
"Seenggaknya makan dulu!" Ucap Lucas lagi.
"Gak usah! Aku udah pengen cepet-cepet keluar dari sini!!"
"Aku beli cukup banyak makanan, makan aja dulu!"
"Makan aja sendiri!" Jawab Mitha cuek.
Respon Mitha cukup membuat Lucas kembali kesal, ia pun mendengus dan kembali bangkit dari duduknya. Lalu melangkah mendekati Mitha dan langsung mencengkram tangannya.
"Heh!! Kau ini bener-bener gak bisa dibaikin ya ternyata!" Bentak Lucas sembari menatap Mitha dengan cukup lekat.
Mitha yang merasa tak senang pun membalas tatapannya dengan sangat tajam.
"Gak ada yang nyuruh untuk baikin aku! Lepasin tanganku!!"
"Gak mau!!"
"Lepas!!" Mitha pun terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Lucas.
"Ok, aku bakal lepas, tapi syaratnya kamu harus makan!"
"Aku gak laper!!"
"Ini bukan makanan berat kok, cuma cemilan!"
Mitha pun terdiam sembari menghela nafas kasar.
"Kau ini kenapa sih?? Setelah menyiksaku dengan tumpukan berkas ini, sekarang malah memaksaku makan! Ada apa dengan otakmu?!"
"Ya itu makanya kau harus isi perutmu, supaya kau tetap kuat dengan siksaan ini." Lucas pun tersenyum.
Lagi-lagi Mitha menghela nafas dan kembali menatap Lucas dengan datar.
"Hmm ok! Aku bakal makan."
"Ok, deal!" Lucas pun semakin mengembangkan senyumannya dan langsung melepaskan cengkraman tangannya pada Mitha.
"Makan aja dulu, mumpung aku lagi berbaik hati." ucap Lucas yang kembali duduk di kursinya.
Mitha kembali memandangi bungkusan makanan yang ada di atas meja.
"Kenapa banyak sekali?" Tanya Mitha dengan suara sangat pelan.
"Udah jangan banyak tanya, makan aja!" Lucas pun bergegas membuka satu persatu box makanan itu, semua yang ia beli kini seolah telah terhidang di atas meja. Saat itu, untuk pertama kalinya Mitha mulai melirik ke arah Lucas yang sedang fokus membuka satu persatu box makanan itu.
"Sebenarnya laki-laki ini cukup ganteng, apalagi kalau lagi kegini, tapi tingkahnya itu, bener-bener menyebalkan!!" Gumam Mitha dalam hati.
"Kenapa liatin aku kegitu??" Tanya Lucas yang menyadari hal itu meski tanpa melirik ke arah Mitha.
Hal itu sontak membuat Mitha tersentak.
"Siapa yang liatin??!" Elak Mitha.
"Kenapa? Mulai terpesona ya?" Tanya Lucas yang kali ini mulai menatap Mitha dengan tatapan yang berbeda.
Mitha pun mulai mengkerutkan dahinya serta menaikkan sebelah sisi bibirnya.
"Dihh, apaan sih? Pede banget!" Gerutu Mitha tak senang.
"Kalau iya juga gak papa, aku gak bakal keberatan!" Lucas kembali tersenyum, kali itu senyumannya benar-benar sangat manis.
Tapi lagi-lagi hal itu hanya disambut oleh sikap sinis dari Mitha.
"Ogah!!" Ketus Mitha.
__ADS_1
Mitha pun mulai menyantap cemilan itu, cemilan pertama yang membuatnya tertarik adalah pisang keju.
"Hmm ini sih cemilan favoritku semua." Gumam Mitha dalam hati.
Mitha memang mulai lapar, tapi gengsi lah yang membuatnya jadi seolah terus menolak. Tapi kali ini, Mitha terlihat mulai menikmati cemilan yang dikunyahnya saat itu, meski hatinya menolak, tapi tidak dengan lidahnya yang kala itu begitu dimanjakan oleh rasa pisang keju yang nikmat.
"Kamu keliatannya lagi menikmati banget." Ucap Lucas lagi.
Namun Mitha seolah tidak merespon dan terus memakan pisang keju kesukaannya itu.
"Emangnya enak ya?" Tanya Lucas yang nampak penasaran.
"Udah tau ngapain nanyak!"
"Aku gak tau gimana rasanya!"
"Mustahil!" Mitha pun mendengus.
"Serius!" Tegas Lucas.
"Kalau gak tau rasanya, terus ngapain dibeli?"
"Ya iseng aja, aku bingung mau beli yang mana. Lagian aku gak tau cemilan kesukaanmu," jelas Lucas polos.
"Ok, tebakanmu kali ini bener, ini yang paling favorit!" Ucap Mitha yang akhirnya mulai tersenyum tipis lalu kembali menyantap pisang keju itu.
Akhirnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka sejak pertama kali bertemu, ini pertama kalinya Mitha nampak mulai tersenyum pada Lucas tanpa unsur keterpaksaan.
