Arranged Marriage

Arranged Marriage
Mengubahnya selamanya


__ADS_3

Beralih dari rumah pribadi di Indonesia, saat ini ada dua orang manusia yang tampak sangat bahagia, di balik langit Italia yang mendung ternyata ikut memendungkan hati salah satu dari mereka.


"Sayang, kau sedang apa?" Tanya Raga sembari tersenyum padahal sedari tadi dia memperhatikan Anin melipat baju milik mereka karena besok Raga dan Anin akan pulang ke Indonesia.


"Kau tidak lihat aku sedang apa?!" Jawabnya ketus tapi malah dibalas tawa kecil yang manis dari suaminya itu, Raga memang sengaja menjahili Anin, menurutnya jika Anin jutek seperti itu dia terlihat menggemaskan. Apalagi jika sedang hamil begini.


"Kenapa kau tertawa? Kau menertawakanku?" Raga langsung berhenti tertawa dan menutup mulutnya, entahlah menurut Anin akhir - akhir ini suaminya terlihat menyebalkan.


"Tidak sayang, maksudku lebih baik suruh pelayan saja yang mengemas barang - barang kita, jangan marah - marah ya sayang nanti anak kita jadi pemarah." sahut lelaki itu sembari menghampiri Anin dari tempat tidur menuju lemari pakaian dan memeluk Wanita itu.


"Rumus dari mana jika aku marah - marah maka anakku akan jadi pemarah?! Ooh atau kau sengaja ya mendoakan anakku yang tidak baik!" Wanita yang menjadi istrinya itu padahal sedang hamil, tapi dia lebih terlihat seperti orang datang bulan.


"Tidak, tidak, sayang, mana mungkin aku mendoakan anakku yang tidak baik, aku hanya bercanda, jangan marah ya sayang." Masih dalam mode merayu sembari mencoba memeluk istrinya.


"Ish jangan dekat - dekat, parfum kamu bau banget sih, aku pengen mual dekat kamu." Anin malah beranjak berdiri dan menuju kamar mandi, dengan Raga yang mengekorinya di belakang.


"Jangan dekat - dekat, kamu mending keluar aja!" usir Anin sembari membersihkan mulutnya di air mengalir.

__ADS_1


"Aku pengen bantuin kamu." Tawar Raga kepada Anin tapi wanita itu malah mengusirnya.


"Nggak usah, kamu mending keluar terus mandi deh, mual banget aku nyium parfum kamu." Usir Anin seakan parfum suaminya itu adalah pemicu utama mual nya.


"Ya sudah deh, demi kamu apa yang enggak." Sahut Raga sembari keluar dengan wajah tertekuk tetapi ia sama sekali tidak tersinggung dengan kata - kata Anin, karena mungkin itu pengaruh hormon dari ibu hamil.


***


Sudah lima belas menit Anin di dalam kamar mandi, Raga yang sedari tadi mondar - mandir, mengetok dan memanggil - manggil nama istrinya itu agar cepat keluar, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Ia berteriak mengatakan bahwa dirinya sudah selesai mandi dan berganti pakaian, tapi tidak ada jawaban dari dalam.


"Kamu ngapain aja sih, lama banget! Kamu bertapa ya di dalam?!" Kesal Raga yang membuat Anin hampir tertawa karena kata - kata yang baru saja keluar dari mulut suaminya.


"Kenapa tertawa!" Kesal Raga yang masih membuntuti istrinya menuju kasur mereka.


"Pertama kalinya aku dengar kamu pakai bahasa manusia." Sahut Anin sembari tertawa hingga keluar air dari matanya.


"Ya, memangnya selama ini aku bukan manusia!" Ketus Raga yang merasa tersindir dengan kata - kata Anin.

__ADS_1


"Iya! Kamu pakai bahasa orang kaku, hahahahaha." Tawa Anin menggema seisi kamar mengingat saat dulu pertama kali ia tinggal bersama suaminya.


"Itu bahasa elegan namanya, bukan bahasa kaku!" Protes Raga yang malah membuat tawa Anin semakin tidak berhenti.


"Mana ada bahasa elegan kaya gitu! Coba dengar aku ya, aku mau tunjukkin cara kamu kalo ngomong. Ehm, tes tes, ehm"


"Apa kau benar - benar ingin melihatku marah Anindira!" Suara Anin yang membesar beserta mimik wajahnya yang dibuat - buat seperti ekspresi Raga saat awal pernikahan mereka itu malah membuat Raga tidak jadi kesal dengannya, lelaki itu malah tertawa jika mengingat hal itu.


"Ternyata aku keren juga ya dulu, seharusnya cara bicaraku ku ubah seperti itu saja selamanya. Bagaimana menurutmu?" sahut Raga sembari berdehem.


"Hah, tidak bisa! Tidakk, itu terlalu kaku! Aku tidak mau punya suami kaku!" Anin menolak mentah - mentah pendapat Raga sembari mengacak pinggangnya.


"Tidak sayang, aku hanya bercanda. Hahahaha tapi lucu juga ya." Sahut Raga di sela - sela omelan Anin kepadanya.


***


Jika kamu suka cerita Anin dan Raga jangan lupa ya klik tomblol like dan vote nya, hehe terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2