
Jangan lupa vote, komen dan like
ya
.
.
.
"Ada yang mau lo tanyain ke gue?" Ucap leo memecahkan keheningan. Anna mengerjabkan matanya beberapa kali saat mendengar suara leo lagi. Seakan ia dikembalikan dari lamunannya.
"Banyak" ucap anna pelan. Leo menganggukkam kepalanya pelan kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa. Melihat ke arah anna dengan tatapam dingin.
"Gue batasi, tiga pertanyaan aja" ucap leo
"Kenapa?"
"Karena gue bukan google yang di desain untuk jawab semua pertanyaan lo"
"Kak leo ngelucu?"
"Menurut lo?" Tidak. Menurut anna Leo tidak melucu jika dilihat dari raut wajah serius itu. Anna mengusap kedua pipinya kemudian menghembuskan nafas panjang. Berhadapan dengan leo membutuhkan kesabaran ekstra. Dari dulu hingga sekarang. Bahkan sekarang sepertinya butuh double ekstra kesabaran karena Leo lebih dingin kepadanya.
"Kak leo gamau tanya sesuatu juga ke aku?" Tawar anna. Leo menaikkan sebelah alisnya.
"Ga ada yang pengen gue ketahui dari lo"
Jlebb
Sakit tentu saja saat mendengar jawaban itu. Secara tak langsung al memberitahunya jika Leo tidak peduli dengan Anna.
Anna hanya mengangguk sebagai jawaban dari pernyataan Leo barusan. Ia semakin tidak nyaman dengan situasi ini. Entah kenapa ia ingin sekali pergi dari sana. Padahal selama ini ia sangat ingin bertemu dengan leo. Atau mungkin karena leo yang sekarang terasa sangar asing untuk anna?
"Sampai kapan lo mau diem aja? Jangan buang buang waktu gue" anna tersentak saat mendengarkam perkataan dingin itu.
Anna langsung memutar otaknya untuk mencari pertanyaan yang paling penting untuknya. Karena hanya ada tiga kesempatan saja.
"Kenapa..."
Drt drt drt
"Halo?"
Perkataan anna langsung terjeda saat tiba tiba ponsel Leo berdering dengan cukup nyaring didalam sakunya. Tanpa menunggu lama Leo langsung menerima panggilan itu.
Dari percakapan yang anna dengar, sepertinya itu dari karyawannya atau rekan bisnisnya. Karena mereka membicarakan soal pekerjaan.
"Oke" ucap Leo untuk mengakhiri sambungan telfon itu.
Leo kembali memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya. Kemudian masih dengan wajah datarnya leo menatap kearah anna yang sejak tadi memperhatikannya.
"Gue harus pergi sekarang. Ada urusan penting" ucap al sambil bangkit dari duduknya. Anna masih memperhatikan gerak gerik Leo tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Temui gue di cafe biasa jam 10 pagi. Gue bakal jawan semua pertanyaan lo besok" ucap leo kemudian berlalu pergi.
Anna mengerjabkan matanya beberapa kali. leo meninggalkannya begitu saja.
"Kak leo berubah banget ya. Aku ga kenal kak leo yang sekarang" ucap anna dengan pelan.
__ADS_1
**********************
"So?" Tanya Thunder saat pria itu memasuki kamar anna tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat anna yang sedang membaca novel terbarunya terkejut.
"Ngagetin aja. Masuk itu ketuk pintu dulu. Kalau aku waktu baru selesai mandi dan belum pakai baju gimana?"
"Bodo amat. Kan kamu selalu ganti pakaian di walk in closeth" ucap Thunder sambil mengedikkan bahunya. anna mendengus kesal, apalagi saat melihat Thunder mengeliat liatkan tubuhnya di ranjang empuknya yang rapi itu. Dan kini sudah terlihat kusut dan berantakan.
"Ann..." panggil Thunder.
"Apasih?" Balas Anna dengan kesal karena aktivitasnya membaca novel kembali tertunda.
"Jadi gimana?"
"Apanya?"
"Leo" Anna terdiam.
"Kak thunder tau?"
"Aku udah tau sebelum kamu tau"
"Apa!!" Ucap Anna dengan terkejut. Jika benar seperti itu kenapa Thunder tidak memberitahunya.
"Santai aja ga usah ngegas"
"Kenapa kak Thunder ga kasih tau aku?"
"Karena aku gamau kamu balik sama Leo"
"Kenapa?" Tanya anna dengan lesu.
"Dia ga baik buat kamu. Kalau dia emang cinta sama kamu dia ga akan pergi gitu aja"
"Apapun alasannya itu salah ann. Bahkan kakak sama rebeca yang temen deket dia aja gatau dia pergi kemana. Dan aku ga yakin dia tau soal keadaan rebeca sekarang. Dia udah jadi orang asing. Dia bukan leo yang dulu" anna mencerna perkataan Thunder dengan baik baik.
Tak ada yang salah. Semuanya benar. Leo terlalu jahat jika mengabaikan Thunder dan rebeca mengingat bagaimana kedetakan mereka dulu. Begitu juga dengan anna.
