
Malam harinya saat Raga tertidur, Anin merasa kan perutnya seperti diaduk - aduk dan membuatnya beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi.
Huekk, huekk, ahh kenapa aku ini, tiba - tiba saja jadi masuk angin begini. Anin.
Setelah ia membersihkan mulutnya, lantas ia pergi mengambil minyak angin di dalam tas nya dan mengoleskannya ke perutnya. Sepertinya ia masuk angin.
Lega nya, syukurlah Raga tidak bangun karena mendengar suaraku. ucap Anin sembari mengoleskan minyak angin di perutnya, lalu saat mulai enakkan ia pun kembali tertidur dengan selimut yang tebal.
Keesokan paginya, saat Raga dan Anin sedang sarapan di hotel tersebut, Raga berniat membawa Anin ke sebuah tempat yang menurutnya istimewa, Anin menurut saja.
"Sayang sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Anin dengan manjanya.
"Ini adalah kejutan, tidak mungkin aku memberitahumu, nanti bukan kejutan namanya!" Sahut Raga.
"Sok sok an banget pakai kejutan segala!" ketus Anin dengan wajah masam nya.
"Sabar sayang, nanti kamu juga akan tahu ucap Raga sembari mengusap kepala Anin yang sedang cemberut.
Setelah makan, Raga membawa Anin ke tempat yang benar - benar menakjubkan, tempat yang belum pernah Anin kunjungi sebelumnya.
__ADS_1
"Luar biasa sekali! Ini benar - benar menakjubkan!" ucap Anin.
Rupanya Raga sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Anin, ia membawa Anin ke sebuah taman yang hanya ada mereka berdua, dan seorang pilot yang membawa sebuah helikopter sudah menunggu mereka.
"Ayo sayang, kita pergi!" Ajak Raga yang langsung menarik tangan Anin.
"Memangnya kita ini mau kemana sih?" Tanya Anin yang mulai penasaran.
"Nanti kamu juga akan tahu!" Jawaban yang sama dari mulut Raga.
Iiih tinggal bilang aja susah banget sih! Anin.
"Sayang, jangan cemberut terus nanti cepet tua lo!" Raga masih mencoba untuk menghibur Anin.
"Abisnya aku udah penasaran setengah mati kamu masih aja nggak kasih tau!" Sahut Anin yang membuat Raga langsung tertawa.
"Sabar sayang, kamu kok jadi nggak sabaran gini." Jawab Raga dengan lembut sembari mengusap kepala Anin.
Setelah setengah jam perjalanan menggunakan helikopter, akhirnya Raga dan Anin sampai di suatu tempat yang benar - benar romantis, rupanya Raga yang sudah menyiapkan ini semua.
__ADS_1
"Sayang, kamu nyiapin ini sendiri?" Tanya Anin yang masih takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Sungguh dekorasi yang menakjubkan, sebuah kasur yang bertabur bunga lengkap dengan meja makan yang diatasnya sudah diisi banyak makanan dan minuman, ini akan jadi kencan paling romantis.
"Aku cuma memberi ide sayang, mereka semua lah yang melakukan ini." Ucap Raga sembari melirik beberapa pelayan yang sedang menundukan kepala mereka.
"Sayang, terima kasih ya. Maafkan aku yang dari tadi sangat cerewet dan marah - marah." Ucap Anin sembari menangis dan memeluk Raga.
Raga yang melihat Anin menangis langsung mengusap air mata istrinya itu, entah kenapa menurutnya Anin benar - benar sangat emosional hari ini.
"Tidak sayang! Jangan menangis, kenapa kamu menangis hm?" Tanya Raga sembari mengusap air mata Anin.
"Aku menyiapkan ini semua, untukmu, aku hanya ingin melakukan sesuatu yang istimewa untukmu, karena aku rasa selama ini aku tidak pernah memperlakukanmu dengan baik, ku mohon maafkan aku." ucap Raga yang tiba - tiba berlutut di hadapan Anin membuat wanita itu tambah ingin menangis, entah kenapa dia jadi sangat emosional.
"Sayang, aku sudah melupakan segalanya, aku sudah memaafkan mu, aku tidak pernah dendam kepadamu, jangan seperti ini, ayo bangun!" Ajak Anin yang langsung menarik tangan Raga.
"Aku sangat mencintaimu, aku bersumpah tidak akan meninggalkanmu dalam kondisi apapun, aku tidak akan membagi cinta ini kepada siapapun, selamanya, kamu hanya milikku dan aku hanya milikmu." Ucap Raga yang langsung memeluk Anin dengan erat.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya! Terimakasih sudah setia membaca<3