Badboy Untuk Tiara

Badboy Untuk Tiara
Taman Sekolah


__ADS_3

Tiara terkejut saat terbangun dia melihat Gio di hadapannya. Sedetik Tiara tertegun, memandang wajah tampan Gio yang sedang tertidur. 


"Kenapa kamu tampan sekali," ucap Tiara yang terus memandang Gio. "Kamu adalah matahariku Gio," sambung Tiara. Tiba-tiba ponselnya berdering sebuah notifikasi whatsapp berbunyi. 


Tiara segera membuka whatsapp itu dia benar-benar terkejut, bola matanya membulat sempurna ketika melihat video dirinya bersama Gio. 


"Apa ini? Siapa yang merekamnya," ujar Tiara kesal. Tanpa Tiara tahu semua siswa sedang melihat videonya saat ini entah siapa yang sudah menyebarkannya. 


Beberapa jam lalu, sekelompok siswa masuk ke dalam kelas. Mereka heboh melihat Tiara dan Gio yang tidur bersama dalam satu meja. Bahkan wajah mereka saling berhadapan. 


"Wah! Romantisnya mereka. Walau pertunangan mereka batal tidak membuat mereka berpisah malah semakin dekat. Aku harus mengambil potret mereka," ujar seorang siswa yang langsung merekam dengan ponselnya. 


"Hei! Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin Gio marah!" tegur temannya.


"Lihatlah … 2000 like, baru dua menit saja sudah sebanyak itu, follower ku akan semakin bertambah nanti," ujar siswa itu yang ternyata merekam Gio dan Tiara dalam sebuah akun sosmednya. Hingga rekaman itu tersebar. 


Tiara sangat kesal siapa yang menyebar luaskan rekaman dirinya dan Gio sehingga Tiara langsung ingin mencarinya. Namun, ketika akan terbangun tangan Gio mencekal tangannya. 


Gio pun terbangun. "Ada apa? Kamu berisik sekali," ucap Gio setelah terbangun. Lalu menatap Tiara dan bertanya, "Ada apa?" Tiara tidak menjawab tapi Gio bisa melihat tatapan Tiara pada ponsel. Gio langsung merampas ponsel itu dan melihat videonya. 


"Aish … siapa yang sudah menyebarkan ini?" tanya Gio dengan emosi lalu pergi meninggalkan kelas. 


Di luar sana semua siswa sedang heboh menonton video dirinya. Tidak sedikit para gadis yang cemburu apalagi Angel yang kesal melihatnya. Tidak hanya Angel Revan dan Nico juga melihat itu.


Revan hanya diam sambil menatap ponselnya. Lalu memasukan ponsel itu ke dalam sakunya dan pergi. Nico yang melihat itu hanya termenung. 


"Pasti akan ada pertengkaran lagi," ucap Nico setelah kepergian Revan. "Gio dan Tiara terlihat serasi, tidur seperti ini sangat romantis bukan," sambung Nico yang masih melihat rekaman itu. 


Di tengah lorong Revan dan Gio berpapasan mereka hanya saling pandang sebelum akhirnya Gio bertanya dengan nada tinggi. "Apa kamu yang melakukannya?" tanya Gio dingin.


"Untuk apa? Untuk apa aku melakukan itu?" tanya Revan balik. 

__ADS_1


"Karena kamu menyukai Tiara," jawab Gio. Revan masih memasang wajah datarnya lalu memperlihatkan video itu yang ada dalam ponselnya.


"Jika aku yang melakukannya aku tidak akan mendapatkan rekaman ini," kata Revan yang menunjukkan video itu. "Bukankah kalian berhubungan untuk apa menyangkalnya, semua siswa sudah mengetahui hubunganmu dan Tiara. Lagi pula itu bukan video mesum, kan," ujar Revan lalu pergi meninggalkan Gio. 


Gio menemukan ketiga siswa yang sedang tertawa melihat videonya, bahkan dia sangat riang karena followernya semakin bertambah. Gio mendekat dan merampas ponselnya lalu dia lempar.


Siswa itu tercengang ketika ponselnya tergeletak di atas lantai. Dia kesal dan akan memarahi siapa yang sudah melempar ponselnya tiba-tiba wajahnya terlihat kaku saat tahu jika Giolah orangnya. 


"Makan tuh follower!" Gio berkata dengan marah lalu pergi meninggalkan mereka. 


Gio kembali ke kelas, menemui Tiara yang masih berada di tempatnya. Memberikan ponsel itu pada Tiara lalu duduk. "Jangan dipikirkan, lagi pula video itu tidak vulgar. Biarkan saja aku sudah memarahi orangnya," ucap Gio yang duduk di samping Tiara. 


