BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Dari rindu


__ADS_3

Sebuah awal untuk kamu harus tahu


Siapa yang patut kamu kenal terlebih dahulu


🐣🐣🐣


Author Prov


Aku duduk sambil menyesap cofe Americano yang sudah dipesan lebih dari 5 menit lalu. Sebenarnya kedatangku ke cafe ini bukan untuk nongkrong atau menghindari tugas kuliah. Melainkan ada seseorang yang ingin aku temui.


Aku selalu jatuh cinta pada cerita ceritanya, menurutku semua hal yang dia ceritakan mampu membuatku terbius. Sungguh, kalau kau disini aku ingin mengajakmu untuk berkenalan lebih jauh dengannya. Tapi sayang sepertinya itu tidak mungkin.


Suara hiruk pikuk dalam cafe selalu mengajakku untuk bercengkrama lebih kuat, rasanya cofe ini selalu tahu apa yang kuinginkan dari pada seorang kekasih. Cuaca Jakarta masih sama seperti saat terakhir kali aku tinggal pergi ke Jogjakarta, masih terasa panas dengan desak desakan yang membuat semua orang ingin marah. Belum lagi kemacetan yang hampir sama saat para semut menunggu giliran membawa makanannya ke dalam sarang.


Sudah dua puluh menit aku duduk di cafe, tapi orang yang kutunggu tunggu belum juga muncul, mungkin macet, pikirku. Pada menit ke dua puluh satu Wanita yang ku tunggu sudah muncul dibalik pintu, dia berjalan dengan anggun penuh senyum dan tentu saja dengan tumbuh semungil itu dia terlihat masih umur 20 tahunan.

__ADS_1


"Haii sudah lama ya?" Tanya dia yang langsung duduk didepanku. Aku mengulum senyum, seperti biasa dia selalu pintar dalam semua hal.


"Tidak juga bu, mau pesan minum?" Tawar ku padanya


"Gak usah lah, harus buru buru soalnya" kata dia dengan cengiran yang membuat pupyeyes nya telihat.


"Bagaimana kabar mu Asih?" Dia menatapku lekat, meski aku seorang wanita, tapi aku sungguh kagum pada kecantikannya yang alami. Rambutnya ikut terbang terbawa angin, dengan pakaian formalnya dia masih tetap memukau.


"Luar biasa, aku baru saja mempunyai ide, tapi aku tidak yakin soal itu" aku bercerita sedikit padanya. Dia mengangguk sepertinya paham dengan arah bicaraku.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Benarkah" dia menyembunyikan anak rambut kebelakang telinga.


"Bisakah aku meminta sedikit bantuan ibu, mungkin ini tidak jauh berbeda dari biasanya"

__ADS_1


Dia hanya mengangguk sesekali menatap arah kaca tembus pandang untuk menatap mobil yang berlalu lalang.


"Bisakah aku menceritakan kisah ibu, kisah yang selalu membuatku menahan tawa" kali ini giliran aku yang memasang wajah memelas, meski awalnya kukira tidak berhasil tapi setelah melihat sudut bibirnya terangkat, rasanya aku baru saja mendapat sebuah kabar baik dari Tuhan.


"Boleh" dia sepetinya tidak keberatan dengan rencanaku.


"Saya akan menceritakannya sebelum pesawat saya take off"


Aku tersenyum puas dan merasa bangga telah menjadi bagian saksi dari cerita cintanya. Kisah yang sebenarnya sudah ku dengarkan hampir berpuluh-puluh kali namun tetap kupaksa wanita didepanku bercerita lagi. Aku segera mengambil laptop, membuka halaman yang masih kosong sama sekali. Saat dia mulai membuka suaranya, ooohhh inilah keajaiban Tuhan yang akan segera aku mulai. Mungkin menjadi cerita paling luar biasa dalam sejarah, yang mampu membuat menangis hanya dengan membacanya, yang membuat jatuh cinta hanya karena mendengarkannya.


**note :


cast Deolinda Rindu Mahaswari**


__ADS_1


cast Cosmos Arya Bayu Baskara



__ADS_2