
Semua siswa High School dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita. Wanita itu adalah Bella yang wajahnya sangat familiar, semua siswa mengenalinya sebagai publik figur.
Bella hanya diam di depan mobilnya menjadi pusat perhatian para siswa yang terus memandangnya.
"Nyonya apa kamu masih menunggu seseorang?" tanya sang asisten. "Lebih baik tunggulah di dalam mobil, aku takut para siswa itu mengerumunimu," tambahnya.
"Aku akan menunggu di sini. Jangan khawatir mereka tidak akan menggigitku," kata Bella lalu tersenyum pada semua siswa.
Kecantikan Bella memang tidak ada duanya. Dia sudah memiliki seorang putra tetapi wajah, tubuh dan kulitnya sama seperti seorang gadis yang masih kencang dan awet muda.
Bella langsung membuka kacamata hitamnya ketika sebuah motor melintas di depannya. Gio baru saja turun dari motor sport miliknya yang langsung melangkah menuju kelas.
Namun, langkah Gio terhenti ketika Bella memanggilnya. "Gio?" Panggil Bella membuat Gio berbalik.
Semua siswa mulai heboh mereka bertanya-tanya apa hubungan Gio dengan Bella sehingga Bella sang publik figur datang menemuinya.
"Aku ingin bicara denganmu," ucap Bella membuat Gio tersenyum sinis.
"Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Gio dingin.
"Apa aku tidak boleh menemui putraku," ucap Bella.
"Putra? Seingatku ibuku sudah pergi meninggalkanku selama delapan tahun. Kamu tiba-tiba datang lalu memanggilku putramu," kata Gio yang begitu menyakiti hati Bella.
"Gio …," ucap Bella tertahan karena Gio menyanggahnya.
"Delapan tahun, delapan tahun kamu pergi meninggalkanku tanpa kabar. Bahkan sampai saat ini aku tidak tahu apa alasanmu. Aku pikir kamu sudah melupakan putramu, ternyata tidak," ucap Gio yang tersenyum sinis.
"Lalu sekarang tiba-tiba kamu datang menemuiku, apa rencanamu Nyonya." Gio berkata sambil menatap tajam.
Bella yang ditatap seperti itu hanya bisa diam. Bella memang tidak bisa menjawab perkataan Gio, tapi barang yang dia berikan tidak mungkin Gio menolaknya.
"Gio?" Panggil Bella lagi yang menghentikan langkah Gio. Gio merasa kesal wanita itu terus mengganggunya. Ketika Gio berbalik kedua pria menurunkan sebuah motor sport di depannya.
__ADS_1
Hadiah yang pernah ditolak Baskara.
"Eh, lihatlah apa dia memberikan Gio hadiah?" tanya seorang siswa.
"Oh my god. Sebenarnya apa hubungan Gio dengan Bella? Bahkan Bella memberikannya hadiah," ucap seorang siswa lagi.
"Dia benar-benar cantik bukan aku ingin meminta tandatangannya," ucap seorang siswi yang sangat mengidolakan Bella.
"Selamat ulang tahun Gio, maaf aku mengucapkannya terlambat. Aku sudah mengirim ini untukmu tepat di hari ulang tahunmu tapi ayahmu tidak menyukainya sehingga dia mengembalikannya padaku," ucap Bella.
Sedetik Gio mendekati motor itu dan memandangnya. Bella berkata, "Maafkan Aku dulu pergi meninggalkanmu, maukah kamu memaafkanku? Ada alasan yang tidak bisa aku jelaskan," ucap Bella berharap Gio memaafkannya.
"Aku harap kamu menyukai hadiahku," tambah Bella. Namun, yang dilakukan Gio sangat mengejutkan. Dia menendang motor baru itu dan menginjaknya di depan Bella, sontak semua orang terkejut.
"Kamu pikir hanya dengan barang mewah ini bisa melupakan masa lalu," ucap Gio lalu melangkah mendekati Bella. "Jika kamu bisa mengirim hadiah ini kenapa harus menunggu usiaku 18 tahun? Kemana saja kamu dulu?" tanya Gio. Bella masih bungkam.
Memang itulah salahnya, selama delapan tahun Bella tidak pernah menemuinya, atau memberikan kabar dan sekedar hadiah ulang tahun. Gio selalu menunggunya untuk merayakan hari ulang tahunnya tapi Bella tidak pernah datang walau hanya sepucuk surat atau kado yang dia kirimkan.
