluarga mereka. Masih untung kau tidak di tendang oleh mereka." Anin mencoba menjawab dengan santai namun sedikit menusuk agar wanita itu cepat mengakhiri perdebatan tidak penting ini.


"Kau!" Suara Ufa tertahan di tenggorokan nya.


"Lihat saja Anindira, aku tidak akan pernah membuat hidupmu dan Raga tenang! Lihat saja, tunggu pembalasanku!" Ancam Ufa yang langsung melengos pergi meninggalkan kekesalan Anin kepadanya.


Dasar wanita gila tidak tahu malu. Anin

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih banyak!


__ADS_2