BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 62


__ADS_3

Ada hal yang tidak bisa aku jelas


kan


Yaitu rindu ku padamu


☘☘


Rindu mengotak atik laptop saat dia berada diperpustakaan. Tidak ada hal yang dilakUkan Rindu selain duduk di perpustakaan atau pulang ke apartemen jika urusan di kampus selesai.


Dia kegirangan saat meminta pengajuan S3 supaya lebih cepat diterima. Dia akan belajar giat, bahkan jadwal tidur Rindu sengaja dirubahnya. Dia hanya tidur selama dua jam selebihnya akan selalu belajar dan belajar.


Dia Tidak ingin menyia nyiakan waktu sedetikpun. Efeknya perut Rindu sering sakit sakitan, dia melupakan jadwal makan dan banyak mengkonsumsi kopi, jadinya Magh Rindu sering memberontak.


Rindu memutuskan tidak akan pulang saat liburan, dia akan mengambil semester selanjutnya demi wisuda lebih cepat. Dia mengurangi jarak antara dirinya dengan lawan jenis, kalau dibilang Rindu itu koloooot banget di kampus, tau nya cuman belajar dan belajar. Dia juga tidak terlalu dekat dengan James atau Nadien.


Lebih senang menyendiri dengan lagu lagu EXO yang sering diputar Baskara. Entahlah akhir akhir ini apapun yang dilakukan Baskara akan juga dilakukan Rindu. Seperti tertawa lebar oleh hal hal kecil, bermain game saat dia suntuk belajar, mengotori rumah padahal dia sendiri yang membersihkan


Serindu itu pada Baskara. Dia sering menggunakan baju baju Baskara yang ditinggal. Mencium bau lelaki itu dari dalam selimut.


**


Baskara duduk di depan Arya setelah lekaki itu meminta anaknya datang kekantor. Sambil mengetuk pinggiran sofa berkali kali dia mencoba menjelajahi isi ruangan.


Arya sedang menandatangani berkas berkas dimeja, sudah berapa lama ya Baskara tidak mengunjungi Arya?, kalau tidak salah sudah lebih dari tiga bulan.


Arya memandangi Baskara sebelum duduk di kursi. Anak nya ini selalu berusaha mengalihkan arah pandangan ketika dipandangi Arya.


"Kamu ini rumah di Jakarta kok gak pernah ngunjungi papa


"


Sulit menahan rindu sepertinya diwarisi Arya pada Baskara. Sambil masih mengetuk pinggiran sofa, Baskara menjelajahi isi ruangan lebih detail


"Sibuk" jawabnya ketus


"Sibuk apa? Maen game atau pergi ke club?"


Kalimat Arya berhasil membuat Baskara menoleh. Dari mana Arya tahu soal dia pergi ke club. Atau si Rindu yang mengadu pada Arya.


"Rindu cerita semua masalah kamu sama dia" Arya segera memangkas pertanyaan Baskara


"Dia minta kamu untuk mulai bekerja di perusahaan"


Baskara memutar matanya. Si Rindu ini gak tahu orang mau santai santai dulu apa.


"Katanya lebih baik kamu terjun ke perusahaan sekarang ketimbang nunggu kamu lulus S2"


"Tapi kan Baskara mau fokus dulu ke kuliah" kilah Baskara.


"Dengan kamu mulai bekerja juga bisa fokus kan"


Kayaknya berdebat dengan Arya bukan solusi, dia meruntuki permintaan Rindu yang semakin menyulitkan.


"Kapan Baskara mulai kerja?"


"Besok"


Mata Baskara membulat sempurna. Yang benar saja besok, besok itu hari pertama Bakskara kuliah, masa iya pulang kuliah langsung kerja.


"Papa yang bener dong, kalau besok aku gak bisa"


Baskara bangkit sambil merapikan kemeja, dia melangkah pergi sebelum suara berat Arya membuatnya berhenti.


"Gak papa kalau kamu gak bisa, palingan kamu bakal di omeli Rindu"


Baskara putar balik dan kembali duduk di hadapan Arya.


"Jadi apa yang bakal Baskara lakuin besok"


Arya menarik sudut bibirnya. Ternyata Baskara sudah mencinta  Rindu.

__ADS_1


"Kamu datang ke kantor dulu, besok sekertaris papa akan jelasin semuanya"


**


Mereka duduk sambil menikmati cemilan bersama tontonan Scarlet Innocence, yang paling antusias tentu Alan dan Pandu. Mereka berdua sudah ketagihan yang namanya film dewasa.


Baskara membaringkan tubuhnya sambil menatap langit langit apartemen.


"Jadi mulai besok lo kerja?"


Pandu yang melihat kerisauan Baskara, langsung mengalihkan arah pandang


Baskara berdehem sebagai ganti jawabannya.


"Nikmati aja Bas, siapa tahu bisa selingkuh sama sekretaris bokap elo" celetuk Alan


Baskara bangkit sambil memukul belakang kepala Alan dengan keras


"Sekretaris bokap gue cowok bangsat"


Pandu tertawa sambil memukul lengan Alan.


