
Sudah setengah jam Ella, Roman, dan salah satu pegawai toko kue *Nindir's *mondar - mandir tak menentu di depan sebuah ruangan yang tak kunjung terbuka.
"Kakak khawatir sekali." Ucap Roman secara tiba - tiba.
"Kakak tenanglah dulu, minum ini." jawab Ella yang langsung berdiri menyodorkan air mineral yang tadi sempat ia beli, tetapi Roman menolaknya dan malah berdiri.
"Kenapa dokternya lama sekali!" Teriak Roman frustasi.
"Kakak apa tidak sebaiknya kita hubungi saja Ibu dan ayah?" Tanya Ella kepada Roman.
"Jangan, nanti ibu dan ayah akan khawatir." Tolak Roman dengan cepat.
"Em bagaimana jika kita telepon tuan Raga saja, kak?" Tawar Ella lagi.
"Oh iya bodoh sekali aku, kenapa sampai lupa jika kakak sudah menikah! Ya sudah biar kakak telepon dulu dia!" ucap Roman yang langsung beranjak keluar untuk menelepon Raga.
Setelah Roman keluar, Ella mengatakan kepada pegawai toko kue nya untuk kembali, awalnya pegawai itu menolak, tetapi akhirnya setelah Ella meyakinkannya, ia pun pergi dengan naik taksi.
***
__ADS_1
"Kenapa kakak lama sekali menelepon saja!" ucap Ella yang masih menunggu kedua kakaknya.
Tiba - tiba pintu ruangan terbuka lebar, seorang dokter dan perawat keluar dan langsung menghampiri Ella.
"Dokter bagaimana kakak saya? Apa dia baik - baik saja, dok?" Ella langsung beranjak dari tempatnya dan menghampiri dokter itu.
"Begini nona, menurut hasil pemeriksaan kami tadi, nona Anin terkena demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit." Seperti petir disiang bolong, Ella langsung terduduk di kursi karena terkejut.
"Apa dokter?" Jawabnya dengan tatapan kosong.
Tidak lama setelah itu, Roman yang baru saja selesai menghubungi Raga pun ikut bertanya - tanya apa yang terjadi.
"Nona Anin pingsan karena terkena demam berdarah, tuan. Itu membuat tubuhnya sangat lemah." Jawab dokter itu. "Dia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari." Lanjutnya.
"Apa dok! Dirawat?" Kaget Roman yang seketika langsung sama pucatnya dengan Ella.
*Astaga gawat jika sampai tuan Raga tahu. *Roman.
"Siapa yang harus dirawat?" Suara yang gagah dan nyaring menggema seisi rumah sakit mengagetkan orang - orang yang ada disana.
__ADS_1
*Tu-tuan Raga.. *Ella.
*Matilah aku gugup sekali. *Roman.
"Dimana Anin? Dimana dia? Dimana istriku! Apa kalian mencoba menyakitinya?!" Raga sudah menggoncang kuat bahu Roman dan beralih kepada dokter Deon yang merupakan sahabatnya sendiri yang saat ini terlihat melongo menatap Raga karena terkejut
"Tu- tuan.." Roman mencoba mendekati Raga.
"Raga tenanglah, istrimu terkena demam berdarah. Ini bukan kesalahan mereka. Mereka itu adik - adik istrimu! Mana mungkin mereka menyakiti kakak mereka sendiri. Berpikirlah dengan kepala dingin. Jangan asal jeplak aja!" Karena terlarut dalam perdebatan itu membuat Deon juga jadi emosi terhadap Raga yang datang - datang langsung menuduh adik - adik Anin yang tidak bersalah sama sekali.
"Huftt, aku sangat panik saat Roman menelpon dan langsung kesini! Bagaimana aku bisa tenang jika istriku pingsan!" Raga memijit pelipisnya dan langsung duduk di kursi untuk menenangkan dirinya. Tetapi kata - kata Raga tadi malah membuat Roman maupun Ella tersenyum sembari saling bertatap. Seolah mereka masing - masing tau apa maksud dari senyumannya sendiri.
*Kakak ipar sepertinya sangat mencintai kakak. *Roman.
*Semoga pernikahan kalian bahagia selalu. *Ella.
***
Jangan lupa like dan vote nya ya! Semoga kalian bahagia selalu. Jangan lupa follow ig author @dedewinthap untuk informasi lebih lanjutš¤
__ADS_1