Arranged Marriage

Arranged Marriage
A 7


__ADS_3

Happy reading


.


.


.


Anna menangis saat tubuh bagian atasnya sudah tak tertutup sehelai benang pun. Ia terus berteriak dan meronta agar Leo menyudahi semua ini, namun Leo sama sekali tak mendengarkannya. Seakan telinganya sudah tuli. Leo terus mencumbui anna dengan rakus. Bahkan bibir anna terluka karenanya. Dan seakan belum cukup saat ini leo sedang membuat karya di leher anna begitu juga didadanya.


"Kak leo.. aku mohon kak hiks jangan kayak gini... aku takut..." isak anna.


Dan seakan dihantamkan oleh kenyataan, leo langsung tersadar dengan apa yang dilakukannya.


Leo terdiam. Menatap mata anna yang berair dan menyorotkan rasa ketakutan padanya. Tanpa mengatakan apalun leo langsung turun dari atas tubuh anna. Memberikan selimut untuk menutupi tubuh gadis itu. Anna langsung menerimanya dan menutupi


tubuhnya dengan erat. Isakkan masih


terdengar keluar dari bibirnya. Membuat leo semakin merasa bersalah.Leo duduk di pinggiran ranjang. Ia meremas rambutnya frustasi.


"Arrrggggg" geram leo sambil mengacak rambutnya membuat anna semakin terisak.


Anna tak pernah melihat leo yang seperti ini.


Tiba tiba Leo merasakan nyeri dan kesakitan. Tak membiarkan anna tau apa yang ia rasakan, leo langsung keluar dari kamar itu dan meninggalkan anna sendirian disana.


Anna masih menangis menatap kepergian leo. Isakkannya semakin kencang. Ia kecewa pada leo. Meskipun pria itu tak jadi melakukan apapun padanya.


Anna menarik dan memeluk selimut lebih erat untuk memutupi tubuhnya. Ingin ia memakai pakaian namun semuanya sudah koyak. Hingga akhirnya ia pasrah dan kantuk menyerangnya. Membuat anna memejamkan matanya meski masih dengan nafas sesenggukannya.


****************


Anna mengerjabkan matanya beberapa kali saat cahaya matahari menganggu tidurnya. Perlahan ia membuka dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Anna sedikit terkejut ketika mendapati Leo berdiri di samping ranjangnya dengan angkuh. Anna


kembali mengeratkan selimutnya. Kepalanya terus menunduk tak berani melihat ke arah leo yang menatapnya dengan tatapan dingin.


"Pakai ini, gue anter lo pulang" ucap leo


memberikan kaos polos warna hitam miliknya. Anna langsung menerima kaos itu.


"Cepet ga usah lelet. Gue tunggu diluar" ucap leo sambil berjalan keluar kamar.


Setelah leo keluar anna langsung memakai kaos itu. Ia tak mau membuat Leo marah marah lagi. Saat ia beranjak dari ranjang, baru selangkah anna langsung merasakan pusing yang luar biasa. Mungkin karena ia menangis terlalu lama. Anna menahan sakit kepalanya dan berjalan dengan lesu keluar kamar.


Anna melihat Leo sedang duduk di kursi meja bar yang ada di apartemennya sambil meneguk segelas air putih. Leo seperti gelagapan saat mengetahui anna sudah datang. Anna melihat Leo menyembunyikan sesuatu di saku celananya saat Anna datang. Namun anna tak ingin bertanya, karena saat nya tidak tepat.


"Mau sarapan?" Tanya leo kembali pada wajah dinginnya.


Anna hanya menggeleng pelan.


"Aku mau pulang aja" cicit Anna masih tak berani menatap Leo.


Leo turun dari kursi dan berjalan mendekati anna. Tangan kanannya terulur ke arah dagu Anna dan membuat anna mendongak. Mau tak mau akhirnya anna menatap ke arah leo.


"Jangan nunduk terus, aku ga suka" ucap leo.


Anna hanya diam.


Sejenak mereka saling bertatapan dengan jarak cukup dekat, hingga akhirnya Leo melontarkan sebuah kata pada Anna.

