BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)

BARA (Baskara Yang Terluka Karena Rindu)
Chapter 67


__ADS_3

Beruntung saja aku bisa mencintaimu


☘☘


Duduk berdua di studio foto, Rindu dan Baskara mengenakan toga masing masing. Toga S2 Baskara dan toga S3 Rindu.


Selesai pengambilan foto, mereka berjalan jalan di sekitar mall. Tangan Baskara melingkar di pinggang Rindu, mengaitnya lebih erat dengan posesif.


Mereka hanya berjalan jalan melampiaskan penat. Mumpung libur wekend.


"Main yuk"


Baskara menarik tangan Rindu untuk naik ke lantai tiga. Sebuah permain bola basket yang menjadi pilihan Baskara. Rindu hanya menoton, dia kan gak bisa maen bola basket.


"Lo gak mau maen?"


Sambil fokus memasukan bola Baskara melirik Rindu.


"Gak bisa"


Ucapan Rindu diikuti gelengan dari kepalanya.


Baskara berhenti menarik Rindu untuk berdiri didepannya.


"Nih bolanya pegang kayak gini, terus lepar"


Baskara membimbing Rindu untuk memasukan bola ke ring.


"Ihh bego banget sih lo, maen gini aja gak bisa" sungut Baskara kesal.


"Bukan keahlian saya main beginian"


Karena kesal Rindu meninggalkan Baskara yang masih asyik bermain bola. Sadar kalau Rindu pergi, Baskara langsung mengikuti Rindu dari belakang.


"Gitu aja ngambek"


Rindu tetap berjalan tanpa mengalihkan arah pandang ke Baskara.


"Jelek tau kalo ngambek" goda Baskara.


Rindu berhenti menatap lebih tajam kearah Baskara. Lekaki itu nyengir sambil mengangkat tangan tanda menyerah.


Rindu langsung melengos dan berjalan lebih dulu.


Grepp


Pelukan dari arah belakang dari Baskara membuat Rindu tersentak. Dengan susah payah Rindu melepaskan pelukan itu.


"Malu diliatin orang"


"Kenapa malu? Orang kita udah nikah kok"


Baskara mencondongkan tubuh kedepan , berniat mencium. Untungnya Rindu langsung melangkan ke belakang sebelum itu terjadi.


Baskara terkekeh, berhasil menggoda Rindu, membuat gadis itu marah adalah kepuasan untuknya. Dia merangkul bahu Rindu, berjalan beriringan sambil terus tertawa.


"Kita beli makan apa nih?"


Baskara memandang Rindu yang menatap sekeliling. Mencari makan.


"Gimana kalau kita makan___"


"Kita makan dirumah aja"

__ADS_1


potong Baskara cepat. Rindu cemberut, tadi nanya mau makan apa, giliran Rindu mau mutusin makan apa dia malah motong dan bilang makan dirumah aja.


Baskara yang tahu raut kemarahan Rindu langsung tertawa.


"Ha ha ha kan enakan makan dirumah bisa suap suapan"


"Bilang aja gak punya duit"


Rindu melepaskan pelukan bahu Baskara. Dia berjalan cepat.


"Eh gue kaya ya !"


Baskara yang dengan cepat menyimbangi langkah Rindu langsung melanjutkan godaannya. Rindu mendegus , melirik Baskara dengan lirikan tajam


"Kaya, tapi beliin istrinya makan gak mampu" sungut Rindu kesal.


Baskara yang berjalan mundur, tidak sengaja menginjak kaki seseorang. Rindu langsung menarik tangan Baskara supaya lelaki itu tidak jatuh.


"Sorry"


Baskara membalikan tubuhnya untuk menatap gadis dengan rambut pendek yang tinggi sealis darinya. Gadis itu tersenyum, sambil menyembunyikan rambut kebelakang telinga.


"Gak papa"


Baskara memandang gadis itu lebih lekat, mata hanzel dengan rambut kecoklatan, mata sipit serta senyum manis. dimana ya Baskara pernah bertemu gadis ini?


"Lo Baskara?" gadis itu ragu ragu bertanya.


Tu kan, Baskara emang gak pernah salah ngenali wajah orang. Dia kayak kenal sama ini cewek tapi lupa dimana.


"Iya"


"Gue, Muti"


"Oh iya iya gue inget. Yang elo mutusin pacar elo buat gue kan? "


Rindu melotot, ini Baskara ngomong kok gak dipikir pikir. Udah tahu ada istrinya malah ngomong seenak dia sendiri.


"Apa kabar?"


Muti langsung mencium pipi Baskara, meskipun itu sudah biasa untuk orang Amerika tapi untuk Rindu hal itu tetap tidak biasa.


