BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 27


__ADS_3

Cobalah Lebih memahami dirinya


Untuk tahu seperti apa kamu dihidupnya


☘☘



"Kamu kenapa sih, kenapa harus marah marah sama pak Annam, cuman karena masalah sesepele ini"


Rindu memarahi Baskara  setelah mereka sampai di apartemen



"Masalah sepele buat elo, tapi enggak buat gue" tegasnya



"Bas, saya cuman dipindahin buat ngajar ke fakultas lain. Dan gak pengaruh apa apa ke diri saya"



"Rindu, lo ngerti gak sih. Itu sama aja elo ngebenerin kalo elo pernah deskriminasikan mahasiswa. Emangnya elo pernah ngebantu nilai gue?"



"Saya gak pernah peduli sama omongan orang"



"Heh, lo tu seharusnya tahu. Kenapa elo dipindahin ke sana, itu karena mereka mikir elo pernah beda bedain mahasiswa"



"Saya gak ngerti jalan fikirin kamu kemana, dan kamu dapet teori itu dari mana" Rindu hendak melangkah tapi tangannya dicekal oleh Baskara.



"Teori yang gue buat barusaan" tukasnya berteriak



"Stopp it, kamu kayak anak kecil, dan saya gak suka cara kamu seperti ini"



"Oh elo gak suka sama gue"



"Bukan, bukan Gitu"



"Ini cara gue buat nyelesaiin masalah"



"Dengan bawa nama orang tua kamu, saya tahu kamu anak dari pak Thomas Arya. Semua orang tahu itu, apa dengan cara itu kamu bisa menyelesaikan masalah" bentak Rindu



"Kenapa? Elo mau protes sama gue tentang kenapa gue bisa lahir dari orang kaya"



"Capek saya ngomong sama anak kecil kayak kamu, kekanak kanakan"



"Oke, gue emang kekanak kanak dan masih bocah. Puas elo"



Baskara berlalu sembari membanting pintu apartemen dengan keras. Kali ini Baskara benar benar marah. Dia merasa Rindu sudah dinilai terlalu hina di kampus, selama dia mengajsr dia tidak pernah memberi nilai berbeda atau tugas ringan kepada Baskara. Justru dia sering mempersulit Baskara, menuruntnya dengan Rindu menerima begitu saja perpindahannya sama saja dia mengakui kalau dia pernah mendeskriminasikan nilai mahasiswa, apa itu salah? Dia hanya tidak ingin citra Rindu buruk didepan mahasiswa.



Sepertinya kebaikan yang diberikan Baskara memang tidak pernah dinilai dimata Rindu. Lelaki itu memacu mobil sangat kencang, membelah kota Jakarta, kemana tujuan Baskara kali ini? Tentu menemui teman temannya.

__ADS_1



Baskara tidak akan pulang malam ini, dia sangat marah. Baskara selalu bersikap dewasa, selalu berusaha untuk berfikir bagaimana menyesuikan pemikiran Rindu yang tidak akan diketahui orang. Nyatanya ternyata dia salah, pemikiran Rindu hanya dia yang tahu. Rindu memang kolot, tidak terbuka dan selalu menganggap dirinya lebih dari Baskara.



Sampai di rumah Pandu, Baskara langsung membanting pintu kamar dengan keras. Cukup membuat teman temannya menoleh.



"Ngapa lagi si bakso bakar?" tanya Rama yang langsung mengalihkan pandangannya ke layar televisi.



"Ngapa lo bos?" tanya Alan sembari memainkan ponsel.



"Salah enggak, gue marah karena Rindu di pindahin ke fakultas lain. Niat gue cuman ngebalikin nama dia. Selama ini elo tau kan dia gak pernah pilih kasih sama mahasiswanya" cerocos Baskara.



"Duduk dulu Bas, ceritain baik baik. Kita mana paham elo ngomong langsung kayak gitu" Pandu menarik tangan Baskara.



Rama mengepause permainannya, dia memakan cemilan yang ada di samping. Menatap wajah marah Baskara. Dia menyodorkan segelas air putih kepada temannya.



"Rindu dipindahin ke fakultas Bisnis" Baskara memulai ceritanya dengan nada lembut "ya gue gak terimalah, selama dia ngajar gue, gue gak pernah diperlakukan spesial, justru gue sering dihukum karena gak ngumpul tugas tugasnya "



"Dan elo ngedatangi pak Annam, terus maki maki dia mentang mentang elo anak pemilik yayasan" terka Alan.



