
Hoek … hoek … hoek …
Gio terus muntah, polisi itu merasa kasihan padanya, mereka tahu jika Gio baru pertama kali mencoba minuman itu sehingga lambungnya tidak kuat.
"Terus muntahkan," ujar seorang polisi.
"Kasihan sekali anak ini. Apa begitu berat masalah mu hingga mabuk seperti ini." Kata seorang polisi yang memijat tengkuk leher Gio.
Bella turun dari mobilnya berlari memasuki kantor polisi. Hatinya sangat panik ketika mendapat kabar Gio ditahan. Tidak berselang lama Baskara pun datang yang berjalan tenang memasuki kantor polisi, sepertinya Baskara sudah terbiasa menghadapi putranya yang nakal itu sehingga tidak ada rasa panik atau khawatir.
"Di mana putraku?" tanya Bella. Para petugas polisi tercengang ketika melihat seorang publik figure ada di kantor mereka.
"Siapa namanya?" tanya seorang polisi.
"Nathaniel Gionino Putra," jawab Bella bersamaan dengan datangnya Baskara. Langkah Baskara seketika terhenti ketika nama Gio disebutkan.
"Untuk apa kamu di sini?" tanya Baskara membuat Bella menoleh.
Sedetik mereka tertegun saat pandangan mereka bertemu. "Lihat itu orang tuaku," ujar Gio yang baru saja keluar dari toilet dengan kedua tangan yang digandeng petugas polisi.
Gio menunjuk Bella dan Baskara kepada para anggota polisi yang menemaninya. Kedua orang polisi itu langsung menatap mantan suami istri di depannya.
Gio tersenyum sinis sambil melangkah ke arah Baskara, mulutnya tidak berhenti bicara. "Hm … akhirnya kalian bertemu," ujar Gio dengan tawa.
"Apa kalian tidak saling menanyakan kabar? Kenapa hanya diam saja," ujar Gio yang semakin meracau.
"Duduklah," titah seorang Polisi pada Baskara dan Bella.
"Cepat duduk!" tegur seorang Polisi pada Gio.."Sopanlah sedikit pada orang tuamu,* kata Polisi itu.
"Orang tua? Haha … asal kalian tahu, mereka sudah berpisah. Ini ayahku dan ini ibuku dia artis terkenal," ujar Gio menunjuk Bella. "Dan sekarang mereka kembali bertemu oh … senangnya aku. Apa kalian senang?" tanya Gio diiringi kekehan.
Baskara hanya diam. Namun, dia terlihat kesal atas perkataan Gio.
"Gio, apa yang terjadi padamu apa kamu mabuk?" tanya Bella menyentuh Gio.
"Jangan sentuh aku," ucap Gio menepis tangan Bella.
"Anak kalian mabuk, kami menemukannya di tempat balapan. Sepertinya untuk pertama kalinya Gio meminum minuman keras, lambungnya tidak kuat sebaiknya kalian bawa dia ke rumah sakit," kata seorang Polisi.
__ADS_1
"Maafkan anak saya karena sudah membuat onar. Terima kasih sudah menghubungi saya, saya akan membawa Gio ke Dokter," ujar Baskara lalu menuntun Gio pergi dari tempat itu.
Melihat Gio dibawa Bella segera menyusul mengejar Baskara. Para petugas polisi itu menatap kepergiaan mereka.
"Masalahnya sangat berat sekali. Sepertinya dia korban perceraian," ucap seorang Polisi.
"Aska tunggu!" teriak Bella menarik tangan Gio dari Baskara. "Mau dibawa ke mana Gio? Biar aku yang bawa," ucap Bella.
"Gio anakku apa pun yang terjadi padanya adalah urusanku," tegas Baskara.
"Aku adalah Ibunya, Gio juga putraku," tegas Bella.
"Sejak kapan?" tanya Baskara dingin. "Kamu lupa? Setelah kepergian mu itu Gio bukan lagi anakmu," ucap Baskara dengan tatapan tajamnya.
"Itu masa lalu tidak ada hubungannya dengan sekarang," ujar Bella membuat Baskara tersenyum sinis.
"Masuk!" bentak Baskara memaksa Gio untuk masuk ke dalam mobil.
