BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 30


__ADS_3

Rindu tertidur dipelukan Baskara pagi ini. Menghirup aroma lelaki itu didada bidangnya yang toples tanpa mengenakan apapun. Perut datar dan membentuk kotak kotak semakin membuat dirinya mengeratkkan pelukan. Senyaman inikah berpelukan dengan Baskara.



Saat nyaman nyamannya berpelukan Rindu tersadar akan jadwalnya, hari ini acara penutupan pelatihan. Oh bagus, Rindu justru masih berada dipelukan manusia ini. Tidak, Rindu tidak menyesal jika telat, dia menyukai berada dipelukan Baskara. Tapi dia juga harus melakukan kewajibannya.



Rindu mendorong tubuh Baskara agar sedikit menjauhinya. Baskara justru menggeliat di tekuk Rindu. Dia mendesah sesekali.



"Bas, saya harus siap siap pelatihan" kata Rindu lirih mencoba melepaskan pelukan Baskara. Lelaki itu membuka mata dengan malas. Ditatap nya wajah istrinya yang cantik. Baskara mengusap pipi istrinya.



"Good morning my wife" Baskara langsung melumut bibir Rindu tanpa ampun. Dijelajahinya rongga rongga mulut itu. Rindu tidak bisa menolak, ini adalah sesuatu yang sangat nikmat yang pernah dia rasakan. Sampai dadanya terasa mengeras, dia membalas pelukan Baskara kuat.



"Katanya mau pelatihan, kok ciumannya bertenaga gitu" ledek Baskara. Dia menyembunyikan wajahnya di tekuk Rindu.


Rindu memilih bangkit tapi tangannya masih dicekal oleh Baskara.



"Makasih ya, udah ngejaga virgin elo buat gue"



Rindu langsung merah merona saat Baskara mengucapkan kalimat seintim itu. Justru Baskara terkekeh geli melihat pipi istrinya seperti bom tomat. Rindu mengambil baju yang dilempar Baskara semalam dengan asal.



Saat keluar dari kamar mandi pun, Baskara masih tertidur di kasur dengan badan toples. Tapi em sungguh sexsy dan membuat bergairah. Kalau tidak ada pelatihan mungkin Rindu akan betah berada dipelukan lelaki itu.





"Saya berangkat dulu, nanti kamu sarapan beli saja di cafe depan hotel"


Rindu menggandeng tasnya



"Rin" panggil Baskara membuat Rindu berhenti


Dengan gestur tubuh yang mengatakan "apa?" Rindu masih berada diposisi nya



"Ciuman nya mana?"



Ya ampun kan pipi Rindu jadi merah merona, kenapa ya cowok seberani itu membahas hubungan intim. Malu malu Rindu berjalan kearah Baskara dan mencium pipi Baskara.



"Gak mau, bibir" tunjuk Baskara sembari beraygo manja



Cup



Tidak lama tapi berkesan, Rindu buru buru keluar kamar dengan pipi yang bersipu merah.



**





Dengan pakaian biru bernuansa pantai Baskara keluar hotel dengan pakaian rapi dan tampan. Dia sengaja akan menunggu pelatihan Rindu hingga selesai. Baskara berjalan menuju Rindu yang tengah bercakap cakap dengan seorang dosen. Dia kira pelatihannya masih lama ternyata sudah selesai saat dia turun dari lobi.


__ADS_1


Grep



Baskara langsung memeluk bahu Rindu dan menyunggingkan senyum mengejek pada lawan bicara Rindu.



"Hai, kenalin" Baskara mengulurkan tangan dengan congkak.



"Gue Baskara suaminya Rindu" dia memperekanalkan tidak lagi menggunakan lebel nama ayahnya tapi menggunakan suami Rindu. tentu lawan bicaranya sudah paham karena dia adalah dosen di kampus Baskara.



"Kenalin, dia pak Zaky, dosen managemen Bisnis juga"


Rindu memperkenalkan keduanya saat dia merasa atmosfer canggung sudah memenuhi sekitar mereka



"Ooh" kata Baskara singkat.



"Kalau begitu saya langsung pamit"


Zaky menunduk sedikit memberikan hormat pada Baskara dan Rindu



"Hati hati pak, Rindu balik sama gue"



Rindu memukul pelan perut Baskara. Lelaki itu mengaduh kesakitan, tentu saja dia tidak benar benar sakit karena senyum diwajahnya menandakan bahwa dia baik baik saja.



"Jahil banget sih" cela Rindu




Rindu mencembikan bibir yang justru mengundang Baskara untuk mencubit pipi gembul Rindu.



