Arranged Marriage

Arranged Marriage
Mengetes kejujuran


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka berdua sama - sama bangun terlambat. Anin yang belum sepenuhnya sadar menatap bingung karena melihat Raga yang tiba - tiba tertidur di kamarnya, tepatnya di sebelahnya tanpa memakai pakaian sembari memeluk tubuhnya dengan erat, mereka hanya berlapiskan selimut putih yang tebal untuk menutupi tubuh. Hingga ia tersadarkan akan kejadian malam tadi. Raga sudah mengambil hal paling berharga dalam hidupnya.


Anin yang tersadarkan tidur tanpa pakaian ingin langsung bergegas ke kamar mandi. Tetapi, rasanya ia tidak mampu bangun. Tubuhnya terasa remuk, ia merasakan nyeri yang teramat sangat di kedua pangkal pahanya hingga menjalar ke tulang belakang tubuhnya.


"Ssh, ah sakit sekali. Tubuhku rasanya seperti habis dipatah - patahkan." ucap Anin sembari merenggangkan otot - otot tubuhnya dengan bersandar di atas kasur. Ada lingkaran hitam di bawah matanya, ia sepertinya kurang tidur karena semalaman Raga menghukumnya tanpa ampun. Anin terlihat sangat lelah sekali.


"Kamu sudah bangun?" tanya Raga yang baru saja terbangun sembari mengerjap - ngerjapkan kedua matanya karena silau. Dan segera duduk bersandar di atas kasur. Di sebelah Anin.


"Tidak usah pergi ke toko hari ini!" perintah Raga dijawab tatapan kesal oleh Anin.


"Ada apa menatapku seperti itu? apa kamu menginginkannya lagi seperti malam tadi?" tanya Raga sembari menyunggingkan senyum nya yang manis. Entah datang dari mana keberanian nya, Anin memukul dada Raga yang telanjang. Ia rasanya malu dan marah jika Raga mengungkit tentang malam itu. Raga hanya mengulum senyumnya melihat raut wajah malu Anin.


"Jangan mengungkitnya!" perintah Anin.


"Kenapa memangnya? aku bahkan sudah melihat seluruh inci tub- " suara Raga tercekat karena Anin menutup mulutnya dengan tangannya.

__ADS_1


"Anda bisa diam tidak tuan!" kesal Anin.


Anin tambah kesal saat melihat Raga mengulum senyum di wajahnya, lalu akhirnya ia menyuruh Raga untuk berbalik menghadap ke belakang dan menutup matanya terlebih dahulu karena ia ingin pergi ke kamar mandi.


"Tidak mau, memangnya kenapa aku harus menutup mataku?" tanya Raga yang sok polos tambah membuat Anin geram.


"Tuan Raga! saya ingin ke kamar mandi!" ucap Anin.


"Pergilah, kenapa meminta izin denganku?" Kali ini Raga benar - benar sukses membuat wajah Anin semerah tomat, entah ia marah dan kesal atau justru malu semua rasanya campur aduk.


Anin terdiam, dia bingung harus menjawab bagaimana. Ia takut Raga mengira ia berselingkuh lalu menceraikannya apalagi saat ini keadaan nya sudah berbeda. Raga sudah mendapatkan tubuhnya.


"Di- dia, lelaki itu bukan siapa siapa tuan. Saya hanya tidak sengaja bertemunya saat di restoran." jawab Anin gugup.


"Benarkah? lalu mengapa dia memanggilmu sayang? memangnya ada orang baru pertama kali bertemu langsung memanggil sayang?" Raga semakin curiga dan penasaran.

__ADS_1


"Ehm, tidak tuan bukan begitu. Eh ngomong - ngomong ini sudah siang tuan, anda kan harus pergi bekerja. Nanti anda terlambat bagaimana?" Anin mencoba menghindari pertanyaan Raga, tetapi Raga bisa melihat itu. Ia tidak sebodoh itu sampai - sampai bisa dikelabui oleh gadis kampungan seperti Anin.


"Aku tidak bekerja hari ini." jelas Raga langsung di sembur oleh Anin.


"Kenapa tidak, tuan? lebih baik anda bekerja saja. Saya akan dirumah hari ini." Seperti mengusir, tetapi lewat cara halus.


Baiklah jika kamu tidak ingin menjelaskan nya kepadaku. Kamu sepertinya belum terlalu mengenalku, aku bahkan bisa saja mencaritahu berapa kali kamu bernafas setiap jam. Kenapa aku harus memusingkan hal sepele seperti ini. Aku bertanya kepadamu karena hanya ingin mengetes kejujuranmu saja. Dan sepertinya kamu gagal mengikuti ujian ini. Raga.


"Sudahlah aku tidak akan bekerja. Sekarang pergilah ke kamar mandi, aku akan berbalik. Kamu bisa jalan sendiri apa tidak, ke kamar mandi? apa perlu kubantu?" tawar Raga.


"Eh ti- tidak tuan saya bisa sendiri. Sekarang anda berbalik lah." perintah Anin langsung diikuti Raga, ia berbalik badan.


Anin langsung bangun dan mencoba berjalan sekuat sisa tenaga nya, mengambil pakaian nya yang sudah terlempar kemana - mana dan membereskan nya. Lalu ia langsung bergegas pergi ke kamar mandi dengan tertatih - tatih. Raga yang melihatnya tersenyum.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya, terimakasih


__ADS_2