
Aku merasa kehilangan saat dia tidak ada
Aku merasa kosong saat dia pergi
☘☘
"Rinduuuuuu" Baskara berteriak cukup lantang
"Rinduuu"
Tidak ada sahutan dari orang yang namanya dipanggil. Baskara membuka mata, yang dia lihat adalah sekelilingnya bewarna putih cerah dengan foto foto Pandu yang tergantung di dinding.
Baskara menepuk dahi, semalam mereka main ps bersama. Kadang game itu selalu membuat Baskara lupa dengan apapun.
Baskara bangkit sembari mengucek mata, dia menarik jaket denim lalu berjalan meninggalkan kamar Pandu. Dimeja makan, Pandu, Rama, dan Alan sudah menyantap sarapan yang dibuat pembantu Pandu
"Makan Bas" tawar Pandu
"Gue curiga sama kalian" kata Baskara dengan suara serak basah khas orang bangun tidur "kalian buat grup selain gue ya?" tudingnya
"Astagfirullah" Rama mengelus dada, yang lainnya ikut beristigfar "seudzon aja ikan badut satu ini"
"Lagian, pada bagun malah kagak bangunin gue" decak Baskara mulai kesal.
"Udah, ngedumel mulu kayak ikan pirahi. Sini makan" ajak Pandu.
"Enggak, gue mau balik"
Baskara berjalan meninggalakn teman temannya.
"Kangen istri ya" ledek Alan keras.
"Ati ati Bas, salam sama dedek Rindu" teriak Rama lantang.
Baskara memacu mobilnya menuju apartemen, fikirannya masih kalang kabut. Bagaimana dengan Rindu saat dia tidak pulang semalam? , akankah dia merindukan Baskara atau justru dia acuh dengan sikap Baskara?.
Handponenya juga dia matikan. Sampai di apartemen, keadaan disini sangat sepi. Hanya terdengar dentingan jam, tidak ada Rindu atau siapapun. Apartemen dalam keadaan bersih. Baskara menuju meja makan, ada nasi goreng yang sudah mendingin. Dimeja ada sebuah notes bertuliskan "selamat sarapan, tiga hari kedepan saya ada pelatihan di Bogor. Tolong aktifkan ponselmu"
Astaga, Rindu pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Anak itu memang tidak pernah bersikap menghargai Baskara. Baskara memilih membersihkan diri dulu lalu menyantap saraoan, perutnya memang sudah keroncongan sepanjang perjalanan.

Dia mengenakan kaos putih dan celana pendek selutut. Kakinya dia letakkan diatas meja, tanganya sibuk mencari tontonan yang menarik. Sayangnya itu tidak dia temukan. Fikirannya masih bercabang ke Rindu.
Baskara mengambil handpone, dia menekan tombol power untuk menghidupkan handpone. Beberapa detik dari hidupnya alat pintar itu, banyak pesan dari Rindu yang masuk. Dibacanya satu kalimat ke kalimat lain.
Rindu
Baskara kamu dimana?
Pulang sekarang, kita bicarakan masalah ini baik baik
Baskara, c'mon. Kita udah saling dewasa, kabur bukan solusi dari ini semua
Baskara Maaf
Baskara saya besok ada pelatihan di Bogor, saya ingin membicarakan masalah ini setelah masalah kita selesai
Tolong hubungi saya
Jangan membuat saya khawatir
Bas
Basakara
__ADS_1
Baskara menyunggingkan senyumnya, begitu banyak pesan yang dikirimkan Rindu. Anak itu sedang apa? Apa sedang pelatihan atau dia sedang dihotel? .
Dia ingin menelfon tapi dia ragu, posisi mereka berdua sedang bertengkar.
Tapi mengingat saran teman temannya Baskara menekan nomor Rindu. Tidak perlu menunggu lama, karena langsung dijawab oleh si penerima telfon
"Halo"
"Elo kemana? Gue belum makan? Rumah kotor, kalau gak ada elo siapa yang bersihin"
Duh kok Baskara malah ngomong gitu sih, niatnya kan dia mau nanya Rindu udah sampe belom
"Saya kan sudah masakin kamu nasi goreng, saya lagi pelatihan. Dan ini saya sedang diruangan" suara Rindu terdengar berbisik dengan suara gaduh di dalam telefon
"Nasi gorengnya udah dingin Rindu. Geu mau mandi gak ada air panas, showernya udah rusak"
Padahal nasi gorengnya udah habis, showernya juga baik baik saja.
"Kalau kamu menelfon saya cuman mau bilang ini, saya tutup telfonnya" ujar Rindu menekan kalimatnya meski terdengar lirih
"Ehhhh Rindu Rindu" panggil Baskara mencegah panggilannya di putus "gue rindu"
Shit, Baskara mengumpat dalam hati, kenapa dia bisa mengucapkan kalimat itu. Ayolah kondisi mereka berdua sedang tidak sebaik sebelumnya.
"Maksud kamu?"
Untunglah Rindu memang bodoh dalam hal ini. Dia tidak tahu maksud Baskara.
"Lo gak tau permainan pas kecil. Lo ganti nama jadi Baskara gue Rindu" ujarnya langsung mematikan panggiilan.