__ADS_1


"Maaf" ucap Leo. Hanya itu. Anna masih tak bergeming. Tatapannya masih terkunci pada tatapan Leo. Hingga akhirnya Leo yang memutuskannya terlebih dahulu


"Ayo aku antar pulang" ucap Leo sambil berjalan mendahului Anna.


Anna mengikuti Leo dengan berjalan dibelakangnya. Leo meraih jaket dan kunci mobil anna. Ia akan mengantar Anna menggunakan milik gadis itu. Nanti Leo akan pulang menggunakan taxi saja.


Jari jari Leo sudah bergerak dengan lihai untuk mengetikkan pasword pintu


apartemennya. Anna memperhatikan


gerakan tangan itu. Dan Anna tau benar jika pasword nya masih sama. Pintu apartemen terbuka. Namun bertapa terkejutnya Leo dan Anna saat melihat diaz dan Thunder yang sudah berdiri di depan pintu apartemen.


"Daddy.. kak Thunder..."


Bugh


"Thunder!!" Tajam diaz saat Thunder langsung memberikan bogeman pada Leo.


Leo yang tidak siap langsung terjengkang kebelakang. Tak berhenti sampai disitu, kini Thunder menarik kaos yang digunakan Leo dengan erat dan menatap tajam pria itu.


"Lo apain adek gue ha? Berani berani nya lo sembunyiin dia disini" tajam thunder.


Anna yang baru tersadar dengan keadaan langsung membantah perkataan Thunder.


"Enggak kak. Nggak kayak gitu, kak leo nggak salah" ucap anna menjelaskan.


Namun Thunder masih mencengkram kaos Leo, bahkan lututnya menindih perut Leo. Diaz yang geram melihat tingkah brutal putranya langsung menarik Thunder secara kasar. Menjauhkan Thunder dari Leo.


"Kendalikam diri kamu Thunder!" Tajam diaz.


Thunder mengumpar pelan. Daddynya masih saja membela Leo. Diaz menatap Anna dan Leo yang kini sudah berdiri dengan menahan sakit di perut dan sudut bibirnya. Luka kemarin belum sembuh dan kini Thunder sudah menambahnya lagi. Memang pria iti sangat luar biasa.


Baru saja Leo ingin memberikan penjelasan namun anna sudah mendahuluinya.


"Semalam kak Leo sakit dad. Anna terpaksa kesini untuk lihat keadaanya. Waktu mau pulang Anna ga tega ninggalin kak Leo. Jadi Anna ga pulang, maaf" lirih Anna.


Diaz menatap putrinya itu. Ia tau jika Anna sedang berbohong. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang gelisah. Diaz beralih menatap Leo mencari penjelasan padanya. Leo mengerti akan hal itu. Ia menghela nafasnya sejenak kemudian mulai berbicara.


"Semalam saya mabuk di night club bersama teman saya. Sepertinya teman saya yang menghubungi Anna agar Anna datang menjemput saya disana. Tapi entahlah saya tidak yakin karena saya tidak sepenuhnya sadar. Kemudian anna membawa saya pulang ke apartemen ini. Dan maaf, semalam


saya sempat khilaf. Saya sempat ingin


memper..."


"Brengsek!!"


Diaz langsung menahan Thunder yang


akan menghajar Leo lagi. Karena ia ingin mendengar semua kebenaran dari mulut Leo.


"Lanjutkan" ucap diaz dengan dingin. Anna hanya diam dan semakin menunduk saat mendengar suara dingin daddynya.


"Tapi hal itu tidak sampai terjadi. Saya sadar jika itu salah. Saat itu sudah terlalu larut. Bahkan hampir pagi. Jadi saya membiarkan Anna menginap disini. Kita tidur dikamar yang berbeda. Dan sekarang baru saja saya akan mengantarkan Anna pulang"


Deru nafas thunder naik turun. Ia berusaha sekuat tenaga menahan amarahnya. Sedangkan diaz, masih bersikap tenang. Diaz berjalan mendekati Leo. Tangan kanannya memegang bahu Leo.