"Tau dari mana lo?" Tanya Baskara menoleh Alan yang duduk diatas kasur.




"Akhir akhir ini lo tenar di kampus" ujar Pandu membenarkan ucapan Alan.



"Terus letak elo berantem sama bu Rindu dimananya?" Tanya Rama mulai tidak sabar.



"Dia marahin gue karena gue marah marah ke Pak Annam. Emang gue salah? , gue cuman gak pengen dia dianggep sebagai dosen yang pilih pilih mahasiswa" Baskara mendegus


"Gue maki maki si Rindu lah. Gue sebel sama dia"



Baskara membaringkan kepalanya di kasur setengah dari tubuhnya masih duduk dilantai.



"Gini Bas ya. Buat elo masalah ini emang besar tapi buat bu Rindu masalah ini biasa aja. Ya mungkin bu Rindu cuman gak pengen cari masalah di kampus" saran Rama


"Sebagai temen elo. Selama ini gue liat elo selalu ngelampiasin kemarahan elo ke Bu Rindu, sedangkan elo gak pernah tahu sifat dia kayak gimana" tambahnya



"Menurut gue, bu Rindu gak pengen memperpanjang masalah karena dia gak mau di kira gunaiin kekuasaan mertua dia" kata Alan


"Elo kan berfikir di posisi suami bu Rindu, coba elo posisikan diri elo sebagai mahasiswa. Ya, meskipun kita tahu bu Rindu gak pernah pilih kasih tapi namanya kampus, banyak pemikiran mahasiswa yang berbeda dari kita" tambah Alan



"Bu Rindu cuman gak kepengen nantinya kalau dia tetep ngajar di Fakultas kita, disangka dia deskriminasikan nilai elo" kata Pandu



"Cobalah Bas elo lebih memahami bu Rindu, selama ini gue liat dia selalu memahami elo. Elo pulang malam, elo berantakin rumah, elo selalu manja ke dia" Rama menjeda kalimatnya "buat kita cowok emang hal itu sepela tapi buat bu Rindu? Gak ada yang tahu hati dia"

__ADS_1



"Coba lo fikir, lo sering ngomong kasar ke dia. Sering mojokin dia, sering gangguin dia. Bu Rindu juga cewek Bas, dia pasti bakal sakit hati sama omongan elo" ujar Alan



"Coba deh elo lebih mahamin bu Rindu, pasti kalian gak bakalan sering berantem" tambah Pandu.



"Bentar bentar, semenjak elo nikah sama bu Rindu gue ngerasa ada hal positif yang bisa kita dapetin" rancau Rama



"Apa?" Tanya Alan



"Kita lebih berfikir dewasa men, coba kalian pikir, kapan sih kita bisa ngomong sebijak ini?"



"Huuu kadal panggang" umpat Pandu.



Baskara langsung mematikan ponselnya dan berbaring di kasur Pandu, untuk malam ini biarkan nasehat teman temannya masuk ketelinga. Biarkan dia berfikir sebentar kenapa hubungannya dengan Rindu selalu berakhir seperti ini.



Baskara menatap pajangan dinding ditemani umpatan teman temannya yang tengah bermain ps. Kadang memang menyenangkan kumpul dengan mereka, mereka selalu punya cara sendiri untuk membuat Baskara lupa akan masalahnya.



"Malem ini tidur sini aja Bas" ujar Pandu



"Mumpung bokap gue lagi ke Jepang" tambah Pandu.



"Woy kalian bikin grup selain gue ya?" Selidik Baskara



"Kita bikin grup baru emang Pan?" Tanya Rama dengan tatapan cengo



"Grup baru nya mimi peri, kita cuman punya grup satu" jelas Alan gak selow



"Kenapa kalian bisa kompak disini tanpa gue" kata Baskara



"Gue ngechatin mereka ngajak ngumpul ,kalau ngajak elo kan gak enak. Elo udah punya bini" ujar Pandu



Baskara menendang kepala Pandu dari atas sehingga si Pandu langsung memukul kaki Baskara.



"Bangsat, lo tahu kepala gue pas lahir di fitrahin, maen nonyor pakek kaki segala" protes Pandu



"Kalau mau kumpul ngajak gue setan" umpat Baskara.



"Coming soon kita ajak elo" kata Pandu santai sembari memasukan snack kedalam mulut.



__ADS_1


__ADS_2