Arranged Marriage

Arranged Marriage
Ekspektasi terlalu tinggi


__ADS_3

Pagi telah menjelang, malam tadi mereka berdua sama - sama tertidur dibalik pintu yang membatasi kamar mereka.


Kringgg


Suara telepon seluler mengagetkan Raga yang hampir menjatuhkan kepalanya ke lantai karena bersandar terlalu miring, begitupun dengan wanita dibalik pintu itu, ia sama terkejutnya dan langsung bangun.


Astaga kenapa aku jadi tertidur disini? Anin.


"Hoamm, ngantuk sekali! aku ingin tidur lagi rasanya. Badanku sakit semua tidur bersandar pintu ini." Anin yang masih setengah sadar berniat pergi beranjak ke kasur dan melanjutkan tidurnya tanpa melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.


Di sisi lain ..


"Halo, siapa ini?" tanya Raga kepada seseorang dibalik telepon seluler nya.


"Sayang! Ini aku! Kamu ini bagaimana sih, suara pacar sendiri tidak ingat. Oh apa karena kamu lebih sering mendengar suara wanita kampungan itu di banding aku, jadi kamu lupa denganku!" ketus Ufairah.


"Tidak, tidak begitu. Aku tadi baru bangun tidur, jadi masih sedikit sadar. Jangan marah lagi ya sayang." ucap Raga.


Sebenarnya, Raga adalah tipe lelaki yang romantis dan tidak neko - neko. Tapi ia hanya bisa menunjukkan sisi ke romantisan nya dengan orang - orang tertentu saja. Dan yang pasti dengan wanita yang dicintainya. Baik Ibunya, atau pacar nya. Tapi, entah mengapa istrinya tidak mendapat bagian. Apa karena cinta belum tumbuh? atau karena gengsi?


"Tidak, aku tetap marah! semenjak kamu menikah, kamu jarang sekali pergi berdua bersamaku. Biasanya setiap malam kita selalu berteleponan, lalu setiap empat kali seminggu kita pasti pergi ke taman atau cafe. Dan kamu pasti akan mengajakku jalan sampai makan malam tiba. Sekarang rasanya, bertemu saja susah! Semua gara - gara wanita itu." ucap Ufa.

__ADS_1


Anin yang tadi berniat ingin pergi ke kasur empuk nya mengurungkan niatnya saat mendengar suara Raga yang terdengar sangat jelas di telinga.


Tuan Raga sedang bertelponan dengan siapa pagi - pagi seperti ini ya? Sepertinya dari pembicaraan nya romantis sekali. Ah apa jangan - jangan..


Benar saja dugaan Anin, Raga sedang bertelponan dengan nona Ufa, gadis cantik yang sering kali membuat Anin merasa insecure saat melihatnya.


"Huft, harusnya aku memang tidak berekpektasi terlalu tinggi. Mengingat pernikahan kami yang terpaksa." ucap Anin sembari berdiri dan masuk ke kamar mandi.


***


Raga sudah siap dengan pakaian santainya, setelah tadi ia berhasil membujuk Ufa dengan berniat menghabiskan waktu seharian ini dengan wanitanya itu, ia memutuskan untuk tidak pergi bekerja lagi hari ini.


"Aku pakai baju apa ya hari ini? Aku tidak tahu bagaimana selera para wanita." ucap Raga


Raga membuka pintu pembatas kamarnya da kamar istrinya itu, dia melihat sekeliling tapi tidak melihat siapapun disana.


"Hey, dimana kamu? Anindira!" Raga berteriak - teriak memanggil Anin saat melihat kamar wanita itu kosong tak berpenghuni.


Apa jangan - jangan dia sudah pergi ke toko ya?


Saat Raga ingin beranjak keluar, terdengar suara dibalik kamar mandi, Anin yang baru saja selesai mandi keluar hanya dengan memakai handuk pendek se paha yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Glekk! Raga.


"Aaa tuan Raga, anda sedang apa disini. Keluarlah tuan, kenapa anda tidak sopan sekali! tidak mengetuk pintu!" Anin langsung mengeratkan handuk yang melilit tubuh polos nya dan menutupi dadanya dengan tangan.


"Kenapa memangnya? kenapa aku harus mengetuk pintu? bukankah ini juga kamarku." ucap Raga, dibalik tatapan matanya seperti ada hasrat yang tak tertunaikan.


Raga maju mendekati Anin yang masih mematung di depan kamar mandi. Yang di dekati mundur beberapa langkah sembari meneguk liurnya.


Raga yang kesal karena Anin terus menghindar menarik pinggang wanita yang sudah menjadi istrinya itu hingga jarak di antara mereka hanya beberapa senti saja.


Ya ampun aku sungguh gugup. Anin.


"Apa kamu selalu memakai handuk seperti ini setelah mandi?" tanya Raga.


"Ti- tidak tuan. Tadi saya lupa membawa jubah mandi saya." ucap Anin.


"Benarkah?" tanya Raga.


"I- iya tuan." Anin benar - benar gugup sekali.


Tiba - Tiba ...

__ADS_1


***


Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih sudah setia membaca novel author๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿค—


__ADS_2