
Anin benar - benar merasa gugup dan ketakutan sekali, bisa dilihat dari tangannya terasa dingin dan wajahnya yang memucat. Raga sedari tadi hanya bisa menggenggam tangan istrinya itu sepanjang perjalanan mereka di pesawat. Ya, setelah pagi tadi mereka berpamitan kepada orang rumah, kini Anin dan Raga sudah memulai perjalanan bulan madu mereka menuju Italia setelah tadi diantar supir pribadi ayah Raga menuju bandara.
"Apa kamu mau minum?" tawar Raga yang mencoba mengalihkan rasa gugup dari istrinya, namun wanita itu hanya menggelengkan kepalanya dari tadi.
"Jangan gugup begitu, minum atau makan lah barang sedikit, agar perutmu terisi." tutur Raga lembut.
"Aku tidak tahu, aku sangat tidak berselera. Bahkan memejamkan mata sedikitpun rasanya aku tidak berani, padahal aku sangat mengantuk," jawab Anin sembari menguap, wajar saja perjalanan mereka menuju italia hampir tujuh belas jam, dan Anin tidak ada makan, minum, atau bahkan tidur sedikitpun.
"Tidurlah, nanti kamu akan sangat kelelahan." ucap Raga sembari mengelus kepala istrinya itu.
"Sudah ku bilang aku tidak bisa tidur!" Anin agay mengeraskan suaranya membuat Raga terkejut, namun ia memaklumkan.
"Ya sudah baiklah, jika kamu butuh sesuatu panggil saja salah satu pramugari yang ada ya." ucap Raga yang tidak lama kemudian tertidur di atas pesawat kelas bisnis itu.
Sungguh tidak peka sekali. Anin.
__ADS_1
Setelah beberapa jam Raga tertidur, akhirnya Anin pun ikut menidurkan dirinya di dalam pesawat iti, walau pikirannya masih berpikir yang tidak - tidak.
Akhirnya dia tidur juga. Raga mencium kepala istrinya itu, rupanya sedari tadi ia tidak tidur karena khawatir dengan Anin.
***
Florence, Italia
"Ini benar - benar luar biasa, sangat indah sekali. Huaa bagus sekaliii." sejak sampai tadi Anin benar - benar tidak habis pikir dengan keindahan kota ini.
"Tempat yang sangat romantis dan terkenal karena seni dan arsitektur bergaya Renaisansnya, Kota ini juga dikenal sebagai tujuan bulan madu teratas di Eropa karena memiliki pemandangan kota yang menakjubkan. Selain memiliki keindahan arsitektur yang tiada duanya, kota ini juga merupakan rumah bagi kebun anggur Tuscania yang terkenal di dunia." tutur Raga yang sedang menjelaskan tentang keindahan kota itu kepada Anin.
"Iya nanti, setelah kita istirahat." jawab Raga yang langsung disambut wajah penuh gembira oleh istrinya.
"Aku sangat mencintaimu." tutur Anin.
__ADS_1
"Ayo kita istirahat." ajak Raga yang dibalas anggukan oleh Anin.
Rupanya istirahat hanyalah sekedar kata - kata, laki - laki itu menagih jatah kepada istrinya yang sudah memalingkan wajahnya dan pura - pura tidur.
"Tadi katanya istirahat!" ketus Anin.
"Istirahat itu hanya merebahkan diri, bukan tidur!" sewot Raga yang tidak tahu diri itu.
Pergumulan panjang itu akhirnya terlaksanakan, walau Anin menolak tapi ia menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu, termasuk dengan ciuman mematikan nya.
Malam yang panjang dengan suara rintihan yang panjang dan lama membuat kedua insan yang baru saja sampai di kota indah itu merasa lega atas pencapaiannya.
"Akhirnya kita bisa menikmati waktu berdua di tempat yang hanya ada kita, aku senang sekali, aku harap kita tidak akan menemui masalah apapun disini." ucap Raga setelah mereka baru saja menyelesaikannya.
"Iya, aku juga senang sekali kau ajak kesini." jawab Anin sembari menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya, hingga pagi menjelang.
__ADS_1
***
maaf bgt baru bisa update, semoga kangennya terobati ya. Oh iya author mau mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan, semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT. Insyaa Allah author akan update beberapa episode bulan madu, stay tune readers. Jangan lupa like dan vote nya, makasih banyak yang selalu menunggu.