
Tiara terus memandangi jari manisnya hingga tidak lupa tersenyum. Tidak hanya di jari manis yang Tiara pandangi, liontin matahari pun terus dia sentuh dan lihat, sungguh sangat indah.
"Tiara!" teriak Mytha dan Zy bersamaan. Mereka heboh ketika melihat Tiara di dalam kelas. Zy dan Mytha langsung memeluk Tiara.
"Ouh … Tiara kita merindukanmu, jangan sakit lagi please," kata Zy setelah melepaskan pelukannya.
"Aku tidak akan sakit lagi janji." Tiara berkata seraya mengangkat dua telunjuknya menyerupai huruf V.
"Wah! Apa ini?" tanya Zy yang langsung menyentuh tangan Tiara. Tanpa sengaja Tiara sudah menunjukkan cincin tunangannya.
"Tiara kamu memakai cincin?" tanya Mytha. Tiara segera menarik kembali tangannya.
"Aku hanya ingin memakainya," jawab Tiara yang cengengesan.
"Wah apa ini? Matahari." Kata Zy seraya menyentuh kalung Tiara. "Tiara selama liburan apa yang kamu lakukan? Kamu selalu saja membuat kejutan saat masuk. Katakan apa ini pemberian Gio?" tanya Zy yang tidak sabar ingin mendapat jawaban dari Tiara.
"Mm … iya," jawab Tiara yang terpaksa mengaku.
"Sudah aku duga," ucap Mytha.
"Bagaimana apa aku terlihat cantik?" tanya Tiara yang menunjukkan tangannya.
"Sangat cantik," jawab Mytha membuat Tiara tersenyum.
"Kamu terlihat sangat bahagia Tiara," ujar Zy memandang sahabatnya itu. "Tapi tunggu dulu, bukankah waktu itu Gio melempar cincinnya?" tanya Zy yang mengingat kejadian malam itu.
"Iya, tapi aku menemukannya," jawab Tiara lalu menceritakan kejadian kemarin saat dia menemukan cincin itu.
"Wah! Gio sangat romantis," ujar Mytha yang tersanjung dengan cerita Tiara. Zy hanya menghela nafas, bagaimanapun hanya pada Tiara Gio bersikap lembut.
Tiba-tiba teriakan siswa mengejutkan mereka. "Hey lihatlah!" teriak siswa itu yang menengok ke luar jendela. Sontak semua siswa yang ada di kelas langsung heboh mendekat ke arah jendela.
"Ada apaan sih?" tanya Mytha yang langsung mendekati jendela yang diikuti Tiara dan Zy.
Mereka semua terkejut melihat Angel yang menghadang Gio di bawah sana. Di antara mereka tidak lupa mengabadikan momen itu pada ponselnya.
"Gio!" teriak Angel menghentikan langkah Gio. Angel berdiri di depan tangga menahan Gio untuk memasuki kelas.
Gio terlihat santai menghadapi Angel.
"Gio kamu harus minta maaf padaku sekarang."
__ADS_1
"Minta maaf?" tanya Gio heran.
"Ya. Kamu sudah menumpahkan kue padaku. Jika kamu meminta maaf sekarang aku akan memaafkanmu jika tidak …," ucap Angel tertahan.
"Maksudmu aku harus meminta maaf di hadapan semua orang?" tanya Gio setelah memindai sekeliling sekolah. Hampir semua siswa menyembul pada jendela, mereka benar-benar antusias menyaksikannya.
"Baiklah akan aku lakukan," ujar Gio membuat Angel tersenyum lalu meminta temannya untuk mengaktifkan Vlognya.
Gio berbalik menghadap semua siswa yang berkerumun, tidak lupa menatap ke atas yang memperlihatkan para siswa yang menontonnya. Gio juga melihat Tiara di atas sana.
Mereka pikir Gio akan benar-benar minta maaf tetapi tidak.
"Hey kalian!" teriak Gio. "Dengarkan baik-baik … Angel sangat tergila-gila padaku yang terus mengejarku. Walaupun sudah aku tolak," ucap Gio membuat senyum Angel menciut.
Sontak semua siswa riuh dan bersorak.
"Alasannya karena aku sudah memiliki seseorang," sambung Gio yang menunjukkan jari manisnya bahkan Gio menunjukkannya pada semua orang.
"Wah! Tiara lihat Gio menunjukkan cincinnya. O My God kalian romantis sekali," ucap Mytha gemas.
Tidak hanya Mytha semua siswa ikut melongo bahkan mereka semua menganga. Gio langsung pergi melewati Angel yang masih diam lalu menangis.
Kedua teman Angel langsung memeluk Angel untuk menenangkannya. Tidak sedikit dari para siswa menertawakannya.