"Baik."


Rindu mendegus, percaya dengan Baskara kalau dia akan setia tetap saja salah. Lihat Baskara menerima ciuman itu dengan senang hati ,bahkan sudut bibirnya terangkat.


"Sama siapa?" tanya Muti yang baru sadar kalau sedari tadi ada gadis mungil berdiri disebelah Baskara.


"Adek ya?"


"Iya"


Baskara masih tersenyum sambil menjawab pertanyaan Muti dengan anggukan.


"Oh saya adek kamu? "


Baskara menoleh menatap wajah masam Rindu.


"Eh bukan, dia istri gue"


Sambil mengibaskan lima jarinya, Baskara tetap mengangkat sudut bibir.


Muti tersenyum canggung ,mungkin gak enak.

__ADS_1


"Kalau gitu sampai jumpa ya"


Dia berdada dan langsung pergi begitu saja. Tangan Baskara masih terangkat gembira, padahal gadis itu sudah tidak melihat lambaian tangan Baskara.


"Heh, dia udah pergi" sentak Rindu.


Baskara menoleh sambil merangkul bahu Rindu, dia hanya cengegasan tak jelas.


"Cie cemburu" goda Baskara, melihat Rindu merengut dan datar tanpa ekspresi Baskara malah semakin senang


"Dia mantan gue bdw"


Baskara menyembunyikan rambut Rindu kebelakang telinga, dia masih terus melirik ekspresi kekesalan Rindu.


"Mau nonton?"


Rindu tidak menjawab tapi dari langkahbya yang langsung berbelok kearah bioskop membuat Baskara tersenyum. Mereka berjalan ke bioskop tanpa bicara, setelah membeli popcron dan tiket, mereka duduk di kursi deretan nomor empat.


Yang ditonton Baskara bukan tayangan dewasa atau romantis romantisan, dia menoton film Aladin yang sedang tayang di bioskop. Katanya lebih romantis dari film cinta cintaan.


Rindu senang senang saja, disini lebih banyak anak anak ketimbang pasangan, palingan ibu dan bapak yang tetap membawa anak anak. Baskara menguap, sambil menyenderkan kepalanya dibahu Rindu.


Sejam lebih menonton dan mata Rindu tetap fokus ke layar sambil nyemil. Semua orang sudah bubar, tontonan sudah selesai. Ketika menoleh ke samping Baskara sudah tertidur pulas. Padahal dia yang ngajak nonton, malah tidur.


Rindu menggoncangkan bahu Baskara. Lelaki itu hanya menggeliat, tidak ingin beranjak.


"Bas, ayok pulang"


Samar samar, suara Rindu ditangkap Baskara, dia membuka mata melihat ruangan sudah kosong. Sambil merentangkan tangan dan menguap, dia bangkit


"Bagus kan filmnya?"


Dia menarik tangan Rindu, berjalan keluar sambil bergandeng tangan.


Baskara memilih pulang, dia sudah bosan berkeliling mall, mending dirunah.


Matahari yang tadi terik teriknya sudah menggelincir kearah barat. Menampakkan warna jingga, sambil terus bergandengan mereka berjalan masuk kerumah. Menghempaskan tubuh diatas kasur.


"Capekkk" keluh Baskara.


"Tapi seneng, kan ketemu mantan"


Rindu mengejek sambil melepaskan kemeja dan mengganti kaos. Baskara menegakkan tubuh, kaos yang baru setengah dipakai Rindu langsung di lepasnya kembali.


Dia menarik Rindu dan menghempaskan di atas kasur. Seolah berperaga seperti singa yang bersiap menerkam anak kelinci, Baskara meraung diatas kasur.


Rindu terkekeh, bantal di sampingnya dia lempar tepat ke wajah Baskara. Lelaki itu masih menggeram, seperti singa dia mendekat dan menerkam anak kelinci. Rindu menggeliat karena tangan Baskara dengan jahil menggelitik.


"Udahh, gelii Baskara"


Rindu tidak tahan menahan tawa, tertawa berulang ulang smabil memukul dada Baskara.


Lelah, Baskara melepaskan Rindu dan berbaring disampingnya ,begitu juga dengan Rindu.


Baskara menutup tubuh Rindu yang hanya mengenakan celana panjang dan bra.


"Lo tadi di mall cemburu liat gue sama Muti?"


Suara Baskara ngos ngosan.


Rindu menggeleng "saya percaya sama kamu"


Baskara menggeser tidurnya dan menindihi Rindu. Gadis itu dikecupi, di cium dengan buas.

__ADS_1


Selanjutnya, hanya mereka berdua yang tahu bagaimana manisnya butiran keringat yang berjatuhan.


__ADS_2