Badboy Untuk Tiara

Badboy Untuk Tiara
Ulang tahun Gio


__ADS_3

"Bella aku bisa saja menjadikanmu artis terkenal, kecantikanmu, kehebatanmu dalam berakting sangat bagus. Tapi aku tidak yakin apa kariermu masih bagus setelah para fansmu mengetahui jika kamu sudah memiliki anak dan suami," ucap seorang pria.


"Kenapa? Apa masalahnya?" tanya Bella pada seorang agensi.


"Tentu saja itu masalah besar. Bella mereka tidak tahu jika kamu sudah menikah, apalagi dalam drama yang kamu mainkan ini mereka berharap kamu dan Indra pasangan serasi. Bukan hanya dalam film tapi juga dalam dunia nyata. Itulah yang membuat mu sukses. Jika tiba-tiba kamu mengakui statusmu sebagai seorang istri dan memiliki anak mereka akan kecewa dan akhirnya … kariermulah yang hancur, mereka yang kecewa tidak akan lagi melihatmu dan bisa jadi drama yang kamu mainkan tidak populer lagi."


Hanya karena perkataan seorang agensilah membuat Bella memutuskan semua itu. Meninggalkan Bsskara dan Gio.


"Bella! Apa maksudmu?" tanya Baskara dengan emosi.


"Aska, aku sudah katakan hanya sementara. Kita hanya berpura-pura, orang lain tidak akan tahu kehidupan kita sebelumya. Aku tidak ingin karierku hancur," jelas Bella.


"Kamu tidak menginginkan kariermu yang hancur, apa kamu tidak memikirkan keluargamu yang hancur? Kamu tidak kasihan pada Gio?" Baskara semakin emosi.


"Aska, aku mohon mengertilah. Ini adalah impianku sejak dulu aku tidak ingin impianku hancur hanya karena keegoisan mu."


"Keegoisan ku?" Baskara tersenyum sinis. "Kamulah yang egois Bella. Demi karier kamu rela meninggalkan anakmu," ucap Baskara dengan amarah.


"Aku tidak meninggalkan Gio, aku akan menemuinya setiap akhir pekan. Jika aku tinggal di sini orang lain akan tahu bahwa aku sudah menikah. Aska dengarkan aku ini hanya sementara bantulah aku hanya sampai drama yang ku mainkan ini selesai," ucap Bella yang hendak pergi.


Namun, perkataan Baskara membuatnya terhenti. "Jika kamu pergi dari rumah ini hubungan kita selesai," tegas Baskara membuat langkah Bella terhenti.


Sedetik Bella berbalik menghadap Baskara, tetapi itu hanya sesaat lalu pergi meninggalkan kamarnya. "Bella!" teriak Baskara yang emosi, Bella tidak peduli dan tetap melangkah seraya menyeret kopernya.


Di tengah ruangan Bella bertemu dengan Gio yang berlari ke arahnya. Namun, bukannya memangku Gio Bella malah meninggalkannya membuat Gio menangis.


Itulah yang membuat Baskara marah, hingga dia membenci istrinya. "Gio berhenti Gio!" Baskara langsung memangku Gio yang hendak mengejar ibunya. Gio terus menangis dalam pangkuan ayahnya.


Selintas bayangan masa lalu Bella ingat, membuat dia kembali menangis. "Tanggal berapa sekarang?" tanya Bella pada manajernya.


"Delapan belas," jawab sang manajer wanita. Bella langsung melihat kalender digital yang dia miliki, besok adalah hari lahir Gio tiba-tiba dia ingin memberikan sesuatu untuk Gio.


"Kirimkan sebuah motor besok ke alamat yang aku berikan," titahnya pada sang manajer.


"Motor? Untuk siapa?" tanya manajer itu. Bella langsung menatapnya tajam.


"Apa kamu perlu tahu? Itu adalah privasiku," ucap Bella lalu pergi.

__ADS_1


***


"Gio!" teriak para siswi ketika Gio turun dari motornya. Mereka terus mengerumuni Gio hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.


"Gio happy birthay … ini kado dariku semoga kamu suka," ucap para siswi yang mengagumi Gio. Gio hanya memutar bola matanya malas.


"Gio kamu memang idola. Tanpa mengadakan pesta kamu sudah mendapatkan banyak kado," ujar Nico dengan tawa.


"Ambil saja jika kamu mau," ujar Gio lalu pergi. Setelah sampai di dalam kelas Gio dikejutkan dengan banyaknya buket bunga yang ada di atas mejanya. Balon berwarna-warni menghiasi papan tulis membuat Gio muak melihatnya.


"Apa ini?" tanyanya dengan marah.


"Gio, antusias para siswi seperti menyambut hari lahir pahlawan saja, mereka benar-benar penggemar setiamu," kata Nico yang tertawa renyah.


Gio yang kesal membuang bunga-bunga itu dari mejanya. "Penggemar setia maksudmu? Ini sangat norak." Gio berkata seraya melempar semua bunga-bunganya.


"Siapa yang melakukan ini?"


"Aku," jawab Angel yang datang bersama gengnya. "Aku menyiapkan semua ini untukmu Gio." Angel berkata seraya menunjukkan kue ulang tahun bawaannya meminta Gio untuk meniup lilinnya.