Dada Baskara naik turun, jantungnya berdetak cepat. Gila, baru sehari ditinggal Rindu dia bisa segila ini. Lebih baik dia pergi bersama teman temannya dari pada dirumah dia akan terus ingat Rindu.
**
"Bu Rindu pelatihan dosen berapa lama?" Tanya Alan disaat adegan tidak terlaku menarik perhatian.
"3 hari" jawab Baskara singkat.
"Gak usah galau kali Bas" kata Rama menepuk bahu Baskara.
Drrt drrt
Getar di handponenya membuat Baskara buru buru memecet telepone. Dia berdiri menuju balkon sembari berteriak teriak.
"Gue laper, gue belom makan" katanya dengan nada keras.
Rama mendekati Alan dan Pandu yang menatap kepergian Baskara dengan cengo
"Yang makan nasi padang dua bukus siapa? Arwahnya Baskara?" Tanyanya dengan polos
"Lo kapan pulang sih Rin?" Tanya Baskara kepada Rindu yang mungkin saat ini dia tengah menjauhkan handponenya dari telinga, supaya suara Baskara tidak membuatnya tuli seketika
"Lusa"
"Gue laper" rengek Baskara
"Kan bisa beli makan"
"Gue gak bisa makan kalau makanan hasil beli"
Alesan aja ni anak, perasaan nasi padang itu hasil dia beli di warung pertigaan sebelum masuk gang apartemen.
__ADS_1
"Kalau gitu tunggu saya pulang" kata Rindu tanpa rasa bersalah
"Lo mau gue mati kelaperan"
"Terus mau kamu sekarang gimana?"
"Ya elo balik lah, ngapain pakek acara pelatihan Segala. Buang buang waktu" cela Baskara dengan berteriak
"Udah ya, saya tadi cuman memastikan kalau kamu baik baik aja. Setelah dengar kamu teriak teriak ditelefon, saya yakin kalau kamu baik baik saja"
"Rindu" panggil Baskara melemah
"Gue rindu"
"Iya kamu Rindu saya Baskara"
Sumpah demi doraemon yang gak jelas asal usulnya. Kenapa ada makhluk gak peka kayak Rindu, menyebalkan banget sih. Dia gak peka tingkat akut. Maksud Baskara itu dia kangen sama Rindu, bukan ngajak tukeran nama
"Dasar goblok, pea, gak peka. Kadal buntung, kecoa hidup, kuntilanak, triplek datar, kanebo kering" umpat Baskara.
"Dasar gak pek___"
Tut tut tut
Panggilan terputus begitu saja.
"Dasar cewek bloon yang perah gue temuiin. Awas kalau ketemu gue bejek bejek muka elo" teriak Baskara menggema di seisi apaetemen.
Teman temannya sedari tadi hanya saling pandang melihat kelakuan Baskara yang semakin tidak jelas.
"Apa lo liat liat" bentak Baskara pada ketiga temannya yang reflek langsung mengalihkan pandangan menatap ke layar televisi.
Kok ada ya orang aneh kayak Baskara, udah makan ngaku belum makan.
"Bas gue balik ya" Pandu berdiri sembari membenarkan hodie nya
"Ngapain lo balik segala?" Tanya Baskara heran
"Bokap gue malam ini sampai dirumah. Kalau gue gak pulang bisa diamuk gue"
Pandu sudah menghilang dibalik pintu, Baskara mengalihkan pandangannya kearah Alan. Dia juga terlihat membereskan barangnya.
"Gue juga cabut. Semalam gue gak balik kerumah, kalau malam ini gak balik bisa kena marah gue"
"Brengsek. Giliran temen susah pada balik semua" Baskara mengalihkan pandangan kearah Rama yang juga bersiap berdiri
"Lo juga mau balik?" Bentak Baskara udah gak selow
"Iya, gue kan nebeng Alan" katanya tanpa bersalah menbututi Alan.
"Bangsat, gue orang kaya bisa nganter elo anjing. Balik semua elo, gak usah kesini lagi" teriak Baskara saat melihat temannya sudah hilang di balik pintu.
"Punya temen model kadal butung, hasilnya kayak gitu"
Baskara menatap langit langit apartemen. Dia merindukan Rindu, biasanya kalau malam begini ada hal yang bisa dikerjai. Mengerjai Rindu saat gadis itu mengerjakan pekerjaannya, mengerjai Rindu saat gadis itu tengah membaca, mengerjai Rindu saat gadis itu tengah bersih bersih.
Baskara mengeluarkan handpone. Menatap foto Rindu yang dia ambil saat di Bali. Wajahnya lucu dan menggemaskannya memenuhi layar. Semakin mengobrak abrik hati Baskar untuk merasakaan rindu yang semakin dalam.
Baiklah malam ini cukup mengenang tentang Rindu ,apapun itu. Baskara merindukan Rindu. Dia memilih menuju ke perpustakaan, dimana itu adalah ruangan favorit istrinya. Ditatap buku yang berjejer rapi. Baskara menghirup ruangan seolah tengah membayangkan menghirup aroma Rindu.
"Rin, gue kangen" kalimat itu di ucapkan sangat lirih.
Dia membuka mata menatap deretan buku seolah Rindu berdiri disana.
__ADS_1
"Gue sayang sama elo"