"Jadi kamu mau dijodohin sama leo?"
"Kak leo yang aku tunggu dari dulu. Sekarang dia sudah kembali, jadi aku ga akan lepasin dia"
"leo belum balik Anna. Yang kamu temui itu bukan leo, tapi orang lain" ucap Thunder sambil bangkit dari berbaringnya. thunder berjalan keluar dari kamar anna.
"Kak Thunder gamau nemuin kak leo?" Tanya anna membuat Thunder berhenti diambang pintu
"Buat apa? Nanyain alasan dia pergi?"
"Mungkin" balas Anna ragu
"Aku ga butuh jawaban itu. Leo udah gak penting buat aku" balas Thunder kemudian benar benar pergi dari sana.
*************
Motor yang di tumpangi oleh leo berhenti disebuah cafe yang dulu kerap ia datangi semasa SMA. Tak ada yang barubah, masih sama seperti dulu.
Leo melepas helm full facenya. Merapikan rambutnya dengan menyisir dengan jari ke arah belakang. leo membenarkan jaketnya m dengan gerakan yang bisa membuat para kaum hawa menjerit histeris saat melihatnya. Sangat menawan.
Leo berjalan memasuki cafe itu. Pandangannya menelanjangi seluruh penjuru cafe. Mencari sosok yang akan ia temui. Dan ya, leo menemukan orang itu, sedang duduk dipojok cafe dan terlihat sibuk dengan buku dan pensilnnya.
Merasa ada yang memperhatikannya, akhirnya anna mengalihkan pandangannya dari buku desain busananya. Dan ia benar benar terkejut saat menemukan Leo yang berdiri sedikit jauh dihadapannya.
Anna langsung membereskan buku bukunya. Ia terlihat salah tingkah saat mengetahui leo sedang memperhatikannya.
__ADS_1
"Sibuk?" Tanya leo saat sudah duduk dihadapannya.
"Em.. ya, ada beberapa pekerjaan. Tapi tak masalah aku bisa melanjutkannya nanti" balas anna.
leo memperhatikan buku buku yang dibawa oleh anna. Sebuah senyum sangat tipis terpatri dibibirnya. Sangat tipis hingga tak ada yang menyadari jika Leo sedang tersenyum.
"Kita langsung saja ya, kak leo pasti juga lagi sibuk kan?" ucap anna. leo mengangguk.
"Oke. Pertanyaan pertama, kemana kak leo semala ini pergi?"
"London" balas leo tanpa berfikir.
Ternyata leo pergi ke london. Anna pikir Leo pergi ke A.S untuk kuliah di Harvard University, sesuai dengan keinginan pria itu dulu.
"Oke next question. Kenapa kak leo pergi? Bahkan tanpa memberitahu siapapun"
"Gue ga bisa jawab itu" balas Leo masih tanpa ekspresi. Leo tau anna pasti mempertanyakan hal ini dan ia belum siap untuk menjawabnya.
"Kenapa?"
"Itu privasi gue. Dan lo ga berhak tau" Anna terdiam. Lagi lagi leo membuat anna merasa benar benar seperti orang asing.
"Oke, ganti pertanyaan"
"Itu salah satu pertanyaan. Sekarang kesempatan lo tinggal satu"
"Tapi kak leo ga bisa jawab"
"Dalam soal ujian ketika lo ga bisa menjawab bukan berarti soal itu diganti dengan soal lain kan?" Tanya leo dengan wajah meremehkannya.
Anna mencengkram kuat tangannya. Ia benar benar dibuat kesal oleh leo.
"Oke terakhir" ucap anna dengan kesal.
"Kenapa kak leo mau dijodohin sama aku?"
"Emang gue udah bilang iya?" Tanya la balik. Skak Mat!!
Benar! leo belum mengatakan setuju dengan perjodohan ini. Lalu kenapa anna bisa mempertanyakan hal itu.
Anna benar benar merutuki kebodohannya.
"Jadi kak leo gamau dijodohin sama aku?" Tanya anna dengan lirih.
"Kesempatan lo udah habis" balas Leo. anna menghela nafasnya. Dalam hati ia terus kerapalkan kata sabar. Anna terkejut saat al tiba tiba bangkit dari duduknya.
"Kak leo mau kemana?" Tanya anna cepat.
"Pergi"
"Kak leo ninggalin aku lagi?" Leo hanya menaikkan sebelah alisnya sebagai jawaban.
"Ga mau nganterin aku pulang gitu? Emang kak leo ga khawatir sama aku?" Tanya anna bertubi tubi meluapkan emosinya.
"Emang lo siapa yang perlu gue khawatirin?"
Jleb
Lagi lagi hati anna seperti ditusuk tusuk.
"Kak leo jahat..." lirih anna. Air matanya siap meluncur membasahi kedua pipinya.
"Gue emang jahat. Bahkan gue bisa lebih jahat dari ini. Itu sebabnya sebelum lo menyesal, tolak aja perjodohan ini" ucap leo tanpa ekspresi.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun lagi, Leo langsung pergi dari sana. Meninggalkan anna dengan rasa sakit dihatinya.