BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 29


__ADS_3



Dia manis saat tidak marah marah



☘☘



Rindu membenarkan letak kacamatanya, sejak sepuluh menit dia sudah berada diruangan bersama dengan Zaky. Mereka adalah dosen pilihan untuk pelatihan ini. Zaky ternyata baru mengajar fakultas bisnis sekitar 3 bulan yang lalu. Rindu menatap kearah pantulan cahaya di mana semua tulisan sudah bertaburan disana. Sesekali dia menyalin tulisan itu kedalam binder kecil yang selalu dia bawa kemanapun.



Sebenarnya Rindu dan Zaky tidak terlalu dekat, mereka sama sama pendiam. Hanya senang memperhatikan ketimbang diperhatikan. Jadi kalau mereka tengah berdua palingan sibuk sama kerjaan masing masing. Zaky lebih kolot dibandingkan Rindu, sia selalu pergi dengan tumpukan buku yang menemani tangannya. Entah buku itu selalu dibaca atau enggak. Apa dosen selalu seperti itu ya?



Seorang pantia pelatihan masuk kedalam dengan memegang mikrophone. Keadaan seketika hening.



"Ada namanya Deolinda Rindu Maheswari?"



Rindu melongo, kenapa namanya bisa dipanggil. Perasaan Rindu sudah menutup pintu hotel, dia tidak telat ataupun membuat masalah. Ragu ragu gadis itu mengangkat tanganya.



"Saya" kata Rindu merasa risih karena sudah menjadi pusat perhatian.



"Ada yang mencari anda" katanya.



Siapa yang mencarinya sampai pergi jauh jauh ke sini. Rindu memilih mengangguk lalu berjalan menemui orang yang datang mencarinya.





Ya ampun lelaki yang berdiri sembari bersandar pada dinding itu sungguh tampan. Pakaiannya rapi dan dewasa, tidak terlihat seperti anak anak yang menyebalkan dimata Rindu, dia mengenakan jaket hitam dan celana abu abu, rambutnya ditata rapi. Saat melihat Rindu ,lekaki itu tersenyum. Dia Baskara, iya anak kecil yang selalu marah marah padanya. Tapi lihat dia berdiri menunggu Rindu dengan senyuman mengembang yang membuat getaran itu kembali lagi.



"Rinn" dia menyapa lebih dulu sambil melambaikan tangan. Senyumnya mengembang sempurna, matanya berbinar. Sungguh dimata Baskara dia ingin memeluk Rindu, tapi itu tidak mungkin dilakukannya. Kan mereka sedang berada didepan ruangan pelatihan.



"Kamu ngapain disini?" Rindu tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Dia tersenyum yang membuat Baskara justru terdiam. Dia mengusap hidungnya, ya ampun segerogi ini ketemu Rindu.



"Nyusulin kamu" kata dia



Rindu semakin melebarkan senyumnya, apa Rindu tahu cara tersenyum sekarang? Tidak, dia tidak tersenyum dengan menunjukan deretan gigi rapinya. Tapi senyum yang biasa, yah sekedar sudut bibirnya terangkat tapi kelihatan kok.


Baskara mengacak rambut Rindu gemas.



"Mana kunci hotelnya, gue tunggu dihotel"


Baskara sedikit merendahkan tubuhnya, untuk menyetarakan dengan tinggi Rindu. Dia mengelus pipi Rindu yang langsung menimbulkan semburat merah merona.





Dengan pakaian garis garis biru, Rindu menundukkan wajahnya sembari ******** senyum. Mata kecilnya hilang terbawa pipi.


Rindu merogoh saku jas untuk memberikan kunci hotel.



"Tunggu saya ya" katanya lembut



Baskara meninju tembok pelan. Sembari memutar badan karena merasa malu oleh sikap keduanya. Pipinya merona dengan senyum masih mengembang.

__ADS_1



"Iya he he "


Baskara menutup mulutnya karena dia tersenyum. Ya ampun dia merasa udah kayak abg saat bersama Rindu. Apa sehari tidak bertemu kemarin bisa merubah mereka jadi selucu ini.


Rindu berbalik dengan sisa senyum.



**



Pukul 4 sore Rindu selesai pelatihan dan jadwal untuk besok hanya setengah hari. Seluruh modul pelatihan, absen dan catatan yang dia buat sudah dibereskan untuk dibawa ke hotel karena besok hanya acara penutupan dan foto foto. Setelah Baskara membukakan pintu, Rindu langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mandi. Yah membiarkan Baskara dengan handpone nya.



"Kamu udah makan?" Dengan handuk masih melilit di atas kepala, Rindu memakai kan lotion di tangannya.



