
Aku belum tahu apa itu cinta
Tapi saat melihatnya terluka aku juga merasakan hal yang sama
☘☘
Saat jam lima lebih lima belas menit, Baskara tak henti hentinya menelfon, bahkan dia niat sekali spam pesan di handpone Rindu.
Baskara
P
P
P
P
P
Pulang kecil
Boncel balik sekarang gak
Woyyyy triplek baliiikkk
Rindu mendegus ketika dia berada di aula bersama Wirawan, dia melempar senyum tipis ke Wirawan.
"Maaf Wan, kayaknya saya pulang duluan. Mama saya sudah menelfon sedari tadi" kata Rindu menjelaskan ke Wirawan
"Gak makan dulu Rin?" tanya Wirawan berniat mengajak Rindu untuk makan sebelum pulang
"Gak usah Wan" katanya sopan
"Saya langsung pulang"
"Saya anter ya?"
Rindu menggeleng "saya sudah pesan taksi" dustanya. Setelah berbasa basi dengan Wirawan, Rindu langsung pergi begitu sudah mendapatkan taksi.
Sesampai di apartemen yang dilihat Rindu sungguh pemandangan luar biasa, dimana si bayi besarnya menonton televisi dengan cemilan berserakan di atas meja, pizza, dan minuman soft drink yang kaleng kalengnya berhamburan dilantai.
"Kamu habis pesta?" tanya Rindu pada Baskara.
"Niatnya gitu tapi pembantu gue belum balik" jawabnya santai.
Rindu meletakkan sepatunya dirak, setelah itu berjalan untuk mengganti pakaiannya.

Dia mengenakan kaos putih dengan jeans bewarna biru diatas lutut. Dia langsung berjalan untuk memunguti sampah yang dihasilkan oleh bayi besarnya.
"Kamu tahu, anak SD itu sudah pintar membuang sampah di kotak sampah" kata Rindu menyindir Baskara melalui ceritanya
"Gue baru tahu kotak sampah fungsinya untuk buang sampah, yang gue tahu kotak itu buat naruh mantan" dia meladeni sindiran Rindu dengan guraunnya.
"Punguti sampahnya, saya mau masak"
Rindu meletakkan kotak sampah disamping Baskara
"Ogah"jawabnya berteriak.
Ada setengah jam makanan sudah tersaji dimeja

Disana ada kepiting yang kemarin mereka beli, satu ikan karena memang Rindu tidak terlalu suka ikan dan udang yang dia beli ketika akan pulang serta buah buahan. Perlu diingat Baskara tidak akan makan kalau tidak ada buah buahan.
"Lo masak udang?" Tanyanya antusias sembari mencomot udang dengan saus
"Saya beli tadi" kata Rindu berjalan kearah kamar.
"Saya mau mandi setelah itu kita makan"
__ADS_1
"Mau ditungguin gak makannya?" Tanya Baskara sembari mengekori Rindu dari arah belakang
"Kalau kamu mau, boleh" ucap Rindu
Tingtong
Suara bel terdengar dari arah luar. Baskara dan Rindu saling pandang, karena sejak lama semenjak mereka pindah Rindu dan Baskara belum memiliki tamu kecuali Baskara yang pernah sekali mengajak Sisil.
"Kamu ngundang temen kamu?" Tanya Rindu
"Enggak, gue gak buat acara hari ini"
Rindu berniat melangkah tapi tangannya dicekal oleh Basakra.
"Gue aja yang buka, siapa tahu itu temen gue. Lo tunggu dikamar"
Perintah Baskara pada Rindu. Gadis itu menurut setelah memastikan Rindu masuk kamar, Baskara langsung keluar untuk membukakan pintu
"Hello gengss"
Itu adalah Rama, Pandu dan Alan yang nyengir kuda sembari membawa kantong alfamart yang penuh belanjaan.
Oke, ini bisa dikatakan berita buruk dan baik. Buruknya adalah mereka datang disaat Rindu ada dirumah, baiknya adalah mereka bawa makanan yang belum pernah mereka lakukan selama pertemanan mereka.
"Ngapain kalian kesini?"
"Busyet ni anak, bukannya mempersilahkan kita masuk malah nyolot" ujar Pandu
"Ngapa lo ngajak gelud?" Tanya Rama yang lngsung menerobos masuk
"Lo tahu aja kita belum makan, pakek acara nyiapin makanan segala" Rama langsung duduk di meja makan
"Hilss siapa ini Bas?" Tanya Pandu
Tukan Pandu kunat kagi, dia paling pintar kalau nyari kesalahan orang.
Alan menoleh ketika Pandu menjinjing sepatu hills milik Rindu, gila memang, Baskara belum perisapan apa apa untuk menyembunyikan barang Rindu.
"Pembantu lo gaul juga ya, pakek hills kerjanya" kata Alan sembari menatap hills yang masih ada ditangan Pandu
"Masih muda?" Tanya Pandu
"Udah tua" kata Baskara memilih berjalan kearah Rama seolah tidak terjadi apa apa.
