BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Extra Part


__ADS_3

Setelah kejadian di lorong rumah sakit tempo lalu, Baskara langsung masuk kedalam ruang ICU, menatap manik mata Rindu yang sedikit mulai terbuka. Dia setengah sadar meski belum sepenuhnya.


Baskara langsung memeluk Rindu, mengucapkan kata terimakasih berulang ulang.


"Terimakasih, terimakasih sudah menghadirkan anak anak ini" dia menciumi kening Rindu berulang ulang.


Rindu memaksakan tersenyum, memejamkan mata dan menarik nafas.


"Dimana anak kita?" tanyanya penuh ketakutan. Bagaimana pun dia pernah kehilangan seorang anak.


Dokter membawa dua bayi, dengan selimut bewarna biru muda dan merah muda. Bayi perempuan menangis kencang, sedangkan bayi laki laki lelap tertidur.


"Cantik dan ganteng ya" tukas Baskara.


Rindu menarik senyum, dia menatap Baskara yang tengah menggendong bayi laki lakinya.


"Mau kita kasih nama siapa?" tanya Rindu.


"Emm Brandon Arya Ken Jaskanendra"


Baskara mengusap hidung bayi laki lakinya. Dia masih tertidur lelap.


"Kalau yang perempuan?" tanya Rindu.


"Baby Arya Kay Loovi"


Rindu tersenyum, senyum bahagia yang dia pancarkan hari ini. Memiliki anak kembar perempuan dan laki laki. Meski tidak identik tapi


dia harap kelak mampu meneruskan papanya dan mamanya


Krek


Seseorang yang membuka pintu membuat Baskara maupun Rindu menoleh, Rama datang dengan bikisan peralatan bayi, disusul Alan dari belakang yang juga membawa hadiah yang sama.


"Yaallah bas gak nyangka gue, ternyata elo jadi bapak juga" Rama menepuk bahu Baskara sambil menilik anak laki laki Baskara.


"Kok gak nangis?" Tanya Rama


"Mungkin dia pendiem kayak emaknya" sahut Alan yang berada dibelakang Rama.


"Iye" bisik Rama lirih.


"Elo berdua bisa gak sih gak bikin gue marah sekali aja, ini hari bahagia gue " Baskara mendelik kearah Rama dan Alan.


"Temen njengukin bukannya di sambut malah dimaki maki"


Alan pindah posisi, kali ini mendekati Rindu yang sedang diperiksa oleh suster.


"Gimana bu perasaannya?" Tanya Alan laksana seorang reporter.


Rindu tersenyum, meski tipis.


"Alhamdulillah senang" jawab Rindu


"Anak nya satu buat saya boleh?"


Selesai ucapan Alan, Rama langsung menepuk kepala Alan sambil meminta maaf kepada Rindu.


"Maaf Bu, anak nya rada gila" kata Rama


"Si Pandu kemana?"


Baskara meletakkan Brandon keatas ranjang bayi bersisian dengan Baby.


"Masih ada tugas di kampus " jelas Rama masih memandangi Baby.


"Ni anak besok gedenya kayak bapaknya paling ya, gak bisa diem banget dari tadi usel uselan" Rama mencuel cuel pipi Baby dengan pelan.


"Eits" Baskara menarik tangan Rama "dilarang pegang pegang anak gue "komentar Baskara.


"Kalo pengen bikin" celetuk Baskara.


"Iye iye besok gue bikin" Rama mencimbikan bibir.


Alan masih memandangi suster yang tengah mengganti infus Rindu, tanpa mengalihkannya sedetikpun.

__ADS_1


"Eh Lan , Cuba elo miscall si Pandu, kapan dia mau kesini" titah Rama.


"Miscall?" Alan mengernyitkan dahi "sory ya, gue bukan orang miskin yang bisanya cuman misscall doang"


"Gaya banget kutu badak ini" Rama menonyor dahi Alan.


"Kalian ribut aja disini, sana keluar, anak gue sama istri gue mau istirahat"


"Kayak elo aja yang punya istri sama anak" Alan bangkit, langsung berjalan pergi bersama Rama.


"Bas kalo nanti ada Pandu miscall gue, kita mau kekantin rumah sakit" kata Alan sebelum pergi


"Sorry gue bukan orang miskin yang miscallan" jawab Baskara talak mengenai Alan.


Alan mencibir sambil menutup pintu. Baskara duduk disisi brangkar Rindu. Menatap wajah istrinya yang tampak lelah.


"Makasih ya buat semuanya" ucap Baskara tulus


"Gue gak mau elo ninggalin gue" dia mencium tangan Rindu berulang ulang "tetap disini, bersama gue, dan anak anak kita"


Rindu tersenyum mengusap rambut suaminya yang setengah menguap.


"Mama sama papa udah pulang?" Tanya Rindu.


"Iya, Mama sama papa lagi ngambil baju anak anak kita" katanya.


"Kok saya gak liat Mama sama papa masuk ke dalam"


"Tadi Mama sama papa gak masuk kesini , tapi langsung ke anak kita" Baskara mengusap puncak kepala Rindu, menyeka keringat yang menetes dari dahinya.


"Lo sempet gak sadarkan diri tadi" Baskara memandangi Rindu.


**


Satu Minggu Rindu berada di rumah orang tuanya dan hari ini dia kembali ke rumah mereka. Sambil menggendong Baby yang terus menangis, Rindu memanggil Baskara.


"Bas, tolongin saya Bas" teriak Rindu


"Apa apaaaaaaa" sahutan dari ruang tamu terdengar cempreng.


