BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 19


__ADS_3

Mulai sekarang ikutlah aku keduniaku


Akan aku tunjukan bagaimana caraku bahagia


☘☘



Mereka menyantap pizza, sate ayam, cikken KFC , soft drink, dan salad buah. Rindu juga sudah duduk diantara mereka karena mereka sepakat akan memasukan Rindu ke geng kecoa seperti saat Baskara memperkenalkan Sisil. Bedanya sekarang akan ada kecanggungan karena Rindu tidak mudah bergaul.



Rama paling cepet kalau sama makanan jadi dia sudah habis dua potong pizza.



"Bu, Baskara kalo di rumah gimana?" tanya Alan sembari mengunyah pizzanya. Mereka semua menatap kearah Rindu yang terlihat sedikit salah tingkah.



"Emmm" Rindu berdehem masih menyusun kalimat untuk menjelaskan Baskara secara spesifik



"Pasti cerewet" sahut Rama



"Betul" jawab Rindu spontan



"Eh gue gak cerewet ya, lo mau gue kutuk jadi kambing congek biar nanti pas idul adha bisa gue kurbanin"



"Tuu kan seperti ini contohnya"


Rindu menujuk Baskara yang sedang mengoceh dengan keadaan mulut penuh makanan.



"Ibarat kata Bas ya, jiwa elo sama bu Rindu itu ketuker" kata Pandu mulai bijak "bu Rindu penuh wibawa dan smart nah elo cerewet ngalahin mulut cewek"



"Hah bilang aja dingin gak usah pakek wibawa segala kali" cela Baskara.



"Enak gak Bas nikah sama bu Rindu. Kalau enak gue mau nyoba" kata nya sembari nyengir kuda.



"Huuu kurap kudis, modus aja lo" Alan menonyor dahi Rama. Ternyata yang merasa canggung bukan mahasiswanya tapi dosennya yang canggung.



"Alamak" Alan menepuk dahinya membuat semua mata terfokus kearah dia.



"Gue lupa" wajah Alan menegang, membuat yang lainnya ikut ikutan khawatir



"Ada apa sih Lan?" Tanya Pandu



"Kemaren kan gue nonton dedek Miyabi disini"



Sontak Rama tersedak sedangkan Pandu langsung melongo. Oke mengingat momen dimana mereka memutar adegan panas Miyabi dengan volume kencang sedangkan Baskara sudah mengingatkan dengan marah marah tapi mereka justru menganggap sikap Baskara hanyalah karena dia tidak nyaman menonton adegan panas bersama sama.



"Ada apa?" Tanya Rindu seolah tidak paham.



Melibat teman temannya berekasi berlebihan Baskara tertawa puas.



"Kena azab lo" ejek Baskara.



"Guys, kita kayaknya wisuda gak tepat waktu deh" rancau Rama.



"Maa maafin Alan, anakmu wisuda molor setahun gara gara dedek Miyabi" tukas Alan ikut mendramatiskan keadaan.



"Tenang, dia gak sekejam itu kok" kata Baskara menbuat teman temannya menghela nafas lega.



"Kecuali elo mau nuruti kemauan gue" tambahnya "ya gak Rin?" Tanya Baksar meminta persetujuan pada Rindu



"Ohh yang kalian nonton vidio porno di rumah saya" ulang Rindu memperjelas keadaan "saya bisa Memperhitungkan itu dengan memilih nilai C atau D"



"Rinduuuuuu" teriak Baskara karena niatnya mengerjai teman temannya lenyap oleh jawabn Rindu.



**



Baskara duduk di meja makan sembari memakan serealnya sedangkan Rindu dia mempersiapkan bahan ajar yang akan dia gunakan dikelas.



"Rin" panggil Baskara, Rindu menoleh tapi tidak lama karena dia kembali fokus pada hal yang dia tunda akibat panggilan Baskara.



"Lo mau berangkat naik taksi atau nebeng gue?"



Ini tu niatnya mau ngajak bareng tapi masih malu, jadi dia nanya gitu.



"Kalau taksi gue gak punya duit mau ngasih elo ongkos" tambahnya



"Emangnya kamu pernah ngasih saya uang?"



Perkataan Rindu talak mengenainya. Padahal niatnya mau ngajak bareng eh malah langsung kena skak sama Rindu. Malu malu Baskara memakan serealnya dengan cepat.



Rindu menyusun pekerjaan setelah memastikan semuanya beres. Dia langsung duduk di depan Baskara dan memajan serealnya dengan tenang. Baskara sempat mencuri pandang kearah Rindu.

__ADS_1



"Liburan besok, elo ikut study tour? " tanya Baskara dengan menggigit sendoknya.



Tangan Rindu menarik dengan halus sendok yang sedari tadi digigiti Baskara lalu meletak kannya di piring Baskara.



"Jorok" tukas nya singkat. Dia kembali menatap serealnya.



"Lo mau ikut gak?" Suara Baskara menaik



"Saya belum lihat jadwal" ucapnya "kalau gak salah jadwal pembimbing study tour akan dibagikan rabu depan"



" lama amet, pendaftaran udah dibuka padahal" sungut Baskara kesal.



Iyalah dia kan niatnya mau ngajak Rindu ikut tapi dia malah gak peka.



"Kamu mau ikut?" Tanyanya



Baskara memainkan serealnya dengan tatapan malas.



"Elo nya ikut gak?"


Baskara mengatakan itu sangat pelan, sampai Rindu mencondongkan tubuhnya untuk mendengarkan ucapan Baskara.



"Kamu ngomong apa?"



