
"Apa maksudmu memukul ku hah! apa kamu tidak tahu sopan santun sama sekali!" teriak seorang pria di sebelah Anin.
Bugg! Bugg! Bugg!
Tiga pukulan balasan itu nyaris membuat Raga terjatuh, tetapi Ufa yang datang langsung menahan tubuh Raga agar tidak terjatuh. Ufa yang melihat keributan itu langsung menarik tangan Raga menjauh agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan atau lebih parah lagi.
"Sayang ayo kita pergi saja dari sini! aku nggak mau kamu kenapa - kenapa." bujuk Ufa.
"Kurang ajar sekali kau sudah berani berselingkuh dengan istriku dan menyebutku tidak tahu sopan santun? kau lah yang tidak memiliki sopan santun! kau sudah berani berselingkuh dengan wanita bersuami!" Raga mulai memanas kembali sesaat kemudian Ufa langsung menarik tangannya menjauhi restoran itu, mengingat Raga adalah orang berpengaruh, mungkin saja akan banyak media yang meliput mereka. Dan itu akan mencemarkan nama baik keluarga Wijaya.
Anin yang melihatnya pun langsung menarik tangan lelaki di sebelahnya tadi sembari melirik Raga yang sudah tampak menjauh ditarik Ufa. Tetapi, terlihat dari tatapan matanya masih mengawasi Anin yang tanpa ia ketahui sudah meneteskan air mata.
Maafkan aku tuan Raga. Anin menyapu air matanya yang menetes, hatinya memanas saat tadi tidak sengaja melihat bercak darah di bibir bawah dan pelipis Raga akibat perkelahian yang terjadi. Tapi, mungkin ialah yang lebih sakit hati lagi saat ini, saat melihat Ufa berkencan berdua bersama Raga.
__ADS_1
***
"Dokter bagaimana keadaan Raga?" tanya Ufa gugup.
"Terjadi luka sobek di area bibir nya, tapi kau tenang nona saja kami sudah menjahitnya, Raga hanya perlu pemulihan saja." ucap Dokter Deon dengan tenang dan tegas sesaat setelah memeriksakan Raga di rumah sakit.
"Memangnya apa yang sudah terjadi hingga Raga babak belur seperti ini?" tanya nya kembali penasaran.
"Tadi aku dan dia sedang makan bersama di restoran, lalu saat ingin membayar tidak ada satu pelayan pun yang mendengarkan kami, akhirnya dia memutuskan untuk langsung pergi ke kasir. Saat itu tidak sengaja dia menabrak sup panas milik salah satu pelanggan, saat ia ingin membantu membersihkan sup yang mengenai baju pelanggan itu, ternyata dia adalah nona Anin.." suara Ufa tercekat di tenggorokan nya.
"Ternyata nona Anin tidak sendiri, dia bersama seorang pria. Dan pria itu memanggilnya dengan sebutan sayang di depan Raga. Mungkin dia tidak tahu atau tidak menyadari bahwa Raga adalah suami nona Anin. Lalu Raga tiba - tiba saja langsung memukul pria itu hingga babak belur. Karena tidak terima di pukuli Raga di tempat umum seperti itu, akhirnya ia membalas Raga, hingga keributan pun tak ter elakkan." jawab Ufa dengan jujur dan sedih.
"Apa mungkin itu Anin? Aku rasanya tidak percaya, bagaimana mungkin dia bisa pergi bersama lelaki lain di belakang Raga? ini benar - benar sungguh aneh." pertanyaan demi pertanyaan itu membuat Deon bingung sendiri.' Hingga mereka tak menyadari bahwa Raga sudah berjalan keluar ruangan sembari memegang pelipis nya yang terasa sakit dan panas.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu keluar? buatlah istirahat di sana dulu, kamu belum sepenuhnya pulih." pinta Ufa dengan khawatir.
"Tidak, aku baik - baik saja. Aku ingin pulang, ayo kita pulang sekarang!" ajak Raga kepada Ufa.
"Tapi Raga lebih baik kau istirahat saja dulu sebentar, tenangkan pikiranmu. Kau sedang sangat kacau." pinta Deon.
"Tidak bisa! Aku harus memberikan pelajaran kepada wanita itu!" ucap Raga geram.
Gawat apa yang akan dilakukan nya? aku harus bisa menstabilkan emosinya, atau mungkin dia akan membunuh istrinya. Deon.
"Ra- Raga kamu mungkin hanya salah pa-" belum selesai Deon berbicara Raga sudah menarik tangan Ufa menuju parkiran, Deon sudah mengejar dan memanggil - manggilnya tapi rasanya mustahil.
Huft aku hanya berharap agar Tuhan membantu Anin disaat sulitnya nanti. Deon.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih🥰