
Sampai diapartemen, pemandangan pertama yang di sajikan oleh Baskara adalah lelaki itu tidur di sofa sembari memeluk bantal. Bukannya tidur dikamar dia malah memilih tidur di sofa, padahal kalau laper tinggal buka kulkas dan makan masakan yang Rindu simpan dikulkas. Emang dasar manja diapain juga susah.
Karena mengangkat tubuh Baskara yang jangkung dan pastinya berat untuk dibawa ke kasur akhirnya Rindu memilih membawa selimut untuk menyelimuti tubuhnya. Kasihan kalau tiba tiba dia bangun dan kedinginan.
Rindu tidak langsung tidur tapi dia membuka laptopnya untuk membuat soal soal yang akan digunakan mahasiswanya UTS. Ditemani makanan ringan dan bunyi TV yang selalu menampilkan acara ganti ganti sampai tugas Rindu selesai. Teoat nya belum menyelesaikan tugasnya dia malah sudah tertidur dengan posisi kepala diatas meja.
**
Rindu terbangun ketika mendengar alarm yang berbunyi disebelah telinganya. Jam 9 pagi, Rindu buru buru bangkit untuk menyiapkan sarapan tapi tubuhnya merasa sesuatu jatuh kelantai. Itu selimut miliknya berwarna biru yang senantiasa membalut dirinya semalaman. Lalu diatas meja ada sereal yang sudah mendingin lengkap dengan susu dan pesan "LO PUNYA UTANG SEREAL SAMA GUE"
Meski pesan itu singkat tapi mampu membuat Rindu menarik bibirnya sangat, sangat tipis. Hampir tidak bisa dikihat oleh siapapun.
Yah, siapa yang tahu soal perasaan Rindu hanya dia saja yang tahu.
**
Baskara duduk di kantin bersama Sisil yang saling suap menyuap. Sedangkan mahasiswa yang lain sudah tidak heran dengan mereka, yah mereka kan realtiship goals, jadi suka suka nereka mau berbuat gimana.
Sisil menyelipkan anak rambutnya dibelakang telinga setelah memakan habis roti yang berada diatas meja dia tersenyum menatap Baskara.
"Sayang, kayak nya kemaren kita banyak buang makanan deh"
Baskara menaikan alisnya, dia justru mengangkat tangan sebagai gestur tidak tahu.
"Kamu gak kasihan sama pembantu kamu, pasti dia capek semalaman"
"Tenang aja, pembantu gue orangnya strong kok"
Sisil tersenyum puas mendengar jawaban Baskara. Belum lama dari pembicaraan mereka, Pandu, Rama dan Alan ikut duduk dihadapan keduanya. Sembari memakan ciki yang sudah di beli Baskara bersama Sisil.
"Eeh elah pasangan fenomenal seabad ini berduaan terus udah kayak resleting sama celana. Kemana mana kudu nyatu" cerca Pandu sembari menyungutkan bibirnya
"Ngiri aja lo kecoak busuk" umpat Baskara kepada Pandu yang dijawab dengan kekehan dari yang lain.
"Semalam lo balik jam berapa Bas?" tanya Alan kearah Baskara yang masih memainkan pipi Sisil dengan gemas.
__ADS_1
Yang dimaksud pulang jam berapa sama Alan karena semalam mereka sempat nongkrong di rumah Pandu setelah mengantarkan Sisil pulang. Itu ide dadakan Baskara yang dibuat tiba tiba, padahal Alan masih sibuk jalan bareng Popy gebetannya dan Rama yang memang lagi gak ada kerjaan.
"Em jam setengah sepuluh kalau gak salah"
"Parah lo Bas, gak ngebangunin kita. Lo yang ngajak lo juga yang ninggalin kita" cela Rama kepada Baskara yang hanya mengangkat jari tangan membuat tanda V sebagai wujud perdamaian
"Tau nih kecebong, udah ganggu jadwal kencan gue. Malah maen kabur gitu aja" tambah Alan ikut tidak terima
"Emangnya kamu semalam gak langsung pulang yang?" Sisil yang sudah mulai bosan memilih ikut hanyut dalam pembicaraan mereka
"He he " baskra menyembunyikan kesalahannya dari balik tawa "nongkrong dulu ,biasa anak muda" kilah Baskara.
**
Rindu sudah memulai kelasnya sejak satu setengah jam yang lalu. Sekarang giliran bisik bisik dari semua mahasiswa karena diperintahkan mengumpul tugas pertemuan minggu kemarin.