"Ayo tiuplah. Jangan lupa harapan terbaik semoga kita berjodoh," ucap Angel dengan girang.


Zy dan Mytha yang baru saja datang pun melongo, mereka tidak percaya apa yang sudah dilihat. "Oh my god, apa itu Angel," kata Zy dan Mytha bersamaan. "Giokah yang melakukannya?" tanya Mytha sudah mengira. "Aish … sungguh malunya aku. Jika jadi Angel aku tidak akan pernah mengejar Gio lagi," ujar Zy sedikit meremehkan.


"Gio kamu …," ucap Angel yang tertahan. Dia ingin memarahi Gio tapi tidsk berani karena tatapan Gio begitu menakutkan.


"Buang semua itu. Buang!" teriak Gio dengan nada tinggi. Membuat teman-teman Angel langsung mencabut semua balon-balon itu.


Gio yang merasa kesal langsung pergi meninggalkan kelas. "G-Gio tunggu!" teriak Nico mengejarnya.


Kini Zy dan Mytha tertawa dengan bebas, Angel menatap mereka dengan tajam.


"Mytha lihatlah wajahnya penuh dengan kue. Sayang sekali padahal kue itu sangat mahal, " ujar Zy meremehkan.


"Sepertinya cokelat itu enak," kata Mytha mencolek sedikit cream cokelat pada wajah Angel. Tidak terima dengan hinaan Mytha dan Zy Angel langsung emosi.


"Yaakk!" teriak Angel membuat Zy dan Mytha terkejut. Mereka lebih terkejut ketika Angel akan melemparkan kue itu pada mereka. Zy dan Mytha segera berlari keluar kelas.

__ADS_1


***


Tiara sedang menatap kue ulang tahun di depannya, yang berniat memberikan kejutan untuk Gio. Mytha dan Zy yang memberitahukannya hari lahir Gio hari ini, bahkan Tiara tertawa renyah melihat video Angel yang Zy kirimkan.


"Kasihan sekali Angel," ucap Tiara. "Tapi baguslah orang seperti dia harus diberi pelajaran. Apa Gio akan suka dengan kejutan ini ya? Bagaimana jika Gio juga melakukan hal yang sama padaku," ucap Tiara yang membayangkan jika kue itu dilempar ke arahnya.


Pintu kamar terbuka, terlihat Gio masuk dengan wajah kesal. Tiara segera menyembunyikan kue itu sebelum Gio melihatnya. Namun, tingkah Tiara membuat Gio curiga.


"Apa yang kamu sembunyikan?" tanya Gio yang melangkah mendekat.


"Aku tidak menyembunyikan apa pun," jawab Tiara gugup. Gio tidak bisa dibohongi yang langsung membuka sebuah buku yang menghalangi kue itu.


"Kejutan," ucap Tiara gugup. "Aku dengar hari ini kamu ulang tahun jadi … aku siapkan ini untukmu," sambung Tiara.


Gio hanya diam tanpa ekspresi saat ingin mengambil kue itu tiba-tiba Tiara menjerit seraya menutup wajahnya. "Jangan!" jerit Tiara.


"Ada apa denganmu?" tanya Gio heran. Tiara membuka telapak tangannya lalu berkata, "Aku pikir kamu akan melemparkan kue itu ke wajahku," ucap Tiara membuat Gio tersenyum.


"Kue ini terlalu kecil sayang jika ditumpahkan ke wajahmu," ucap Gio membuat bibir Tiara mencebik.


"Apa kamu tidak menyiapkan lilin?" tanya Gio yang tidak melihat lilin di atas kue itu.


"Ada, sebentar." Tiara langsung mengambil lilin itu dari atas meja, Gio menarik kursi lalu duduk di samping ranjang Tiara.


Namun, ketika hendak menyalakan lilin Tiara bingung karena tidak memiliki korek api untuk menyalakan. "Apa kamu punya korek?" tanya Tiara pada Gio.


"Aku bukan perokok," jawab Gio dingin. "Sudahlah tidak perlu dinyalakan," sambung Gio. "Kita langsung potong kue saja," tambah Gio.


"Sebelum potong kue kamu minta harapan dulu. Apa yang kamu inginkan di tahun ini?" tanya Tiara.


"Keinginanku sudah terkabul," jawab Gio. "Tapi aku akan tetap meminta harapan," ucap Gio yang langsung memejamkan mata.


Setelah lima menit Gio membuka matanya lagi. "Apa yang kamu harapkan?" tanya Tiara penasaran.


"Kamu ingin tahu?" tanya Gio yang mendapat anggukan dari Tiara. "Kesembuhanmu," jawab Gio membuat Tiara tertegun.


"Jangan melamun cepatlah potong kuenya," tegur Gio membunyarkan lamunan Tiara.

__ADS_1


"Terima kasih atas doamu," ucap Tiara membuat Gio menatapnya.


"Gio!" teriak Tiara ketika Gio meletakkan cream kue pada wajahnya. Tiara tidak tinggal diam yang langsung membalasnya. Kini mereka berdua tertawa bersama dengan wajah yang penuh dengan cream vanila.


__ADS_2