Gio tidak peduli pandangan semua orang, Bella mungkin merasa malu diperlakukan seperti itu oleh Gio. Hingga dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Gio hanya menatapnya sinis lalu pergi meninggalkan halaman sekolah menuju kelasnya.
"Gio menginjak motor semewah ini? Apa dia tidak sayang," ujar seorang siswa.
"Gio tidak mau mungkin, itu sebabnya dia membuangnya. Motor ini masih bagus keluaran terbaru lagi. Jika Gio tidak mau aku akan memintanya," kata siswa itu.
"Ish, kamu kaya orang susah saja," cibir seorang siswi pada temannya.
***
"Nyonya, minumlah dulu," ujar seorang wanita yang memberikan Bella sebotol air mineral.
Bella yang masih menenangkan diri sangat membutuhkan cairan, sehingga meminum air itu sampai habis. "Untuk pertama kalinya ada seseorang yang melakukanmu seperti itu. Apa kamu tidak akan menuntutnya?" tanya wanita itu yang tidak tahu apa hubungannya Bella dengan Gio.
"Aku tidak menyangka tempramentalnya seperti Aska," ucap Bella yang didengar oleh Asistennya.
__ADS_1
"Aska siapa itu?"
"Bukan siapa-siapa," jawab Bella. "Kita pergi saja sekarang," titah Bella pada Asistennya yang langsung meminta supir untuk melajukan mobilnya.
Bella terus melamun memikirkan Gio. Dia masih mengingat Gio kecil, yang ceria dan cengeng. Gio yang tidak pernah jauh darinya dan selalu manja padanya, kini sudah berubah. Sangat kasar dan tempramental. Memikirkan hal itu membuat kepalanya pusing.
"Aku ingin pulang antarkan aku ke apartemen," ucap Bella pada Asistennya.
Gio duduk sendirian di dalam kelas. Tiba-tiba Nico dan Revan datang menghampiri.
"Gio?" Panggil Nico menbuat Gio langsung berdiri dan berkata, "Jika kalian ingin menanyakan tentang wanita itu aku tidak ada waktu," ujar Gio dingin.
"Em … padahal aku sangat penasaran apa hubunganmu dengan artis itu," ucap Nico yang hanya mendapat tatapan tajam dari Gio.
Revan hanya diam seraya berdiri di depan pintu. Revan orang yang tidak pernah ingin ikut campur atau tahu urusan orang lain.
Ketika Gio hendak melangkah melewatinya Revan berkata, "Aku dengar Tiara sudah sadar," ucap Revan membuat Gio menoleh.
Revan segera menatapnya lalu tersenyum. "Antara kita tidak ada satu pun yang Tiara lihat ketika bangun. Jika aku ingin aku akan pergi melihatnya, sayang aku harus masuk kelas seni," ucap Revan yang menghela nafas.
Gio masih tetap menatapnya. "Pergilah jangan sampai aku mendahuluimu datang menemui Tiara," kata Revan lalu melangkah pergi.
Gio terdiam sejenak lalu pergi meninggalkan kelas, mungkin Gio akan langsung menemui Tiara.
"Mereka benar-benar tidak memikirkan perasaanku. Tidak Gio atau Revan, tidak bisakah mereka pamit sebelum pergi. T-C-K trio cowok keren tapi aku selalu sendirian," ucap Nico yang terus menggerutu lalu pergi meninggalkan kelas.
***
"Sekarang kamu istirahat ya, Mama keluar dulu," ucap Susan setelah menyuapi Tiara.
"Iya Ma," ucap Tiara. "Mama bisakah bantu naikan ranjangnya," ujar Tiara. Susan pun menaikan sedikit ranjang Tiara agar bisa terduduk.
"Sudah cukup?" tanya Susan Tiara hanya mengangguk. Setelah itu Susan pergi keluar. Tiara tersenyum menatap bunga matahari di samping ranjangnya, lalu mengambil setangkai bunga matahari itu.
__ADS_1
"Apa Gio setiap hari membawakan bunga ini untukku," ucap Tiara yang mengusap bunga itu.
"Dan setiap hari aku menunggumu," ujar Gio. Tiara langsung mendongak menatapnya. "Gio!" Panggil Tiara penuh semangat.