Tiara dan Gio hanya saling pandang ketika kelas berlangsung. Mereka hanya saling membalas senyum tidak peduli sang guru yang menerangkan di depan sana.
Tiara benar-benar bahagia ketika Gio memamerkan cincin pertunangannya pada teman-teman. Bahkan mereka terus bersama ketika waktu istirahat.
Gio dan Tiara jalan bersama di tengah taman. "Gio, apa kamu tidak malu mengatakan pada semua orang?" tanya Tiara dengan malu.
"Untuk apa aku malu? Bukankah mereka semua sudah tahu kita memang akan tunangan," jawab Gio membuat Tiara tersenyum.
Tiara semakin salah tingkah dia ingin berjingkrak mungkin jika tidak ada Gio. Gio hanya tersenyum melihat tingkah Tiara yang baginya sangat lucu.
"Gio aku ingin memperlihatkan sesuatu pada mu," kata Tiara yang menghentikan langkahnya.
"Apa?" tanya Gio.
"Kita duduk dulu," ujar Tiara membawa Gio ke atas kursi taman. Mereka pun duduk bersama.
Tiara mengeluarkan ponselnya, memperlihatkan sebuah gambar pada Gio. "Lihatlah, kemarin saat akan pulang aku dijenguk artis terkenal. Kamu lihat ini, kan? Apa kamu mengenalnya dia adalah artis papan atas aku sangat menyukai drama yang dia mainkan," ucap Tiara memperlihatkan foto Bella.
__ADS_1
Gio hanya diam tidak berkata.
"Kenapa dia menjengukmu? Bukankah kalian tidak saling kenal?" tanya Gio heran.
"Katanya dia melihat kita menyalakan kembang api itu sebabnya dia datang padaku. Dia juga ingin bertemu denganmu," ujar Tiara membuat Gio semakin diam.
"Jangan terlalu mendekatinya," kata Gio lalu bangkit berdiri.
"Eh Gio tung … aw," jerit Tiara saat kakinya terbentur kursi. Gio langsung berbalik ketika mendengar ringisan Tiara dan langsung mendekatinya.
"Ada apa?" tanya Gio yang langsung berjongkok.
"Tadi kakiku tersandung kaki kursi," jawab Tiara yang masih meringis.
"Duduklah biar aku lihat," titah Gio. Tiara kembali duduk. Gio langsung membuka sepatu Tiara, lalu membuka kaos kakinya.
"Memar," ucap Gio. "Apa sangat sakit?" tanya Gio Tiara pun mengangguk. Namun, Gio merasa aneh, karena luka memarnya sangat biru tidak mungkin hanya kesandung kursi langsung membuat kulit memar.
Tanpa Gio tahu, memar itu akibat dari penyakit yang Tiara derita. Penderita leukimia tidak boleh terluka atau terbentur karena itu akan menimbulkan memar yang parah.
"Gio, sinar mentari sangat menyilaukan," ucap Tiara yang menyipit menatap langit. Entah memang pandangannya yang kabur atau sinar mentari yang begitu menyengat.
Gio segera mendongak menetap Tiara. Lalu berdiri dan berkata, "Tiara apa kamu baik-baik saja?" Gio bertanya seraya menyentuh kening Tiara.
"Tiara!" teriak Gio segera duduk di samping Tiara untuk menahan tubuh Tiara. Keadaan Tiara mendadak lemah, bahkan tubuhnya kembali demam.
"Tiara kita harus ke rumah sakit," kata Gio yang tertahan karena Tiara mencekal tangannya.
"Biarkan aku di sini Gio," ucap Tiara membuat Gio kembali duduk.
"Tiara tapi …," ucap Gio tertahan ketika Tiara tertidur pada bahu lebarnya. Tangan Tiara tetap menggenggam tidak melepaskan.
"Gio, aku hanya lelah. Biarkan aku tidur di pundakmu," ucap Tiara yang terpejam. Gio hanya melirik sesaat, tiba-tiba butiran bening terjatuh membasahi wajah Tiara yang pucat.
"Gio kamu menangis?" tanya Tiara sedikit mendongak. Bibirnya tersenyum ketika bertemu pandang dengan Gio.
"Kenapa menangis? Aku tidak akan pergi bukankah kamu yang bilang matahari selalu bersamaku," ucap Tiara yang tersenyum. Namun, senyuman itu membuat bendungan air mata Gio semakin pecah.
"Tiara aku mohon kita ke rumah sakit sekarang!" kata Gio dengan emosi.
"Lima menit, hanya lima menit biarkan aku tidur di pundakmu," ucap Tiara yang kembali terpejam. Gio hanya diam dengan air mata yang tak tertahan.
__ADS_1
...----------------...
Aku jadi sedih 😥