Rindu berjalan keluar kamar, ingin tahu apa yang dilakukan lelaki itu diluar sana. Dan hal mengejutkan membuatnya ingin marah. Baskara menidurkan BrandonΒ  di atas bantal sedangkan dirinya asyik bermain game sambil memakan ciki cikian.


"Lagian si Brandon juga anteng sama gue" ujar Baskara kembali memandangi game.


"Bas, si Baby dari tadi nangis terus" Rindu mendegus lemah.


"Terus gue harus gimana, tinggal elo kasih susu nanti juga dia diem"


Karena tidak sabar lagi, Rindu mengambil sebotol minuman kosong yang ada di meja untuk menimpuk kepala Baskara.


"Rindu sakit, elo kok jadi kasar gitu sih sama gue semenjak ada anak " Baskara mengelus kepalanya.


"Kamu semestinya bantuin saya merawat Baby, dia demam Baskara"


"Kan udah kita bawa ke dokter, katanya si Baby cuman demam biasa"


Baskara bangkit "sini biar gue aja yang gendong Baby, elo gantian jagain Brandon"


Saat Baby berada di pangkuan Baskara, bayi itu langsung pipis sambil menangis.


"Rinduuuuuuuu" teriak Baskara. Rindu kembali dari kamar setelah meletakkan Brandon di kasur.


"Apa?" Tanyanya santai


"Baby ngencingin gue" Baskara justru mencak mencak seperti anak anak.


"Ya Tuhan, tinggal kamu bawa ke sini Baby, kamu gantiin dia celana, kenapa harus teriak teriak" protes Rindu "lama lama saya bisa gila kalo kayak gini"


Rindu bahkan belum mandi sedari tadi pagi, Karena Baby demam dari semalam dan tidak mau digendong selain dengan Rindu. Sedangkan Baskara, diaΒ  juga tidak ingin makan kalau bukan masakan Rindu, meskipun mereka memiliki pembantu dan pengasuh Brandon maupun Baby sekalipun.


**


5 tahun berlalu.


"Stupid" Baby mencibir Brandon kala anak itu tengah duduk di kursi belajarnya.

__ADS_1


Brandon hanya menoleh.


"Kamu bodoh Ken, aku tidak mau punya saudara sepertimu" kata Baby kejam


"Terserah mu Baby" Brandon kembali menatap buku dongeng yang ada di meja belajarnya.


"Brandon" Rindu yang dari dapur datang ke kamar mereka sambil membawa susu


"Mama baby sudah bilang jangan panggil dia Brandon, aku tidak mau punya abjad yang sama dengan Ken" Baby mengamuk bahkan matanya melotot sempurna.


"Kamu gak boleh gitu sama kakak mu" nasihat Rindu


"Dia bukan kakak ku, dia hanya menumpang pada perut Mama, dia bukan kakakku, aku tidak mau punya Kakak seperti dia"


Rindu mendegus, Alan, Rama, dan Pandu sepenuhnya benar, Baby adalah anak Baskara sepenuhnya. Lihatlah kelakuannya bahkan sama, cerewetnya, gaya merajuknya dan kelakuannya semuanya sama.


Brandon, oh bukan maksudku Ken, aku tidak mau Baby marah denganku karena memanggilnya Brandon, jadi mari panggil dia Ken , Ken hanya menatap Baby dengan santai.


"Apa kamu lihat lihat, dasar bodoh" umpat Baby.


"Baby, jaga bicaramu" kata Rindu.


"Dia bodoh ma, Baby minta Ken bermain dengan Baby dia tidak mau, malah selalu membaca buku" Baby bersidekap sambil membelakangi Ken


"Aku bukan bodoh Baby, tapi aku tidak mau bermain pasir. Itu kotor" jawab Ken tidak mau kalah


"Alasan, kamu tetap bodoh Ken"


"Sudah sudah, Baby kamu main sama mama saja. Biar kakak membaca buku" kata Rindu melerai


"Tidak mau, mama tidak bisa membuat istana, tidak seperti papa" Baby menangis, sangat kencang.


Untungnya Baskara datang, sambil melepaskan dasinya.


"Kenapa anak papa nangis?" Tanyanya begitu sampai di ambang pintu


"Semua gak sayang sama Baby" raung Baby.


"Sini, biar papaΒ  aja yang sayang sama Baby"


Baby berlari kearah Baskara. Begitu berada di dekapan Baskara, Baskara langsung membawa Baby ke kamar bermainnya.


Dengan pasir buatan, mereka membuat istina.


"Rinduu"


"Mamma"


Panggilan itu kompak keluar dari mulut Baby maupun Baskara.


Baskara tertegun, tentu ada rasa malu karena sering salah memanggil Rindu saat didepan anak anaknya.


Rindu membuka pintu "ada apa?" Tanyanya datar


"Minum"


"Minum"


Ujar keduanya kompak


Baiklah, kurasa Rindu benar benar memiliki anak tiga.


**note : Guys aku kasih eksta part, sengaja setengah setengah biar nambah penasaran.


next aku akan bikin squel BARA lagi, tapi kali ini tentang Ken sama Baby.


oh ya, Follow Ig aku @asiihsyd , Wattpad @asiihsyd , Mangatoon Asih Suyadi dan aplikasi Joy aku asih Suyadi


nah di Joy itu ada chat pesan BARA.


baca juga cerita aku Passage Of Time dan ANKOT JAKARTA yang lagi on going.


πŸ˜₯ sedih deh BARA beneran tamat, πŸ˜₯ padahal gemes baca komentar kalian.


but terimakasih yang udah setia baca BARA dari awal sampai akhir. gemes gemes baca komentar kalian πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


love you all**


note : guys extra part udah dibuat ya, judulnya First Love Duda, ayo mampir, penuhi ceritaku dengan komentar komentar lucu kalian


__ADS_2