Mereka duduk di televisi sembari menikmati cemilan yang dibawanya tadi. Melupakan kejadian hils yang sempat membuat mereka membahasnya lama.
Alan mengeluar kaset dalam tasnya lalu menyetel kedalam DVD.
"Mau ngapain lo?" Bentak Baskara saat tau Alan memasukan kaset kedalam DVD. Biasanya anak ini selalu gak beres.
"Mau nobar lah. Emang ngapain lagi kita disini" jawab Alan santai
"Mau nobar apa?" Tanya Baskara masih menaruh curiga.
"Su'udzon aja elo bawaannya, gue mau nobar dedek Miyabi nih" kata Alan setelah selesai menyetel kasetnya.
"Bangsat, matiin gak"
Bukannya nenurut mereka malah membesarkan volume. Iya emang sih apartemen Baskara kedap suara tapi kalau dari kamar masih kedengeran.
"Tuh udah mulai dedek Miyabinya" Alan sedikit mencondongkan tubuh kearah televisi
Rama mendekat dengan makanan ditangannya, sedangkan Pandu sudah mulai diam untuk mengamati layar televisi.
"Woy matiiin" kata Baskara keras
"Kenapa sih lo bringsik banget" sergah Pandu
"Tau nih makhluk astral, biasanya paling pertama soal Miyabi" sahut Rama
__ADS_1
Baskara hendak berucap sayangnya saura desahan dari Miyabi semakin membuat Baskara hampir gila.
"Ahhh"
Alan, Pandu, Rama sudah melongo setengah mati menatap adegan panas yang dilakukan Miyabi. Baskara bangkit menuju kamar yang tidak dipedulikan teman temannya.
Dia menatap Rindu yang setengah terkejut dengan kedatangan Baskara.
"Mereka nonton apa sih?" Pertanyaan polos itu semakin membuat Baskara berdecak sebal. Dia mengambil earphone di atas meja lalu memutar lagu Cinta luar biasa yang dinyanyikan oleh Admesh Kamaleng.
Masih dengan posisi tangan memegang earphone yang di telinga Rindu. Mereka bertatapan sangat lama saat syair yang dinyanyikan Admesh pada bagian
🎵🎵Gelora nya hati ini
Tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu
Luar biasa🎵🎵
Baskara menatap wajah Rindu, dia mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat kearah Rindu, jarak keduanya menipis tapi Rindu tidak melawan.
"Baskara lo kudu liat dedek Miyabi *******" teriak Rama dari luar ruang tamu
Baskara menjauhkan tubuhnya, dalam hatinya dia meruntuki teman temannya.
Baskara menatap Rindu memberi gestur untuk jangan melepaskan earphone ini sampai mereka selesai nonton.
Baskara hendak bangkit tapi tangan Rindu menahannya.
"Saya laper" kata dia meski dia tidak mendengar kalimatnya.
Baskara memberi gestur untuk menunggu sampai mereka selesai.
**
Setelah teman temannya selesai dengan menonton Miyabi dan membuat apartemen Baskara seperti kapal pecah, sekarang giliran Baskara yang berkacak pinggang mengantar kepergian mereka.
"Sebenernya gue pengen nginep disini" kata Pandu "gue nyaman diapartemen elo" tambahnya
"Gue juga" Alan dan Rama memasang tampang memelas agar diijinkan menginap
"No, gue bilang pulang ya pulang" kata Baskara membentak
"Emangnya lo mau ngapain sih, nyuruh kita pulang tengah malem begini?" Tanya Alan mulai curiga.
"Gue mau beresin rumah sama pembantu gue" jawab Baskara asal
"Lo" rama menghentikan kalimatnya "lo maen serong sama pembantu lo ya?" tuding Rama.
"Bangsat, gue masih waras" katanya
"Sono pulang, enek gue ngeliat kalian" usir Baskara
"Lo gak takut kalau nanti kita digodain cabe cabe di jalan" ucap Pandu mendramatiskan keadaan
"Yang ada mah elo yang godaiin cabe cabean" jawab Baskara tegas
"Kalau nanti kita diculik tante tante gimana?" tanya Alan
"Tinggal lo praktekin jurus Miyabi yang udah lo tonton tadi" jawab Baskara santai
"Kalau nanti gue di rampok gimana?" tanya Rama ikut ikutan
"Emang lo punya harta. Lo kan miskin" jawab Baskara sembari nyengir kuda
"Bangsat" umpat Rama "gue pulang" Rama melambaikan tangannya yang diikuti dua temannnya dari belakang
"Mati mati dijalan ya, jangan balik lagi" teriak Baskara kearah mereka.
Rama, Pandu, dan Alan kompak mengacungi jari tengah untuk Baskara sebagai tanda "fuck you" yang mendapat tawa renyah darinya
__ADS_1