"Udah tadi" jawab Baskara masih fokus ke gamenya.



"Kenapa nyusulin saya?"



Baskara membalikan tubuhnya untuk menghadap Rindu. Jarak mereka tidak cukup jauh, Baskara meraih pinggang Rindu untuk ditarik lebih dekat. Dengan posisi Baskara duduk di kasur dan Rindu berdiri, tetap membuat tubuh mereka sedikit sejajar.



"Kangen sama elo" jawab Abskara jujur.



Iya , setelah di mobil menuju Bogor, Baskara memutuskan untuk jujur pada Rindu, dia tidak akan berbelit belit, selama ini dia hanya mengkode tapi Rindu tidak kunjung peka.



"Ha" Rindu melongo.



Dengan cepat Baskara meraih tekuk Rindu untuk di lumuti. Ini interaksi keduanya dalam hal intim. Cukup mengejutkan untuk Rindu tapi cukup membuat perutnya berdesir. Lumutan Baskara semakin lembut membua Rindu merasa. Ehem candu dan membalas ciuman Baskara. Lelaki itu melepaskan pungutannya, dia memeluk Rindu dan menyembunyikan kepalanya di perut. Diusap usapnya perut Rindu . Rindu mengusap rambut Baskara.




Baskara mendongak menatap Rindu yang sudah merah merona. Baskara mengelus pipi marum itu.



"Gue sayang sama elo"



Itu kalimat sederhana yang mampu membuat Rindu merasa hal yang paling istimewa. Rindu mengerjap beberapa kali, dia masih tidak menyangka Baskara menyatakan kalimat yang selama ini ditunggu tunggu.



"Sa saya"



"Gue tunggu elo siap nyatain perasaan elo buat gue" Baskara menggengam tangan Rindu lalu membawa tangannya kedalam ciuman.



"Selama lo pergi, gue ngerasa kehilangan. Gue fikir kenapa gue gak ngungkapain apa yang gue rasain selama ini" cerita Baskara. Dia mendongak sehingga mata kedua bertemu. Ada ketulusan di dua binar mata Baskara, ada senyum yang menangkan disana.


"Jangan tinggalin gue ya , kita boleh berantem sehebat apapun tapi kita harus kembali menjadi satu"


Baskara menciumi tangan Rindu.



Rindu ayolah ungkapkan apa yang ada dihati elo sehingga Baskara bisa yakin dengan perasaannya.



"Saya" Rindu menjeda kalimatnya "saya, saya juga sayang sama kamu"



Baskara berdiri dan memegang tekut Rindu, dia melumuti bibir Rindu dengan buas. Memperdalam pungutan dan ciuman bibir itu lebih liar. Sembari tangannya mengeratkan pelukan.


Rindu memukul dada Baskara karena dia kehabisan oksigen.

__ADS_1


Baskara tersenyum, dia mencium pipi Rindu berkali kali dan memeluknya. Kenapa gak dilakukan dari dulu untuk menyadari perasaan nya, semanis ini ternyata cinta mereka.



"Rin gue boleh minta sesuatu ?"


Dalam posisi berpelukan, keduanya saling mengeratkan pelukan satu sama lain.



"Apa?"



"Minta jatah gue sebagai suami dong"



Rindu memukul dada Baskara pelan "Baskara saya besok harus penutupan"



"Janji deh gak sampe pagi, cuman tengah malem" ujarnya tanpa melepaskan pelukannya dari Rindu.



"Besok aja kalau di Rumah"



"Kelamaan Rin. Adek gue udah bangun nih, janji deh satu ronde" mohon Baskara.



"Adek kamu, adek siapa?"



Oke fiks, julukan orang gak peka jatuh kepada Rindu. Baskara melepaskan pelukannya, dia menatap arah bawah di mana ada bagian yang timbul disana. Oh ghost Rindu menutup matanya dan berbalik. Saat itu terjadi Baskara memeluk Rindu dari belakang, cukup membuat Rindu merasakan bagian yang sudah keluar mengenai bokongnya



"Baskara saya malu" katanya



"Kenapa malu, kita kan udah nikah"



"Janji satu ronde ya"



Baskara meraih bahu Rindu untuk diputar balik. Saat meraka berhadapan tanpa pikir panjang Baskara langsung membawa Rindu keatas kasur dan menindihinya.



Malam ini adalah malam dimana kedua nya melakukan hubungan intim. Dimana desahan desahan membuat keduanya semakin nafsu. Tidak ada kata satu ronde, mereka tidak ingin melepaskan satu sama lain.















♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


hayo siapa yang nunggu Baskara sama Rindu nana nena, ngakuuuu


part khusus nih

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


__ADS_2