Benci Kok Menikah

Benci Kok Menikah
Terserang malu


__ADS_3

Lelaki yang nampak bertelanjang dada itu pun terdiam sejenak, lalu mulai memicingkan matanya saat memandangi orang asing yang ada di hadapannya saat itu.


“Heh, who are you??!!” Bentaknya saat menyadari jika sosok wanita di tepi kolam itu bukan lah salah satu orang yang tinggal di rumahnya.


Sama halnya dengan Mitha, mendengar suara lelaki yang terdengar meninggi, juga nyatanya ikut membuatnya terkejut dan langsung menyingkirkan tangannya yang sebelumnya terus menutupi wajahnya.


“Aaaaaaagh!!" Namun Mitha lagi-lagi kembali teriak, saat mendapati ada seorang lelaki yang bertelanjang dada dalam keadaan basah berada tepat di hadapannya.


Mitha pun spontan bangkit dan sedikit menjauh dari lelaki yang juga sangat asing baginya.


“Kau yang siapa??!! Kenapa bisa ada dirumah pak Ronald??” Bentak Mitha yang tak kalah menatapnya tajam.


Mereka berdua pun terlibat adu pandang sesaat dengan tatapan yang seolah ingin membunuh satu sama lain. Tapi perlahan lelaki itu mulai mengerutkan dahinya saat ia mulai mengingat jika ia seperti pernah bertemu dengan Mitha sebelumnya.


“Oh wait!! aku kayaknya pernah liat perempuan ini, tapi dimana ya?” Tanyanya dalam hati.


“Heh, kenapa hanya diam? Kau siapa? Kau penyusup ya??!” Tanya Mitha lagi.


Hal itu pun semakin membuat lelaki itu bertambah kesal.


“What?? What you say? Aku penyusup??!”


“Iya kau penyusup! Aku panggil satpam ya!” Ketus Mitha.


“Excuse me??? Untuk apa aku menyusup di rumah ku sendiri ha??!!” Tanya lelaki itu.


Hal itu membuat Mitha jadi terdiam sejenak dan mulai berfikir, namun tiba-tiba saja logika seolah tak membiarkannya untuk gampang percaya pada orang asing.


“Ah aku gak percaya, aku kenal sama semua orang yang tinggal disini! Dasar penyusup!!” Mitha pun semakin menajamkan tatapannya sembari terus mengusap-usap pakaiannya yang jadi basah.


Mendengar hal itu, Lucas pun kembali menggeram.


“Tolongggg, ada penyusup!!” Teriak Mitha dengan kuat.


Lelaki itu tentu mendengar teriakannya yang melengking, namun hal itu justru membuatnya seketika mendengus dan tersenyum sinis.


“Ya, teriak aja, teriak yang kencang! Apa perlu aku bantu?!” Tanya lelaki itu.


“Tolongg, ada penyusup disini!!” Akhirnya lelaki itu pun ikut berteriak.


Hingga sontak membuat Mitha terdiam memandanginya dengan tatapan yang aneh. Tak lama, Nonna dan Bik Nur pun bergegas menghampiri mereka dengan panik.


“Mana,, mana penyusupnya mana??” Tanya bik Nur yang seolah sudah bersiap ingin menghajar si penyusup dengan gagang sapu.

__ADS_1


“Itu dia penyusupnya.” Tunjuk Mitha dengan sangat percaya diri ke arah lelaki yang masih berdiri di dalam kolam renang.


Bik Nur dan Nonna pun seketika langsung terperangah, saat mengetahui jika yang disebut penyusup adalah Lucas, ya dia Lucas Armando.


“Ah tidakkk!! aku ketauan menyusup, ampunn!!" Teriak Lucas yang sengaja ia buat-buat seolah ia sangat ketakutan saat itu.


“Ayo bik, panggil satpam, cepat!” Teriak Mitha lagi yang masih belum menyadari.


Namun bik Nur nampaknya masih diam dan tercengang, sementara Nonna, ia juga terdiam sembari terus menahan tawanya.


“Ahahahah kenapa kok diem aja? Ayo tangkap aku! Aku penyusup!” Teriak Lucas lagi.


Mendengar hal itu, Nonna pun tidak dapat menahan tawanya lagi, ia pun sontak terkekeh geli, begitu pula dengan bik Nur yang juga ikut terkekeh. Kali ini gantian Mitha yang jadi tercengang saat memandangi keduanya terus tertawa, ia pun memandangi mereka bertiga dengan raut wajah bingung.


“Tante, bibi, ke,,, kenapa kalian malah ketawa ya?” Tanya Mitha kebingungan.