Poin menyebalkan dari dosen macam Rindu adalah dia selalu memberikan tugas setiap kali pertemuan, padahal tugas itu yang akan dia bahas hari besoknya.
Belom lagi jika mahasiswa yang salah dalam membuat makalah, langsung di berikan nilai terendah yang akan mengancam saat nilai sudah di laporkan sebagai nilai KHS (Kartu Hasil Study) nah dosen macam Rindu ini yang paling berbahaya saat pengumuman KHS sudah keluar. Atau pengumuman nilai sementar sebelum di input pada nilai KHS, biasanya perbaikan nilai dulu di dosen yang bersangkutan
"Ada yang belum mengumpul?" suara Rindu mengintrupsi semua mahasiswa untuk saling menuduh Seperti "elo udah ngumpul, atau dia gak ngumpul" semacam itulah yang akan terjadi saat suara Rindu memecah keheningan.
Baskara sudah sibuk membuka tasnya, sembari celingukan kearah Pandu yang sempat berdiri mengumpul tugas pada barisan depan.
"Pan, kayaknya gue gak buat tugasnya bu Rindu deh"
Meski dengan cengiran kuda dia mengatakan kalimat sesantai itu tapi tetap membuat ekspresi cemas Baskara ketara.
"Elo sih, bukannya ngerjain tugas malah main ps" cela Pandu kepada Baskara yang berusaha setengah mati menyembunyikan wajahnya.
"Ada yang belum mengumpul?"
Biasanya kalau Rindu sudah bertanya kedua kalinya itu artinya dia tidak akan memberikan tugas tambahan pada pertanyaan ketiga, karena menurutnya orang yang tidak mendengarkan pertanyaan orang yang sedang bicara sama saja tidak menghargainya.
"Baskara buuuu" ucap Rama dan Pandu kompak. Untuk otak saja mereka kompaknya 100% sekarang justru menusuk teman kompaknya gak ilang.
Sambil nyengir kuda Rama dan Pandu yang duduknya bersebelahan tertawa cekikikan.
__ADS_1
"Apa benar itu Baskara?" tanya Rindu pada Baskara yang justru setengah mati menahan untuk tidak menonyor Pandu dan Rama.
"Iya" jawab Baskara dibuat seketus mungkin. Pokoknya dia gak boleh kalah sama Rindu, apapun yang terjadi.
"Kenapa kamu tidak mengerjakan tugas saya?"
Waw waw pakek nanya lagi, gue kan sibuk bikin elo kesel dirumah
Bukannya menjawab Baskara malah memutar natanya malas sehingga membuat Rindu mendegus. Bukannya merasa bersalah malah mengalihkan arah pandangan.
"Semalem dia asik main ps bu dirumah saya"
Ini nih, temen model begini yang buruk nya naudzubilah. Baskara pengen banget nonyor muka ni anak biar sekali kali dia sadar. Punya temen kok gini amat sih. Perasaan Alan yang playboy cap katak juga gak kayak mereka banget.
"Temui saya dirungan saya"
Iya sayang, segitu kangennya ya elo sama gue sampe sampe nyuruh gue kesana
Rindu sudah berlalu begitu saja tanpa menunggu Baskara yang akan berjalan mengikutinya. Lima langkah dari kelas, Baskara berjalan mengekori Rindu sembari memainkan game diponselnya.
Jangan tanya kenapa laki laki jelmaan patrick ini bisa semenyebalkan ini, mungkin dulu pas ibunya nyidam dia kepengen banget makan bintang laut jadi seperti dia ini jadinya.
Di ujung koridor Baskara bertemu Sisil yang melambaikan tangan kearahnya.

"Sayaaangggg" teriak Sisil langsung memeluk Baskara tanpa menoleh ada dosen dihadapan mereka.
"Lo kok disini?" tanya Baskara setengah heran dan kaget untung dia tidak berdebat dengan Rindu kalau dia ketahuan bisa panjang urusannya.
"Mau ngajak kamu ke cafe tadi. Udah selesai mata kuliahnya?"
"Lagi dipanggil bu Rindu keruangannya"
__ADS_1
Merasa enggan mendengarkan ocehan Sisil dan Baskara, Rindu memilih langsung masuk kedalam kelasnya. Suaminya ini selain tidak menghargai dia sebagai istri ternyata doyan selingkuh juga ya.