
Suara Anin terasa tercekit di tenggorokan nya seakan tak mampu lagi melawan Raga yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Sudahlah, aku malas berdebat denganmu terus. Aku berangkat ya!" ucap Raga sembari mengusap puncak kepala Anin, membuat wanita itu lagi - lagi diam membatu melihat perhatian suaminya yang selalu saja tiba - tiba.
"Eh i- iya hati - hati tuan, semoga hari anda menyenangkan."
Raga hanya berbalik dan berlalu tanpa menjawab kata - kata Anin.
Apa tuan Raga ingin pergi seharian bersama nona Ufa? kenapa rasanya menyakitkan ya? Anin.
***
"Hai sayang, kamu sudah sampai. Ayo masuk dulu." seorang wanita dengan pakaian rapi membukakan pintu rumahnya saat terdengar suara ketokan sedari tadi.
"Kamu dengan siapa? sendiri?" tanya Ufa.
"Iyalah, apa mungkin aku bersama laki - laki lain? aku tidak sepertimu!" ketus Ufa.
"Sayang jangan marah nanti cantik mu hilang. Tenang saja hanya satu tahun kita akan bersama kembali." bujuk Raga.
"Iya aku tidak marah aku sangat mencintaimu. Ayo pergi!" ajak Ufa sembari menarik tangan Raga dan menggenggam nya.
__ADS_1
Aku juga sangat mencintamu. Raga.
Mereka menghabiskan waktu seharian di luar rumah, mereka makan di tempat mewah, menonton film, membeli pakaian mewah sampai perhiasan. Ufa berbeda sekali dengan Anin yang tampak sangat bahagia hanya karena Raga mengajak nya ke wisata bebek air dan membelikannya es krim, seperti kencan yang kampungan.
Sedangkan Ufa tidak akan pernah mau diajak ke tempat seperti itu. Paling tidak, setiap berkencan Raga minimal membelikan nya kalung berlapis berlian dan mengajak nya mengelilingi beberapa restoran dan mall.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Raga yang berjalan beriringan dengan Ufa sembari membawakan beberapa barang belanjaan Ufa.
"Sayang kamu janji kan hari ini waktu kamu untuk seharian?" tanya Ufa kembali.
"Iya untuk apa aku bohong? jarang sekali kita bisa pergi berdua seperti ini." jawab Raga.
"Iya lebih baik kita cari restoran saja untuk makan siang." ajak Raga diiyakan oleh Ufa.
***
"Iiiih apaan sih aku nggak mau jadi chubby tau." jawab Ufa sembari merengutkan wajahnya dan itu membuat Raga semakin gemas sendiri melihatnya.
"Hahaha kamu menggemaskan sekali sih. Udah lanjutin makan nya ya!" ucap Raga.
Saat selesai, Raga ingin memanggil seorang pelayan untuk membayar tagihan nya, tetapi karena tidak ada pelayan yang datang akhirnya Raga memutuskan untuk berjalan langsung ke kasit untuk mengambil tagihan.
__ADS_1
Tiba - tiba, saat Raga berjalan ke kasir ia tidak sengaja menabrak seorang wanita dengan rambut keriting gantung sedang membawa sup panas di tangannya bersama pria gagah yang tampak asing di sebelahnya sedang membawa minuman. Otomatis sup panas itu langsung tumpah mengenai pakaian wanita itu, wanita itu langsung berteriak karena terkejut dan kepanasan. Raga yang terkejut pun langsung membantu wanita itu berdiri dan lebih betapa terkejut nya lagi Raga saat melihat wanita yang ia tabrak adalah..
"Anindira! kau!" Raga mencengkram kuat pergelangan tangan wanita itu yang teryata adalah istrinya sendiri. Ia menatap tajam dan lama mata Anin hingga tatapan nya beralih dengan lelaki di sebelahnya. Anin hanya menundukan dalam kepala nya sedari tadi, tidak berani menatap mata lelaki yang ia tabrak apalagi ternyata adalah suaminya sendiri.
"Sayang kamu nggak apa - apa kan? apa sup panas itu melukaimu?" pertanyaan lelaki di samping Anin benar - benar membuat Raga kehilangan akal nya. Yang benar saja, sayang? bahkan aku hanya pernah sekali menyebut Anin seperti itu. Itu juga akting di depan keluarganya saja, pikirnya.
Tuan Raga? sedang apa dia disini? astaga sungguh sial sekali aku! matilah kau Anin. Anin.
Siapa dia? sedang apa wanita ini bersama laki - laki lain di tempat ini? apa mereka berdua saja? apa mereka sedang berkencan? dan apa tadi kata lelaki sialan ini? Sayang? benar - benar kurang ajar sekali, sungguh sial. Ternyata dia lebih berani dari yang aku kira. Berani sekali dia berselingkuh di belakangku. Raga masih menatap lama mata Anin yang masih tertunduk. Hingga beberapa pukulan yang di berikan Raga kepada lelaki itu semakin memperkeruh suasana di cafe itu.
Bugg! Bugg!
"Sedang apa kau disini dengan istriku hah? siapa kau sebenarnya!" teriak Raga sembari mencengkeram kerah baju lelaki itu.
"Tuan Raga lepaskan tuan, saya mohon jangan sakiti dia." Anin berusaha menjauhkan tangan Raga dari lelaki di sebelahnya dan itu membuat Raga semakin emosi.
"Anindiraa!" ucap Raga pelan tapi penuh makna, terlihat ada amarah yang membuncah dari kedua manik mata bening itu.
Habis kau nanti! aku kali ini benar - benar akan menghukum mu! Raga.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih yang selalu setia baca novel author🍓🍓