"Pisang keju ini paling favorit??" Tanya Lucas lagi.
"Hmm." Mitha pun mengangguk cepat.
"Memangnya apa enaknya sih?"
"Kamu serius gak pernah makan ini?"
"Astaga! Rugi banget gak pernah makan cemilan seenak ini."
"Aku gak suka pisang!"
"Hah?! Serius??"
"Iya. Apa enaknya pisang?"
"Ya jelas enak lah, rasanya manis, lumer lagi."
"Manis apanya?!" Lucas pun mendengus.
"Ini beneran enak, serius! Ayo coba!" Mitha pun mulai menyodorkan kotak pisang keju itu ke arah Lucas.
"No! Gak bakal aku mau coba!"
"Coba dulu, biar kamu tau rasanya!"
"Udah ku bilang, aku gak suka pisang, rasanya aneh!"
"Memangnya kemaren kau makan pisang apa?!"
"Ya pisang, memangnya ada berapa banyak pisang didunia ini?"
"Ya jelas ada banyak jenis pisang, setiap jenis pisang punya karakteristik rasanya masing-masing."
"Oh ya? Aku baru tau!"
"Hahaha udah jauh-jauh main sampai ke London, jenis-jenis pisang aja gak tau!"
"Bukan gak tau, lebih tepatnya gak mau tau. Namanya juga gak suka!"
__ADS_1
"Ya udah, aku jamin kalau pisang yang ini pasti enak! Aku berani taruhan."
"Taruhan??" Lucas mulai menatap Mitha dengan tatapan yang berbeda.
"Iya." Mitha lagi-lagi mengangguk.
"Ok, apa yang bakal kamu taruhkan?"
"Hmm apa ya?" Mitha pun mulai berpikir.
"Eh, tapi kau janji gak boleh berbohong ya! Kalau enak ya bilang enak! Jati dirimu sebagai laki-laki dipertaruhkan disini, ok?"
"Iya!" Jawab Lucas.
"Kalau kau mau coba pisang ini dan ternyata kamu tetap bilang kalau pisang ini gak enak, aku bakal ngelakuin satu hal, apapun itu yang kamu suruh. Tapi ingat, gak mengarah ke hal-hal yang negatif!"
"Serius??!" Lucas pun nampak tertarik.
"Serius!" Jawab Mitha.
"Ok, kalau emang ini enak, aku bakal kasi kamu 10 juta cash, hari ini juga!"
"Deal!!" Ucap Mitha semangat.
Lucas pun akhirnya setuju untuk mencoba pisang keju yang awalnya sangat tidak ingin ia coba. Meski sangat ragu-ragu, akhirnya perlahan tapi pasti, ia mulai menggigit ujung pisang itu sembari memejamkan matanya. Lucas terdiam sejenak, lalu mulai mengunyahnya dengan sedikit perasaan was-was.
Sementara Mitha, saat itu ia terlihat memandangi Lucas dengan ekspresi yang tak biasa, seolah penuh harap namun juga deg-degan.
"Gimana??" Tanya Mitha kemudian.
"Rasanya....." Ekspresi Lucas saat itu benar-benar susah di tebak.
"Rasanya apa??" Tanya Mitha yang seolah tidak sabar.
"Rasanyaa... hmm,,, aneh."
"Hah?! Aneh??! Masih aja bilang rasanya aneh??!" Tanya Mitha seolah tak terima.
"Bukan, maksudku ini aneh, kenapa rasanya beda dari pisang yang dulu pernah ku makan ya?"
Mendengar hal itu, sontak senyuman yang begitu mengembang muncul kembali dari bibir Mitha.
"Nah kan, apa ku bilang?? Yang ini enak kan?? Iya kan?"
"Biarin aku makan pisang ini sekali lagi, untuk mastiin."
"Hmm ok."
Lucas kembali menggigit pisang itu lalu mulai mengunyahnya, kali ini Lucas nampaknya mulai nyaman saat menikmati setiap rasa yang diterima oleh lidahnya,
"Sumpah demi apapun, ini beneran enak banget!! Kok bisa ya??!" Gumam Lucas dalam hati.
Lucas akhirnya tak bisa memungkiri, juga tak bisa menutupi, jika dia sangat suka dengan pisang keju itu.
"Gimana? Enakkan??" Tanya Mitha lagi.
Lucas akhirnya menghela nafasnya dalam.
"Ok, aku kalah!" Ucapnya dengan lesu.
"Yeayy, yuhuuu." Mitha pun bersorak senang.
"Uangnya ada di mobilku, jadi nanti kalau udah di parkiran, langsung aku kasi."
"Ok." Jawab Mitha singkat, seolah tanpa penolakan.
"Hmm, matrealistis juga nih cewek! Tapi gak papa sih, cuma 10 juta juga." Gumam Lucas dalam hati.
__ADS_1
...Bersambung......