"Saya tunggu pertanggung jawaban kamu. Bagaimanapun juga kamu sudah menyentuh putri saya. Saya tidak terima hal ini" ucap diaz.


Leo mengangguk.

__ADS_1


"Saya akan segera menikahi Anna. Saya akan bertanggung jawab" ucap Leo dengan mantap.


Anna terkejut. Ia langsung melihat ke arah Leo. Leo terlihat sangat bersungguh sungguh dengan perkataannya. Entah harus senang


atau sedih, Anna tidak tau. Yang jelas kini perasaanya sangatlah tidak menentu. Diaz mengangguk kecil sebagai jawaban dari


perkataan Leo.


"Saya tunggu" ucap diaz lagi.


Diaz melihat kearah Anna yang masih


terpaku disana. Kemudian Diaz melihat kearah Thunder, memberi isyarat agar Thunder membawa Anna pulang. Tanpa ba bi bu Thunder langsung menggandeng tangan Anna untuk keluar dari sana tanpa mengatakan


apapun.


Anna sempat menoleh ke arah Leo saat ia diambang pintu. Pria itu sama sekali tak mau menatapnya. Dan hal itu membuat hati anna mencelos. Sakit.


Diaz pun ikut berjalan keluar dari apartemen Leo. Berjalan di belakang Thunder dan Anna. Thunder terlihat marah saat menggandeng Anna. Terlihat dari langkah terburu buru


dan lebar pria itu. Membuat anna sedikit kualahan mengimbangi langkahnya.


Namum diaz tak mengatakan apapun. Pikirannya kembali kepada kejadian dimasa lalunya. Kejadian dimana Artha, ayah agatha dan juga agastya abang kembaran agatha datang ke apartemennya untuk menjempit agatha yang bermalam di apartemennya. Saat itu diaz dan agatha baru saja melakukan hubungan itu.


Dan itulah penyebab diaz begitu was was saat mengetahui Anna tak ada dirumah dan ternyata setelah dilacak ponsel dan mobilnya berada di apartemen milik Leo . Diaz sangat


takut kesalahan masa lalunya dengan agatha terjadi kepada putrinya.


Dan ketika Leo menjelaskan semuanya, diaz merasakan hatinya seperti diremas remas. Meskipun hal itu tidak sampai terjadi tetap saja ia merasa sakit ketika mendengar putrinya dijamah oleh pria yang bukan hak nya. Dan diaz sadar, ternyata begini rasanya menjadi seorang ayah. Kekhawatira seorang ayah yang memiliki seorang putri. Pantas saja jika dulu artha membencinya. Karena memang diaz yang bersalah dan terlalu bodoh. Ia membuat kesalahan besar.


Namun semua sudah berlalu. Hubungannya dengan agatha sudah sangat membaik dan begitu harmonis. Kini tugas diaz adalah menjaga Anna sampai Anna resmi menjadi seorang istri. Dan membimbing thunder untuk


menjadi pria yang bertanggung jawab dan selalu berfikir jernih. Agar kesalahnnya dimasa lalu tak terulang oleh anak anaknya.


Setelah mereka semua pergi Leo menghela nafasnya. Ia menutup pintu apartemennya kemudian langsung menghempaskan dirinya di sofa.


Menikahi Anna..


Ia selalu ingin menghindari hal ini.


Namun karena kesalahannya, mau tak mau ia tetap harus melakukannya.


Leo memijat pangkal hidungnya. Kepalanya sangat pusing. Dirinya sebenarnya sangatlah tidak siap untuk menikah. Karena ada hal yang harus ia fokuskan terlebih dahulu.


Namun karena hal ini ia harus segera


menikahi Anna. Ia tidak mau lari daru


tanggung jawab dan janjinya pada diaz. Dan kini Leo harus memantapkan hati dan mempersiapkan diri.


Leo mengambil disaku celana. Ia


mencari sebuah kontak. Saat sudah ketemu, Leo menghela nafasnya sejenak sebelum menekan gambar telfon.


"Halo pa.."


"Leo menerima perjodohan ini. Dan Leo


secepatnya akan menikahinya"

__ADS_1


__ADS_2