Rindu benar benar tidak mendengarkan ucapannya, sungguh. Bukan pura pura tapi memang itu kebenarannya.



"Kalau elo ikut gue gak mau ikut" teriak Baskara.



"Kamu kenapa marah ke saya?"



"Bodo Rin bodo"



Baskara bangkit sembari menggandeng tasnya. Dia tidak berniat menunggu Rindu lagi, biarlah dia naik taksi.



**



Hari ini adalah hari persiapan mahasiswa sebelum melakukan UAS. Dari mulai mencari tanda tangan untuk mengisi KRS (Kartu Rencana Study) biasanya kalau di universitas Bakara KRS akan di lakukan sebelum ujian.




"Eh elo sama bu Rindu udah ngapain aja?" Tanya Alan sambil memakan baksonya.



Maklum timing membahas Rindu tidak pernah mereka lakukan karena mereka baru tahu semalam.



"Udah nana nena belum?" Tambah Rama.



"Nana nena pala kadal buntung" ujar Baskara.



"Lah elo belum melakukan penyerangan?" Tanya Alan.



"Gimana mau nyerang kalo deket aja udah serem" sergah Baskara.



"Gimana sih lo, kalau gue udah gue serang duluan sampe ketagihan" kata Rama enteng.



"Hello gengsss"


Suara Pandu menggelegar diseisi kantin sampai mengundang perhatian penghuni kantin.



"Dari mana lo kuntilbapak?" Rama menatap Pandu yang sedari tadi melambaikan tangan.



"Biasalah nemui ibu Cici maryati sukesi yang selalu bikin patah hati"



"Elah busyet lo sakit hati sama bu Cici?"


Rama udah mulai dengan kegoblokannya yang membuat Basakra dan Alan hanya memutar bola mata malas.



"Sebagai fans budiman gue minta tanda tangan dia dong" pandu langsung mencomot bakso milik Alan



"Bagi Lan gue lagi bokek nih" ujar nya tanpa rasa bersalah langsug menggulung mie yang masih tersisa di mangkuk Alan.



"Pesen sendiri asuk" umpat Alan.



"Bu Bakso dua mangkok nanti yang bayarin Alan kalau dia gak mau taggih ke Baskara anaknya bapak Thomas Arya pemilik yayasan" ujarnya beruntun.



Penjual Bakso yang kebetulan ada didekat mereka menjawab dengan tak kalah lantang.



"Lo laper atau rakus, pesen dua mangkuk" protes Rama

__ADS_1



"Gue dari pagi belum makan, nemuin bu Cici sama Pak Rojali dulu"



"Gimana sama dedek Rindu?" Tanya Pandu kepada Baskara yang tengah menyeruput es nya.



"Dedek Rindu palak lo " umpat Baskara melempar botol kosong diatas meja.



"Santai aja kali Bas, gue nanyain dosen favorit gue nih" ujar nya



"Lo beneran belum nyerang dia?"


Alan ini belum terpuaskan dengan jawaban Baskara jadi dia berniat menyerang dengan pertanyaan yang sama sampai Baskara menjawab sesuai keinginanya.



"Beloom" jawabnya ketus



"Elah, es doger. Elo bego atau idiot sih" cela Rama "serang buruan serang sebelum gue serang nih"



"Anjing kalau ngomong suka bener"


Mereka tertawa bersama.



"Si sisil gimana Bas?" tanya Pandu yang seketika langsung menyedot perhatian Baskara untuk menatapnya.



"Gue udah putus" jawabnya singkat Padat dan jelas.



"Dia udah tahu?"



"Udah"



"Reaksinya gimana?" tanya Alan penasaran



"Reaksi elo kalau liat Popy nikah sama orang lain gimana? "



"Kejang kejang gue"



"Nah entu tau"



"Pada ikut study tour gak?" tanya Rama mengalihkan pembicaraan. Emang sih sedari tadi mereka cuman mebahas Rindu mungkin Baskara sedikit kurang nyaman makanya Rama mengalihkan pembicaraan



"Aku sih yes" jawab Pandu



"Gue gak tau nih, Popy mau diajak enggak?" jawabnya memelas.



"Yaelah bucin amet sih lo"


Pandu menelonyor dahi Alan.



"Namanya juga punya pacar emang elo jomblo"



"Eh jomblo jomblo gini gue terhormat ya" jawab Pandu dengan ketus.



"Elo ikut gak Ram?" tanya Alan



"Ikutlah cuyy"



Baskara mengetuk jarinya dimeja. Dia bingung ikut study tour atau tidak. Sudy tour ini akan diikuti dari masing masing semester dan fakultas, tujuannya sih hanya ke Bali dan Jogjakarta, kapan lagi jalan jalan sama teman temannya. Tapi Rindu, gadis itu tidak menjawab pertanyaan Baskara tadi.



"Lo gimna Bas?" tanya Pandu.



"Gak tau gue, kalau Rindu ikut gue ikut, kalau dia enggak masak gue mau jalan jalan sedangkan istri gue kerja"



"Cieee yang jadi suami budiman" ledek mereka kompak



"Mulut gak usah lebar lebar" umpat Baskara



"Gak nyangka ya kita mau UAS perasaan baru kemaren kita UTS" ucap Pandu yang hampir seperti keluhan dari mulutnya



"Yelah Du kayak pernah belajar aja lo sok sok an ngeluh, biasanya juga asal isi" hina Rama



"Gue sedih tau bambang"


Pandu menggenggam tangannya di kiri pipi Rama sebagai reaksi gemas yang dia berikan



"Sedih gak ada yang lo kecengin lagi" kata Baskara asal



"Ha ha ha"



__ADS_1


__ADS_2