"Minta ganti ceweklah"


Semakin hari yang otak aneh itu bukan si Rama tapi si Alan.


"Elo kebanyakan temenan sama Pandu jadi oon"


Pandu mengelus dada, langsung melemparkan lirikan tajam yang menghunus


"Bangsat, gue juga yang disalahin"


**


Berangkat kuliah pukul sembilan dan keluar pukul satu siang, Baskara dibuat berdecak sebal dengan dosen dosen yang tidak berprikemanusiaan. Masak baru masuk pertama udah ngasih tugas bejibun. Mana ngumpulnya besok lagi.


Baskara memijat pelipis, dia berjalan pelan sambil membawa tumpukan buku yang diberikan oleh kampusnya.


"Eh dapet salam dari Sinta"


Baskara menoleh sambil menyandarkan tubuh di mobil.


"Lo gak pulang?"


Sudah bosan dengan salam salam dari wanita, Baskara lebih tertarik dengan Dimas yang justru keluar tidak membawa tas.


Lelaki itu nyengir memperlihatkan deretan gigi putih yang tertata rapi.


"Gue baliknya agak sore"


"Kenapa?"


"Kalau gue balik, nanti gak bisa maen, lo tahu sendiri nyokap gue kayak gimana"


Baskara tertawa sambil menepuk bahu Dimas.


"Gue cabut ya"


Sejurus dari kalimat Baskara, dia berlalu membawa mobilnya ke arah perusahaan.


Dia memakirkan mobil  sambil bersiul ria. Di teras perusahaan , Agro sudah berdiri dengan setelan jas biru. Dia tersenyum kala melihat Baskara bersiul ria.


"Pagi Bas"


Arga adalah laki laki seumuran Arya, dia mengenakan kacamata bulat, kumis tipis serta kulit coklat membuatnya selalu manis saat tersenyum.


Arga sudah lama menjadi sekretaris Arya, dia adalah karyawan paling di percayai.


"Udah siang pak"


Baskara selalu sebal dengan Agro, tidak tahu waktu, suka ketuker kalau ngucapin Siang atau Pagi.

__ADS_1


"Ngeliat kamu bawaannya masih pagi terus"


"Semangat pagi ya pak ?"


Baskara menunggu pintu lift terbuka.


"Eh mau kemana?"


Suara Agro justru membuatnya menoleh.


"Nemuin papa lah"


"Papa kamu sudah menyerahkan kamu ke saya, jadi ayo ikut saya keliling dulu"


"Lah ngapain, gue juga udah paham sama perusahaan ini"


Agro mengibas kan jari telunjuknya. Dengan berdiri tegap dia tersenyum lebar


"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tahu keadaan bawahannya"


Baskara hanya mendegus, udahlah turuti kemauan pak tua ini. Ketimbang dia diadukan Rindu, bisa berabe masalahnya. Sambil mengekori Agro, dia menilik samping kanan kiri.


Pesona Baskara memang selalu menjadi pusat utama, banyak karyawan yang berbisik bisik, mereka sudah dibuat kagum oleh ketampanan Baskara.


Setelah matahari menua dan hari bertambah gelap, tujuan Baskara selesai sampai di devisi keuangan.


"Besok kamu akan mulai dikantor ini"


Dia menunjuk ruangan devisi keuangan yang pernah di buat magang dulu. Baskara mengernyit


"Ini gue mau jadi pemimpin apa mau jadi anak buah sih? "


"Keuangan adalah kunci dari perusahaan, jadi kamu dipercayai mengurus keuangan. Sekalian kamu bisa tahu kas masuk dan keluar"


Agro bersidekap sambil menatap ruangan ksong. Semua karyawan sudah pulang sejak sepuluh menit lalu


Baskara mendegus, tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauannya.


**


sambil mengendorkan dasi dia mendial nomor Rindu. Panggilannya cepat tersambung.


"Capekkkk" keluh Baskara begitu suara Rindu menyapanya


"Udah pulang dari kantor?"


Baskara mengangguk meski sebenarnya dia tahu, anggukannya tidak akan di ketahui Rindu.


"Laper?" dia merengek sambil tidur tengkurap.


"Makan"


"Iihhhh kok gak ada basa basinya sih langsung jawab makan gitu aja"


Baskara yang mendengar jawaban singkat Rindu langsung melayangkan protes sepanjang rel kereta api.


"Terus saya harus bagaimana?"


"Bodo Rin bodo"


Suara laki laki diujung telefon membuat Baskara bangkit. Dia langsung berteriak kencang. Aku yakin saat itu Rindu menjauhkan handponnya dari telinga.


"Suara siapa itu? Lo berduaan sama cowok lain? . elo selingkuh? Ohhh gitu kelakuan elo ya"


Makian Badkara hanya mengundang helaan nafas dari arah seberang


"Itu suara profesor saya"


Baskara melongo sambil menutup mata karena malu


"Sudah dulu saya ada ujian"

__ADS_1


Panggilan terputus begitu saja.


__ADS_2