"Pulang yuk" ajak Rindu



"Makan dulu"


Baskara memegang perutnya memberi gestur bahwa dia sangat lapar. Selapar itu sampai sampai mengundang tawa Rindu menyaksikan ekspresi tersiksa suaminya.



**



Sekitar pukul 7 malam mereka sampai diapartemen, sebuah kejutan dari suaminya benar benar sangat memancing emosi Rindu. Bahkan gadis itu memberikan tatapan tajam kepada Baskara.



Kau ingin tahu pemandangan apa yang membuat Rindu bisa semurka itu. Seluruh apartemen sudah banyak bungkus makanan dan kaleng minuman. Ada bekas minuman yang tercecer dilantai, semut semut yang berkumpul. Serta bau busuk yang dihasilkan oleh buah dan bungkus nasi.



"Bereskan" perintah Rindu langsung berlalu menuju kamar. Dia lelah, sungguh. Apa Baskara tidak bisa untuk tidak memancing perkelahian lagi? Kalau gini caranya sampe lebaran monyet mereka gak bakalan damai.



Rindu keluar sudah mengganti pakaian dengan pakaian santai. Dia melihat Baskara memunguti sampah dengan gestur jijik.



"Saya kan sudah pernah bilang selesai makan sampah dibuangan ditempatnya"


Ujarnya ikut membantu Baskara membereskan bungkus makanan


__ADS_1


"Kemaren ada temen temen gue pada kumpul, paginya gue buru buru nemuin elo"



Selesai memunguti sampah, Rindu memberikan kain pel yang akan digunakan Baskara membersihkan lantai. Sedangkan dirinya, dia akan membuat makan malam untuk Baskara.



"Rindu ini cara ngepelnya gimana?"



Oh ghost, Baskara benar benar menyebalkan, sampai sebesar itu dia tidak tahu cara mengepel, bahkan sedari tadi pel hanya dia lihat baik baik.



"Lantai gak bakalan bersih kalau cuman kamu liatin" sindir Rindu.



Rindu mencontohkan bagaimana caranya mengepel, dengan membasahi kain pel lalu memerasnya. Sudahlah untuk ini aku tidak akan menjelaskan secara detail, kau tentunya sudah paham.



Baskara mempraktekan apa yang di contohkan Rindu. Pelan pelan meski dengan gerakan kaku dia berhasil menyelesaikan satu ruangan. Baskara mengelap keringan yang bercucuran di dahi



"Hah, setahun gue ngelakuin kayak gini. Bisa kurus gue" tukas nya meluruskan pinggang. Bukan mengembalikan alat pel dia malah membaringkan tubuhnya di sofa.



"Baskara, kebiasan deh. Kalau habis ngambil sesuatu kembalikan ke asalnya" protes Rindu



"Iih tinggal elo balikin susah amet sih. Lagian siapa yang ngambil tadi, elo kan ? "



Nada bicara Baskara kembali menyebalkan, penuh dengan kata kata panjang yang selalu sama dari bait ke bait.


Rindu mendegus, dia mendekati Baskara dan



Sluuutt



Rindu terjatuh kelantai karena lantai masih basah. Baskara menoleh melihat Rindu terkapar di lantai langsung mengundang kepanikan.



"Rinduuuu elo gak papa?"


Baskara buru buru menggendong Rindu ke kamar.


saat tubuh Rindu sudah berada  diatas kasur, gadis itu memukul dada Baskara pelan.



"Lihat lantainya, kalau basah bikin orang lain celaka" komentar Rindu



"Iya iya maaf"



Baskara pergi untuk mengelap kembali lantai dengan kain yang bersih. Dia juga mengembalikan alat pel ketempat semula.


Sepertinya kebiasaan baru itu akan bertahan lama di Baskara. Mungkin dia takut pada Rindu. Setelah membereskan hal yang membuat Rindu ribut, Baskara membaringkan tubuhnya disamping Rindu dengan memeluk perut gadis itu, karena posisi Rindu yang setengah duduk.



Dia tengah membaca novel tebal yang kemarin dibeli saat di Bogor. Sembari terfokus kebacaan, Rindu mengelus rambut Baskara. Tidak ada kesan geli yang dirasakan lelaki berumur 21 tahun itu. Hanya ada perasaan nyaman sampai dia menutup mata karena lelap dan lelah bercampur satu.



Diperlakukan seperti itu benar benar membuat Baskara merasa nyaman tak tertandingi. Tidak masalah mereka berkelahi setiap hari asal setelah itu mereka baik baik saja seperti semula. Rindu mengecup kening Baskara lalu mematikan lampu dan membalas pelukan suaminya.



__ADS_1


__ADS_2