"Apa kamu masih ingin tidur?" tanya Gio yang menatap Tiara. Tiara hanya menggeleng. 


"Aku ingin jalan-jalan," ucap Tiara. "Apa kamu mau menemaniku?" tanya Tiara yang hanya mendapat tatapan dari Gio. 


Kini mereka berada di taman sekolah, Gio membawakan Tiara satu cup jus tomat lalu duduk di samping Tiara. "Jus tomat bagus untukmu," ujar Gio.


"Mamaku juga sering membuatkannya untukku," ujar Tiara lalu menyeruput jusnya. "Enak, terima kasih," kata Tiara Gio hanya memandangnya.


"Entahlah Dokter bilang kesehatanku membaik dan menyuruhku pulang. Mungkin karena sentuhan yang kamu berikan," ucap Tiara yang ceria.


"Sentuhan?" tanya Gio.


"Ya, apa kamu lupa ci …," ucap Tiara terhenti. Gio mulai canggung memalingkan pandangannya ke sembarang arah. Tiara merasakan hal yang sama yang melemparkan kecanggungan itu pada jus tomatnya.


Sejenak mereka saling diam bingung harus mengatakan apa. Tiba-tiba Tiara mengalihkan pembicaraan mereka pada sebuah pohon.


"Apa itu pohon sirsak?" Tiara bertanya sambil menunjuk pohon yang berada di sebrangnya.


"Iya," jawab Gio yang suaranya masih terlihat canggung. "Apa kamu mau buah sirsak?" tanyanya Tiara langsung menggeleng. 

__ADS_1


"Tidak, aku ingin daunnya. Kata Mama air rebusan daun sirsak bagus untuk penyakitku. Apa kamu bisa mengambilnya untukku?" tanya Tiara yang meminta.


"Oke," jawab Gio yang langsung melangkah menuju pohon sirsak itu. 


"Apa aku harus manjat?" tanya Gio.


"Memangnya kamu bisa manjat? Ambil saja yang kira kamu sampai," jawab Tiara. 


Gio hanya meloncat untuk menggapai daun sirsak itu. Tubuhnya yang tinggi memudahkannya untuk meraih daun pohon tinggi itu. 


"Itu Gio yang di sana!" Tunjuk Tiara pada daun yang lebih muda, Gio segera berjinjit tapi Gio hilang keseimbangan saat meloncat hingga Gio menyenggol tubuh Tiara yang hampir saja terjatuh.


Namun, semua itu terhindari ketika Gio langsung meraih tubuh Tiara, menariknya dengan kuat hingga tubuh terdorong dan mereka jatuh bersamaan. 


Karena tidak ingin Tiara terluka Gio rela tubuhnya terbentur tanah. Karena Gio tahu Tiara tidak boleh terluka. 


Lagi-lagi tindakan Gio diketahui banyak siswa sehingga high school heboh lagi.


"Angel!" teriak seorang Amel tidak sengaja melihat Gio dan Tiara di jendela kelasnya. Angel yang dipanggil langsung mendekat, matanya membulat sempurna hingga amarahnya bergejolak. 


Tidak hanya Angel teman yang lain pun ikut melihat. "Tiara!" teriak Angel dengan emosi. Angel hendak pergi menemui mereka tapi Zy dan Mytha menahan langkahnya. 


Zy dan Mytha menahan tubuh Angel agar tidak bisa pergi. 


"Lepasin gak!" teriak Angel.


"Enggak. Aku tidak akan biarkan kamu mengganggu Tiara dan Gio," ucap Mytha.


"Betul. Aku tahu kamu datang untuk mengganggu mereka bukan," kata Zy yang juga ikut menahan. 


"Kalian selalu saja ikut campur," ucap Angel kesal lalu memanggil teman-temannya. Di kelas mereka semakin riuh dan heboh bukannya melihat keromantisan Tiara tapi malah menyaksikan perkelahian Mytha dan Zy bersama Angel the geng. 

__ADS_1


Di antara mereka tidak lupa mengupload video itu ke akun sosmednya hanya demi follower dan like. Sedangkan Tiara dan Gio mereka masih adem-ademnya saling memandang tidak peduli dengan Revan yang melihatnya. 


Revan diam terpaku melihat adegan itu, Tiara jatuh tepat di atas tubuh Gio. Niatnya ingin membaca novel dengan tenang terpaksa harus melihat pemandangan yang menyakiti hatinya. 


__ADS_2