“Ya ampun Mitha, dia bukan penyusup sayang.” Jawab Nonna yang masih terus terkekeh.


“Hah, wait?? She’s Mitha??” Tanya Lucas dalam hati yang kala itu cukup terkejut saat menyadari jika wanita yang sudah basah di hadapannya adalah Mitha.


“Oh ya I see, aku ingat sekarang, dia kan perempuan yang nabrak dan numpahin minuman kebaju mahalku waktu di bandara. Jadi,,, dia lah yang harusnya menjemputku kemarin??” Gumam Lucas lagi yang mendadak jadi terdiam sembari terus memandangi Mitha.


“Hah, ja,,, jadi dia siapa tante?” Tanya Mitha yang mendadak terlihat kikuk.


“Hah??!!” Bak disambar petir disiang bolong, kedua mata Mitha sontak terbelalak saking syoknya.


“Ja,,, jadi di,, dia..” Mitha pun mulai gelagapan.


“Iya, dia Lucas.”


Mitha sontak menutup wajahnya karena sangat merasa malu atas sikapnya hari itu.


“Kau puas sekarang??!!” Tanya Lucas sembari melotot.


“Lucasss, jangan gitu ah!!" Ucap Nonna sembari mendekati Mitha yang nampak begitu malu.


“Maaf tante, Mitha beneran gak tau, maafin Mitha tante.” Ucap Mitha sembari terus menundukkan kepalanya.


“Ah hahaha udah, gak papa kok.” Nonna pun mengusap pundak Mitha.


Namun betapa terkejutnya dia saat menyadari jika pakaian yang dipakai oleh Mitha pada saat itu menjadi basah.


“Astaga Mitha! kamu basah?? Kenapa ini bajumu? Kenapa bisa basah gini??” Tanya Nonna yang nampak cemas sembari memandangi Mitha dari ujung kaki hingga kepala.

__ADS_1


Namun Mitha hanya diam dan menatap Lucas dengan tatapan tak senang, dan Nonna yang melihat hal itu, sudah cukup membuatnya mengerti.


“Lucas, kamu apain Mitha?! Liat pakaiannya jadi basah gini!”


“Eeemm ya mom, sorry, gak sengaja!" Jawab Lucas dengan santai.


“Haiiiss, bener-bener kamu ya! Ya udah, ayo masuk Mitha, tante bakal minjemin baju Dara untukmu ya, tante rasa muat, karena badan kalian gak jauh beda.” Nonna pun bergegas menggandeng Mitha untuk kembali masuk ke dalam rumah.


Meninggalkan Lucas seorang diri di dalam kolam.


“Gak perlu tante, kalau berkasnya udah selesai, Mitha langsung pulang aja tante, gak papa.” Tolak Mitha dengan lembut.


“Eeehh jangan!! Kalau dibiarin lama-lama, nanti kamu bisa masuk angin sayang.” Jawab Nonna yang terus membawa Mitha masuk ke dalam rumah.


Akhirnya tak ada yang bisa Mitha lakukan selain patuh. Nonna terus membawa Mitha naik ke lantai dua, menuju kamar Dara. Sedangkan Lucas, ia pun memutuskan untuk menyudahi aktivitas renangnya sore itu.


“Jadi dia sang Sekretaris idaman itu?? Hmmm, not bad lah.” Celetuk Lucas sembari keluar dari air.


*tok,,tok,,tok* 


“Daraaa, tolong buka pintunya.” Teriak Nonna sembari mengetuk pintu kamar Dara.


Saat itu ternyata Dara sedang tidur dan membuka pintunya dengan wajahnya yang terlihat sembab khas orang baru bangun tidur.


“Ada apa mom?!” Tanyanya sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


“Hai Dara.” Sapa Mitha dengan ramah,


“Hah, ada kak Mitha??!!" Dara pun terkejut saat menyadari keberadaan Mitha di depan pintu kamarnya.


“Dara, abangmu udah bikin pakaian kak Mitha jadi basah, tolong pinjami kak Mitha baju, please.” Ucap Nonna.


“Oh iya ma, boleh banget!" Dara pun mengangguk cepat.


“Ayo kak, masuk ke kamarku.” Dara dengan semangat pun langsung menarik tangan Mitha dan membawanya masuk ke dalam kamarnya,


“Ya udah kalau gitu mama tunggu di bawah, ok?”


“Ok mom.”


Nonna akhirnya kembali menuju ruang keluarga, tempat dimana Ronald terduduk memandangi beberapa berkas yang harus ia tanda tangani. Dengan sebuah kaca mata baca yang melekat di kedua matanya, ia pun tanpa ragu-ragu mulai menandatangani semua berkas yang ada bertuliskan namanya.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2