Arranged Marriage

Arranged Marriage
Hari yang menggembirakan (Part 2)


__ADS_3

"Apa nak? Kamu hamil?" Terdengar suara samar bahagia ibu di balik telepon.


"Iya bu, selamat ya ibu akan segera menjadi nenek dan ayah akan menjadi kakek." Sahut Anin sembari tidak melepas senyumnya sejak ia pulang dari klinik tadi. Raga hanya tersenyum memperhatikan istrinya itu.


"Nak, dengarkan pesan ayah, jangan terlalu lelah dan stres, jaga pola makan mu, jangan makan sembarangan, istirahat yang cukup, dan ingat satu hal jangan berpikiran hal - hal negatif, karena itu akan mempengaruhi janinmu nak. Jika bisa selama hamil kamu tidak perlu pergi ke toko, biar Ella yang menangani semuanya ya nak." Timpal ayah yang tak kalah bahagianya dan juga cemas hingga memberikan Anin banyak sekali nasihat.


"Ayah, ayah jangan khawatir, Raga akan menjaga Anin dan tidak membiarkan dia kelelahan, aku juga akan mengatur pola makan nya, lusa kami akan pulang ke Indonesia." Timpal Raga yang seketika membuat kecemasan ayah luntur seketika.


"Terima kasih nak, jagalah istrimu ya, sehat selalu untuk kalian berdua." ucap Ayah lagi sembari terdengar suara isak tangis bahagia di sana.


"Anin, jangan lupa berkunjung ke rumah setelah kamu pulang bulan madu nanti ya nak, ibu ingin bercerita banyak hal kepadamu." Pinta ibu.


"Iya bu, pasti, nanti Anin dan Raga akan bermalam disana selama beberapa hari." sahut Anin.

__ADS_1


"Ya sudah jika begitu, ingat pesan ayah tadi ya, istirahat yang cukup dan jangan lupa makan yang utama." Ucap ibu lagi sesaat sebelum kemudian mereka mengakhiri panggilan tersebut.


***


"Sayang aku sangat sangat sangat bahagia sekali hari ini." ucap Raga saat mereka sedang bersantai sehabis makan siang.


"Aku juga. Anakku juga." sahut Anin yang senyum nya tak surut sedikitpun hari ini sembari mengelus perutnya yang masih sangat rata.


"Anak kita!" Koreksi Raga yang membuat Anin langsung tertawa.


"Kamu bosen nggak?" Tanya Raga kepada Anin yang saat ini menggelayuti tangannya dengan manja.


"Bosen lah, banget. Sayang ayo kita jalan - jalan!" Ajak Anin yang langsung di tolak mentah - mentah oleh Raga.

__ADS_1


"Enggak! Kalo kamu kecapean terus kenapa - kenapa sama anak kita gimana?!" Anin sudah mulai merasakan aura aneh dari suaminya ini, sepertinya ia akan susah untuk keluar rumah selama hamil.


"Iya iya sayang, tapi aku bosan! Kamu mau nyantai gini seharian apa?!" ketus Anin.


Melihat raut wajah istrinya yang mulai berubah, Raga pun akhirnya mengerti bahwa mungkin mood istrinya sedang tidak baik, akhirnya Raga tidak akan memaksa Anin untuk istirahat, ia memutuskan untuk mengajak Anin berkeliling kota menggunakan helikopter yang kemarin mereka pakai untuk ke hotel tersebut, lalu Anin pun menganggukan kepalanya dengan senang hati.


"Sayang kamu harus banyak bersabar ya jika nanti mood ku berubah - ubah. Maafkan aku ya!" ucap Anin kepada Raga.


"Kamu ini bicara apa? Aku akan jadi suami siaga untukmu sampai kapanpun. Terimakasih sudah menghadirkan kebahagiaan di keluarga ini ya, aku sangat mencintaimu." Jawabnya.


Mereka saat ini sudah berada di dalam helikopter, berkeliling kota indah di Italia itu, Anin terlihat sangat senang sekali, cukup rasanya bagi Raga ketika melihat wajah istrinya itu selalu ceria apalagi di masa kehamilannya saat ini.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya! Maaf akhir - akhir ini akan slow update karena aku udah mulai ada kegiatan di rl. Oh iya jika berkenan jangan lupa mampir di novel keduaku ya judulnya "Mengejar Cinta Sang Pangeran" klik saja di profile ku, terimakasih banyak, Sehat terus semuanya.


__ADS_2