"Berhenti mendekati Gio," tegas Baskara pada Bella lalu masuk ke dalam mobil. Bella hanya diam, merasa kesal dengan sikap Baskara lalu melangkah menuju mobilnya.
Kesadaran Gio mulai hilang, Gio hanya tertidur di dalam mobil. Baskara sangat marah dan ingin segera memarahi putranya itu.
Plak!
Satu tamparan Baskara berikan, amarah yang lama terpendam sudah tidak tahan yang langsung menampar Gio.
Plak!
"Mas!" teriak Junita ketika Baskara kembali menampar Gio. Junita segera berlari ke arah Gio dan memeluknya.
"Sudah cukup Mas! Apa salah Gio?" tanya Junita yang masih memeluk Gio.
"Dia pantas mendapatkan itu. Minggir kamu! Jangan lindungi dia," ucap Baskara dengan nada tinggi. "Anak ini sudah mempermalukan diriku. Dasar brandal," tegur Baskara dengan sorot mata yang tajam.
"Gio pergilah ke kamarmu," titah Junita, Gio menatap sang ayah sesaat lalu pergi menuju kamarnya. Junita dan Baskara masih saling diam hingga akhirnya Baskara pergi ke kamarnya.
"Apalagi yang terjadi?" tanya Junita pada Baskara di kamarnya.
"Hari ini aku menjemputnya di kantor polisi." Baskara menjawab seraya membuka kancing kemejanya.
__ADS_1
Junita melangkah mendekati Baskara membantu melepaskan pakaiannya. "Dia mabuk berat, entah apa masalahnya," ujar Baskara lagi. "Dan dia berani menghubungi ibunya."
"Oh, jadi kamu marah karena bertemu mantan istrimu?" tanya Junita datar. "Jika kamu kesal tidak perlu melanpiaskannya pada Gio," sambung Junita.
"Apa maksudmu?" tanya Baskara menatap Junita.
"Karena aku tahu kamu masih menyimpan dendam masa lalu," jawab Junita membuat Baskara diam.
"Aku akan menyiapkan makan malam untukmu, mandilah terlebih dulu," ujar Junita yang berlalu pergi. Baskara menghela nafas, dia tahu jika istrinya sedang cemburu.
***
Pukulan Baskara meninggalkan bekas di wajahnya. Gio turun dari kamar melangkah mendekati meja makan.
Dia tidak menyapa sedikit pun pada Baskara yang ada di meja makan.
Sudut bibirnya masih terlihat merah, juga luka lebam di wajahnya. Gio tetap acuh yang fokus pada sarapan paginya.
"Hari ini aku yang akan mengantarkan mu, tidak ada lagi fasilitas mewah untukmu," ucap Baskara membuat Gio berhenti makan.
"Kecuali kamu dapat merubah sikapmu, mobil dan motor bisa kamu gunakan lagi. Sudah cukup semalam aku mendatangi kantor polisi, tidak pernah ingin lagi," tambah Baskara mengingatkan Gio.
Gio tidak peduli yang langsung melanjutkan makannya.
****
Bella menatap layar ponselnya, hari ini kabar tentangnya dengan Gio tersebar. Para infotainment membicarakannya. Jika dirinya memiliki anak dari pernikahannya dulu.
"Sekarang bagaimana? Kabar ini sudah tersebar. Semua orang tahu kamu sudah memiliki anak," ucap sang manajer. "Ini karena kamu tidak mendengar perkataanku," tambah manajer itu dengan ketus.
"Sudahlah, biarkan saja memang itu kenyataannya," ujar Bella.
"Apa kamu tidak memikirkan reputasimu? Pernikahanmu saat ini? Bukankah suami dan anakmu tidak tahu," ujar sang Manajer.
Bella hanya menghela nafas seraya memijat pelipisnya. Mungkin setelah ini Bella akan menghadapi masalah besar. Dia memang sudah menikah lagi tetapi suaminya tidak pernah tahu masa lalunya yang sudah pernah menikah.
Tidak hanya para penggemar Bella yang terkejut, semua siswa high school mereka tercengang mendapat kabar itu karena baru mengetahu jika Gio anak dari idola mereka.
Gio turun dari mobilnya, yang langsung di serbu para wartawan untuk menanyakan apakah benar Gio anak Bella atau bukan. Gio hanya diam ketika para wartawan itu mengerumuninya.
__ADS_1